
Jumat (17/8). Euphoria perayaan kemerdekaan negara Republik Indonesia yang ke-73 juga terlihat pada gelaran lomba MERDEKA CUP kemasan panitia Lindu Aji BC. MC Dwi Arimgadu yang mengawal langsung detik demi detik acara dengan sorban Merah Putih dikepalanya nampak khidmad menjaga fairplay nya gelaran sesuai tema yang diusung hari ini di lokasi gantangan Lindu Aji BC Jl. Puspanjolo Selatan-Semarang.

Tropy mewah dengan tema perjuangan untuk menghormati pengorbanan para Pahlawan disiapkan khusus oleh panitia, kursi-kursi pun berjajar rapi di pinggir arena untuk para kicaumania dapat menyaksikan langsung kinerja burungnya di bawah kawalan tim juri Lindu Aji Bird Club yang dikomando langsung oleh Yoyok LA selaku Ketua Pelaksana.

“ Alhamdulillah, hari ini kita dapat berkumpul kembali untuk memperingati perjuangan para Pahlawan kita dalam memproklamirkan kemerdekaan Indonesia 73 tahun yang lalu. Semoga kita sebagai generasi penerusnya dapat mengemban amanah ini dengan baik dan tetap selalu menjaga persatuan Indonesia. Sama halnya dalam konteks hobi kita ini, semoga persatuan kicaumania juga dapat terwujud dengan baik didasari rasa tepo seliro, saling menghormati dan menghargai, rasa kebersamaan serta kekeluargaan diawali dari diri kita masing-masing. Tidak hanya berlomba tapi tunjukkan kepada dunia bahwa kita juga peduli akan kelestarian habitat satwa ini. Dirgahayu Indonesiaku…,” kutiban sambutan Andi LA selaku Ketua Lindu Aji BC menjelang acara dimulai.

Partai neraka terjadi dikelas lovebird dimana beberapa nama besar turun di gelaran special ini. Diantaranya adalah RX-King, Sadewa, Ducati, Si Pitung, Kak Ross, Sule serta pendatang baru bernama Sincan yang cukup menghambat laju para seniornya ini. Tak pelak posisi jawara terbaik harus rela bergantian dengan selisih point yang cukup tipis untuk hasil keseluruhan.

RX-King dan Sadewo dua gaco besutan Galuh 33 dengan kualitas wahid yang sudah terbukti diberbagai gelaran akbar. Sepak terjangnya siang hari ini pun kembali dikukuhkan untuk mengibarkan bendera Dt. Danyon Arhanud 15 Semarang yang akan menggelar lomba pada tanggal 7 Oktober 2018 mendatang. RX-King mampu unggul di sesi pamungkas lovebird Proklamasi dan Bintang sebagai juara pertama dan kemudian bertahan diposisi ketiga sesi Sejati, disusul Sadewa yang finish terbaik di Sejati dan runner up di sesi VIP.

Seperti pada awal tadi kita bahas bahwasanya ada satu nama pendatang baru yang aksinya mencuri perhatian, yakni Sincan kepemilikan Thito dari crew Zaura SF. Setelah sukses menaklukan berbagai kompetisi di usia belianya kala mengikuti kelas Paud/Balibu hingga menjelang masa dewasanya ia bertapa untuk menyulam jubah barunya. Dan saat ini usianya baru menginjak 10 bulan, namun tak disangka potensi terpendam yang dimilikinya semakin terasah dengan kualitas yang istimewa. Tembakan dengan durasi rapat nyaris tanpa jeda mampu ditampilkannya dengan fasih untuk mengimbangi rival-rival seniornya siang hari ini hingga berhasil finish sebagai runner up di sesi Pancasila dan juara ketiga di sesi utama Proklamasi.

Sedangkan dikelas kacer, ujian berat dengan mulus berhasil dilalui oleh debutan anyar Deddy Alberta dengan orbitannya Laskar Timur. Meski baru satu pekan ditangan salah satu tokoh master kacer kota Semarang ini, Laskar Timur dengan cekatan mengupgrade kualitasnya untuk lebih tajam lagi mengexplore kemampuan materi terpendamnya dalam berolah vocal di atas arena. Roll lagunya tertata rapi dengan cacahan-cacahan isian kasar yang fasih dimuntahkan, kemudian volumenya juga keras ditopang durasi kerja aktif yang begitu mencolok. Alhasil, perform perdananya ini diganjar double winner oleh sang pengadil karena memang layak dan tak mampu dihadang oleh aksi lawan.

Kelas pamungkas murai batu Proklamasi tak luput dari target aksi Nemesis besutan Inter Jaya BF. Kemampuan di atas rata-ratanya mampu membungkam perhelatan sengit dikelas ini dimana para kontestannya juga tidak bisa dianggap remeh, alhasil total perolehan point yang diraih Nemesis menghantarkan sang empunya untuk kembali menduduki podium jawara terbaik. “ Hasil ini merupakan modal besar untuk Nemesis berlaga di event-event akbar selanjutnya, semoga selalu stabil,” cetus Dani Putra BF.

Sempat menepi dari kompetisi kicauan karena kesibukan pekerjaannya yang cukup menyita waktu, Yuan Padang punggawa Rumah Manuk SF akhir-akhir ini mulai on kembali untuk terjun. Terlihat dibeberapa gelaran sebelumnya amunisi Rumah Manuk SF sudah menghiasi tangga kejuaraan, demikian halnya di event ini yang dapat dikatakan sukses besar. Ketiga gaco yang diturunkan semuanya berhasil mendominasi dikelasnya untuk dinobatkan sebagai pemenang yaitu cucak hijau Sangkali, murai batu Bangor dan anis merah Jaipong hingga sekaligus menghantarkannya ke puncak tahta juara umum Single Fighter.

Seiring dengan keberhasilan Rumah Manuk SF, H5N1 Team komando Robert Buldozer juga kembali sukses mempertahankan predikat juara umum Bird Club yang selama ini berturut-turut selalu melekat di pundaknya. Lewat aksi-aksi handal sederet squad amunisi yang dimiliki, H5N1 Team selalu tampil kompak dan all out untuk mewarnai kancah bergengsi ini. Hasilnya pun dapat kita lihat dengan torehan-torehan prestasi memukau tersebut. “ Terimakasih all crew H5N1 yang selalu solid, tak lupa juga kepada seluruh rekan-rekan kicaumania yang tanpa pamrih mendukung keberhasilan kami. Semoga dapat kita pertahankan prestasi terbaik ini di laga selanjutnya,” ungkap Robert Buldozer.


Diakhir gelaran panitia menyampaikan terimakasih kepada seluruh kicaumania atas partisipasi serta dukungannya. “ Kami memohon maaf atas segala kekurangan maupun kesalahan dalam penyajian lomba siang hari ini. Lindu Aji Bird Club adalah wadah kicaumania semua, kami hadir dari anda dan kembali lagi untuk anda, karena kita adalah keluarga. Jangan lewatkan latber rutin Senin sore dan Jumat sore, sampai jumpa,” tutup Yoyok LA mewakili seluruh jajaran panitia yang bertugas. (kiky)
Baca Juga : Daftar Juara Merdeka Cup Lindu Aji – Semarang (17/8/2018)









