Road To Piala Pasundan

MediaBnR-Salatiga, Road To Piala Pasundan terselenggara sukses di lokasi Gantangan Karebet-Salatiga pada Minggu (17/04/2022), dan berikut beberapa nama jawara yang tampil gemilang untuk dapat mengibarkan bendera markas kebesarannya masing-masing.

Taman 78 asal kota Semarang komando Wowo mencoba menduetkan gaco andalannya dikelas cucak hijau, yakni Dipsy dan Panglima Kumbang yang sengaja diturunkan bersamaan disetiap sesi yang ada. Hasilnya pun dapat dikatakan cukup maksimal, dimana keduanya selalu sukses menduduki podium juara. Dipsy yang khas dengan jaya jamtrok dan bongkar variasi isian tembakan panjang-panjangnya berhasil menyabet posisi juara 2 dan 4, disusul aksi Panglima Kumbang yang juga tak kalah ekstrem mengeksplore kualitas andalannya untuk sukses mengantongi juara 2 dan 3.
Selain menurunkan duet cucak hijau sarat prestasinya ini, Wowo beserta tim solidnya juga mengandalkan aksi jago dikelas kenari, yakni Soimah yang begitu tampil memukau untuk sekaligus dapat menggandakan kemenangannya sebagai double winner. “ Dipsy dan Panglima Kumbang biasanya gantian main selang seminggu di event berbeda, dan baru kali ini kita test drive turunkan bareng. Alhamdulillah aksi duetnya cukup maksimal meskipun kondisi Panglima Kumbang baru beres mabung, semoga kedepan bisa lebih stabil untuk dapat meramaikan persaingan di event-event selanjutnya,” ujarnya.
Ternyata amunisi kenari dengan nama Soimah baru saja di take over Wowo di event ini setelah turun gantang sesi pertama tadi yang notabene sudah dalam pantauannya sejak hari Jumat lalu pasca dinobatkan sebagai double winner di gelaran special Pancalaras BC. “ Jumat kemarin tanpa sengaja lihat performanya yang memang luar biasa dengan pembawaan durasi panjang, irama lagu indah, volume keras, dan jedanya rapat banget. Langsung deh jatuh cinta, tetapi tidak serta merta kita transaksi, dan baru dipantauan kedua hari ini, kita janjian kemudian dengan mengucap Bismillah, DEAL !!!,” tandasnya.

Githu, penangkaran kenari postur dengan bendera Gudang Kecil dibilangan wilayah Muntilan adalah owner sebelumnya dari Soimah yang menceritakan bahwasanya mantan anak didiknya ini memang sudah sering kali menjuarai event-event sekitaran, bahkan tak sedikit rekan kenari mania papan atas yang jatuh hati dan hendak meminangnya. “ Kebetulan hari Jumat kemarin saya pulang ke Semarang dan mampir mainkan Soimah dulu di Pancalaras BC, berawal dari situ kita mulai negosiasi dan hari ini dipantau lagi sekalian searah saya balik ke Muntilan. Ya, mungkin jodohnya memang sama Om Wowo Taman 78, saya pulang dengan sangkar kosong jadinya,” papar Githu.

Nyaris senada dengan kisah di atas, murai batu Spiderman yang juga belum lama ini di take over oleh H. Jayen punggawa SKBC Kudus. Hari ini, di uji laga keduanya pasca pindah tangan Spiderman memberikan bukti nyata kualitas serta kestabilannya untuk nyaris menyabet podium double winner. “ Spiderman baru dua kali event saya turunkan, pertama kita coba di gelaran kota Pati langsung point nyeri 1-1, kemudian hari ini di kota Salatiga kembali mencatatkan namanya di tahta juara 1-2. Rencananya saya turunkan lagi di event BnR Semarang besok Minggu 24 April, tapi lihat kondisinya dulu,” ungkapnya.

Dari kota yang sama turun dua gacoan handal bernama Mad Codet besutan Robert Goo yang sukses finish terbaik dikelas cucak hijau Radja, disusul aksi dahsyat ATM koleksi H. Fauzi yang juga berhasil finish podium juara 3 dikelas cucak hijau RGN.

Aksi borong juara sukses disemat oleh sederet squad amunisi jebolan markas besar Bodronoyo SF feat Umara BF Salatiga komando Mr. Benedix Sies yang mendominasi persaingan ketat dikelas burung anis kembang. “ Hari ini di gelaran Road To Piala Pasundan kita menurunkan 4 amunisi yaitu Black Dragon yang finish juara 1 dan 3, Zulfikar Jr juara 2 dan 2, kemudian pastol dengan nama Dollar yang mulai kita upgrade event setelah berhasil nyeri di Banyuputih pekan kemarin, tapi hari ini belum hoky, dan juga Naga Mas yang tadi telat kerjanya. Semoga kedepan bisa lebih maksimal dan lebih solid lagi berkolaborasi untuk memeriahkan kompetisi di event-event besar selanjutnya,” tukas beliau.

Misi silaturahmi Fahrizal yang hadir cukup jauh dari kota Ukir mengusung dua amunisi sarat prestasinya dikelas burung kenari ini cukup membuahkan hasil maksimal untuk dapat membanggakan Dt. Piala Bupati Jepara. Tampilan aksi ngedur buka tutup rapat dengan gelontoran lagu panjang-panjang berpower keras sukses ditampilkan Mat Sadek untuk mutlak dinobatkan sebagai yang terbaik disesi kenari std kecil RGN, disusul aksi Kinetik yang juga cukup merepotkan persaingan lewat raihan prestasinya di podium juara 6 sesi kenari std kecil Tingkir. “ Pokoke yakin aja Om, berangkat sendiri wanih, tanpa kenal sana-sini sebagai tanda hadir sekaligus mensosialisasikan gelaran di kota kami dengan tajuk Piala Bupati Jepara yang akan terselenggara 22 Mei 2022, kami tunggu partisipasi rekan-rekan kicaumania Nusantara di Pantai Bandengan-Jepara,” ujarnya.

Sepertinya Mr. Otong punggawa Sengkuni SF Purwodadi harus legowo menyaksikan gaco andalannya dikelas kacer dengan nama Scatter tergeser dua kali ke podium juara 5 dikedua laganya hari ini. “ Ya inilah kompetisi, kita harus siap menghadapi kenyataan antara menang atau kalah, yang penting kita sudah puas lihat burungnya kerja maksimal, selebihnya keputusan juri,” cetusnya.


Ketatnya persaingan di perebutan podium juara umum Single Fighter berhasil ditaklukkan oleh Bunda Putra-Putri SF asal kota Solo, tentunya berkat kekompakan crew yang berjuang solid bersama sederet squad amunisi yang turun all out hari ini. “ Terimakasih atas support crew Bunda Putra-Putri SF serta rekan-rekan kicaumania, semoga prestasi ini dapat kita pertahankan kembali di event-event selanjutnya,” ungkap sang punggawa.

Sementara podium juara umum Bird Club berhasil disemat oleh tim Dt. Piala Pakualam yang juga solid berjibaku bersama sederet squad amunisi andalannya dan juga support penuh dari para kolega demi satu tujuan untuk menggalang dukungan kicaumania dapat memeriahkan gelaran kolosal tersebut. “ Segera amankan tiket anda dan kami tunggu kehadirannya di Piala Paku Alam X yang akan terlaksana 19 Juni 2022 mendatang di lokasi area parkir Stadion Sultan Agung, Bantul-Yogyakarta,” papar Gus Faiz mewakili crew. (kiky)

