
MediaBnR.Com – Gelaran Presiden CUP IV yang dilaksanakan 2 Oktober di Parkir Selatan Senayan dihadiri puluhan ribu kicaumania antar daerah. Semua provinsi kecuali Papua semua hadir menjadi satu di Parkir Selatan Senayan. BnR Indonesia memang sudah tidak asing lagi di kalangan kicaumania yang selalu sukses menggelar kemasaan akbar. Jumlah peserta 6600 dengan menggunakan 4 lapangan membuat decak kagum para kicaumania setanah air. Bangga menjadi kicaumania bagaimana tidak acara yang diadakan 2 tahun sekali ini. Diliput langsung oleh media luar negeri dan antar bangsa yang memang sudah menunggu gelaran Presiden CUP IV. Banyak komentar yang dilontarkan oleh para peserta terhadap sosok Bang Boy. “Dari dulu mulai Presiden CUP I sampai sekarang ini sutradara semua kita tahu ya Bang Boy”.
Memang sosok BnR Satoe ini yang selalu membuat inovasi dan sensasi dalam dunia perburungan. Selalu menjadi pusat perhatian dan karyanya dirasakan seluruh tanah air. Seperti yang disampaikan beliau dalam sambutan di saat acara pembukaan Presiden CUP IV. “Aku bangga dengan kalian para kicaumania yang telah bersama sama selama 2 tahun terakhir ini. Berhasil menangkaran burung jenis pleci dan ciblek dan kedepan kita bersama sama mencoba jenis burung lain,” kata Bang Boy.

Sosok yang selalu berjuang untuk dunia burung dan membangun ekonomi kerakyatan dalam dunia burung ini. Selalu berjuang tanpa pamrih kawan disanjung lawan dirangkul bagi beliau semua adalah satu yaitu kicaumania. Dalam dunia burung dan dimanapun suka dan tidak suka selalu ada dan itu terjadi. Langkah beliau yang sebenarnya hasilnya bukan untuk beliau tapi untuk masyarakat banyak ada juga yang tidak menyukainya.
“Kalau sampai orang itu tidak suka terhadap Bang Boy lebih baik keluar dari komunitas burung ini! Jangan bicara dan mengatas namakan kicaumania atau akar rumput yang jelas. Kicaumania dan semua akar rumput sangat menyayangi Bang Boy dan mengucapkan terima kasih Bang Boy tetap berkarya di dunia burung ini,” kata semua kicaumania dan akar rumput yang berkumpul bersatu di Parkir Selatan Senayan.

Kita hidup dalam suatu komunitas yang saling harga menghargai dan saling bantu membantu. Kalau terpikir ingin seperti BnR bergerak dan buktikan karya bukan dengan kata tapi dengan nyata. BnR Indonesia bukan hanya di negara kita saja dikenal tapi sampai ke pelosok luar negeri. Di saat orang berbicara burung orang akan langsung menyebut BnR dan Bang Boy. Image ini tidak akan tergeserkan oleh siapapun dan dengan cara apapun karena semua sudah melekat di hati pecinta burung. Sedangkan sosok Bang Boy sediri sudah diakui oleh dunia akan gerakan konservasi yang dilakukan tanpa bantuan pemerintah. Kalau bicara tentang dunia burung Yayasan BnR yang ditunjuk oleh beberapa LSM luar negeri dan resmi. Untuk menjaga dan meyelamatkan burung dan menambah populasi burung. Tapi memang cara yang dilakukan BnR ini sangat unik yang membuat decak kagum para LSM luar negeri.
“Semua berkat kita semua saudara-saudaraku kicaumania se-nusantara kok bukan karena aku. Kita dalam menjalankan program harus kita lihat dulu kebiasaan masyarakat kita. Bukan dengan main larang orang aturan ini itu tapi berhasil tidak burung tersebut. Orang tidak diambili burung tersebut akan punah dengan sendirinya karena populasi penebangan liar bener nggak. Tapi disini aku mengajak merangsang para komunitas setelah berlomba burung ditangkarkan dan lihat semua berhasil program BnR. Pleci dan ciblek berhasil dengan baik padahal pleci dan ciblek ada di pasal 7 tahun 1999. Jadi jangan coba jadi pengadil kalau diri kita sendiri tidak pernah bertindak adil,” kata Bang Boy sambil tersenyum.
Sebenarnya ada makna di balik perkataan Bapak Perburungan Indonesia ini lebih kurang. “Jangan hanya bisa bicara dan berkata tapi bertanya pada diri mu. Apa yang telah engkau berikan kepada dunia burung ini dan kepada masyarakat burung?” (red)


