Pekalongan Vaganza

MediaBnR-Pekalongan, Setelah sukses menggebrak lewat gelaran Klaten Vaganza pekan lalu, Radja Company pimpinan Om Prio Sutrisno kembali menghebohkan dunia kicaumania di masa New Normal ini dengan kemasan lomba Pekalongan Vaganza yang berhasil menghadirkan 1404 kontestan di Lapangan Stadion Kraton-Pekalongan pada Minggu (26/7).
Kredibilitas Wisnu RGN-Ketua Pelaksana kembali diakui sebagai penyelenggara dimana pengalamannya memang sudah cukup matang dalam bidang lomba burung berkicau ini dibantu Asep DM selaku Sekjen Radja Company yang memantau langsung kinerjanya di lapangan. “ Terimakasih atas partisipasi seluruh teman-teman kicaumania yang sudah mensupport gelaran Pekalongan Vaganza ini,” pungkas Wisnu RGN.


Dipandu Om Abenk MC gelaran ini menjadi lebih berkesan, kicaumania pun lebih bersemangat mengikuti detik demi detik perhelatan sejak awal hingga akhir. Beberapa jawara yang sukses menuliskan tinta emas kemenangannya adalah Pesona 56, gaco sarat prestasi nasional koleksi Bambang AB Galeh BF Pekalongan dengan Ring AB Galeh dan PBI Silver yang aksi dahsyatnya mutlak merajai puncak tahta juara dikelas murai batu RGN. Gaya tarung ngeplay happy sembari aktif hormat juri dengan muntahan roll tembak bongkaran variasi lagu komplit, volume keras, ditambah durasi kerja konsisten awal-akhir nyaris tanpa kesalahan menjadi penentu kemenangannya untuk mengibarkan bendera Dt. Piala Raja.

Dikelas murai batu Radja giliran Gedor besutan Mojack yang berhasil memetik kemenangan lewat aksinya yang memang mempesona saat tampil di gantangan nomor 08. Tak hanya itu, squad amunisi pimpinan Mas Bintang Pradana BC Klaten ini juga sukses dikelas kenari lewat nama Limbizkidz Jr polesan tangan Vellan yang kinerja istimewanya diakui sang pengadil untuk dua kali menempati puncak podium alias double winner. “ Silaturahmi nomor 1 soal juara atau tidaknya itu nomor sekian,” ungkap Mas Bintang didampingi tim solidnya.

Kestabilan prestasi X-Pander untuk selalu tampil membanggakan Onie PG sang empunya kembali dibuktikan di laga ini. Putaran pertama sesi cucak hijau Radja dengan mudah dilewati X-Pander untuk finish podium 1, berlanjut disesi kedua cucak hijau RGN namanya nyaris kembali ke posisi puncak dengan raihan juara 2, dan masih aktif dengan kinerjanya yang memang istimewa untuk lagi-lagi tampil terbaik sebagai juara 1 disesi ketiga cucak hijau Pekalongan dengan hasil akhir nyaris hattrick.
Tak hanya X-Pander, sang punggawa juga menurunkan koleksi cendet andalannya bernama Barometer yang juga optimal mempertontonkan aksi dahsyatnya hingga sukses menyapu bersih podium puncak lewat raihan double winner. Lewat pengumpulan pundi-pundi point yang menggunung ini Onie PG ditemani Egih Sugiharja dan crew lainnya dinobatkan sebagai peraih juara umum Bird Club mengusung bendera Dt. Piala Canting V yang akan dihelat di kota Pekalongan pada Minggu 6 September 2020 mendatang.

Wawan Passhop Pekalongan juga tak mau ketinggalan mendulang prestasi lewat duet amunisi gacoan yang diusungnya kali ini, Attack dan Ijo Royo-Royo. Turun perdana pasca mabung Attack mencoba uji lapangan di arena Sragi beberapa waktu lalu dan langsung menyuguhkan hasil maksimal sebagai pemenang, berlanjut dilaga keduanya hari ini kualitas materi istimewanya kembali diakui tim juri RGN untuk nyaris dinobatkan sebagai yang terbaik disesi murai batu Pekalongan. “ Tipis banget selisih bendera koncernya tadi, alhasil harus rela bergeser di podium runner up,” tandas sang mekanik.

Berbeda cerita dengan Ijo Royo-Royo yang aksi jamtrok bongkar materi lagu komplitnya mutlak mendominasi tahta juara disesi cucak hijau RGN. “ Prestasi terakhir sebelum pandemic corona, IRR finish runner up di kota Tangerang, kemudian di laga New Normal dibukanya kembali gantangan IRR sudah beberapa kali naik tahta seperti di Randu Dongkal menyabet double winner dan di Limpung juga nyaris double winner,” tambah sang mekanik.

Mencoba peruntungan lewat kualitas amunisi gacoannya, Panglima SF Semarang juga cukup merepotkan di tahta kejuaraan Pekalongan Vaganza ini. Diantaranya lewat aksi berkualitas Dozer, cucak hijau besutan Abaz yang dalam dua kali tampilannya disesi Radja dan RGN berhasil finish di peringkat 5 dan 6. Sementara Thole polesan Pitix kurang beruntung mencicipi podium dikarenakan memang sedikit terganggu dalam pengondisiannya saat datang di lapangan pagi tadi. “ Gak dapet tempat yang nyaman buat dia mandi, jadi kurang maksimal kinerjanya. Tapi tidak masalah, bisa kita kondisikan di event selanjutnya,” ungkap Pitix mewakili Panglima SF yang memantabkan diri untuk siap meramaikan event-event akbar selanjutnya.

Penantang serius datang dari gaco Mr. Deden Ep Team Pwt Tnt dengan jagoannya Raja Dayak. Kinerja maksimal dikelas Cucak Ijo Radja mendapuk Raja Dayak menempati podium runner up. Jagoan Mr. Deden boleh dibilang salah satu penantang serius dikelas Cucak Hijau, dengan materi tonjolan irama lagu yang sangat dahsyat serta gaya penampilan super jamtrok mampu memberikan perlawanan dikelas utama Cucak Hijau.

Lewat pengumpulan point kemenangan yang dihasilkan sederet amunisi usungan Susu Murni SF kawalan Oky Solo, Oyek sang punggawa dinobatkan sebagai pemenang juara umum Single Fighter. “ Terimakasih atas support rekan-rekan semua, kita gas lagi di event selanjutnya,” ungkap Oky Solo kepada mediabnr.com. (kiky)




