Sindrom Penokohan Didunia Burung

Faceless
Faceless

Mediabnr – Dunia burung memang kadang naik kadang turun kadang datar. Kadang ramai kadang ribet kandang ruwet kadang ya kandang kadang. Kalau dari sisi media melihat sekarang ini memang lagi sindrom penokohan diri dalam dunia burung.

Berbagai cara dilakukan gaya penampilan kata kata untuk mendeklarasikan menjadi seorang tokoh diperburungan. Baru berapa tahun mengaku sudah lama terjun yang baru sudah berpikiran bisa seperti yang lama inilah dunia burung sekarang ini. Padahal kalau kita cermati apa sih dunia burung atau perburungan ini?.

Dunia burung adalah dimana ada aktifitas kegiatan lomba burung jualan produk burung ada penangkaran burung ini yang ada. Muncul EO baru yang baru copy paste yang lama pokoknya beraneka ragam sekarang ini.

Tapi kalau kita lihat tujuanya apakah sama walaupun berbeda warna?. Pasti tidak akan sama kalau bicara memajukan dunia burung programnya mana?. Tidak lain intinya hanya ingin meraup keuntungan dalam dunia burung tanpa menjaga kelestarian dunia burung.

Bukan hanya burung yang harus kita selamatkan dari kepunahan tapi dunia burung pun harus diselamatkan agar tidak punah. “Kalau pendapat ku pribadi siapa mau jadi tokoh atau toko itu silahkan saja. Atau ada yang mau menokohkan dirinya menjadi seorang tokoh didunia burung itu boleh saja semua punya hak. Tapi harus menjaga keseimbangan dalam dunia burung ini agar nyaman aman tentram”. kata BnR satoe Bang Boy.

Apa yang disampaikan oleh orang nomor satu di BnR Indonesia memang benar. Semua ada hak tapi hak juga harus diselaraskan dengan suatu kewajiban apa itu kewajibannya?. Menjaga keharmonisan dalam dunia perburungan ini karena apa ? .Karena kita Satu Hati Satu Hobby dan satu komunitas yaitu kicaumania. (red)