LOMBA PESUT CUP 1-SAMARINDA KALTIM

Mediabnr – Nama besar Pesut SF dari Samarinda Kaltim merupakan Single Fighter yang malang melintang dikancah perburungan Nasional bahkan boleh dibilang Ikon Kaltim diperburungan. Usai sudah lomba kicauan Pesut Cup 1 (27/6) berlokasi di Gantangan Aubry jalan Juanda 6 Kota Samarinda Kaltim dengan kawalan kru juri Independent.
Hal menarik sekaligus fenomenal dari Pesut Cup 1 adalah angka 1.790 tiket terjual ludes dari 36 kelas yang diperlombakan dan merupakan rekor tertinggi penjualan tiket pada satu gelaran di kota tepian Kaltim bahkan Kalimantan dikarenakan saat masa pandemi covid 19. Sebelum lomba dilaksanakan untuk kelas Cucak Hijau dan Murai Borneo full gantangan 72 dari 6 kelas masing-masing, bahkan banyak kicaumania yang tidak kebagian tiket. Terlihat antusias begitu tinggi kicaumania pada gelaran Pesut Cup 1 untuk yang perdana. “ Terimakasih atas partisipasi kepada semua rekan kicaumania baik dari Kaltara, Kaltim, Kalteng juga Kalsel serta pulau Jawa sehingga Pesut Cup 1 sukses dan berjalan lancar,” kata Indra Andong. Tanpa kalian kami Pesut SF bukan siapa-siapa, tambah Andong pemilik Love Bird legendaris Awewe.

Kelas yang diperlombakan mengacu pada burung kesayangan dan andalan Andong yang sudah melegenda di kontes Nasional yakni Awewe, Slebor, Jahanam dan Amel. Galaxy BC dinobatkan sebagai juara Bird Club dengan point 2.825 point sedangkan RPD BC berposisi Runner Up Team memiliki 1.475 point. Sementara Kaisar SF dimotori H. Didit meraup 675 point tampil sebagai juara Single Fighter, Runner Up perorangan jatuh kepada BKS SF dengan 350 point. Ada 5 predikat burung terbaik yang disandang Galaxy BC yakni Cucak Hijau Tasbih punya H. Helmi, LB Paud RX-21 milik Rudi, LB Fighter R-125 besutan Yago, Pleci Nagamek punya 2 R, Konin Black Fast andalan Hendy serta Kacer Bebas Semut Ireng burung kesayangan Adi. Sedangkan Maharaja Kacer Ning dari RPD BC, Kenari Bebas Standart bernama Thor milik Empye dimana kedua burung diatas mencatat sebagai terbaik tergabung dalam RPD BC. Sementara Love Bird bebas aksi ada Xenia milik Aing dari Padepokan SF mencuat sebagai burung terbaik.

Banyak kalangan kicaumania yang hadir memuji dan terkesima serta takjub. Bagaimana tidak, untuk piagam Pesut Cup 1 didesain khusus berkesan istemewa, terlebih untuk piala eklusive juara 1,2 dan 3 serta juara Bird Club dan Perorangan juga Runner Up tampak sangat mewah, bahkan ada yang celutuk Piala juara Bird Club dan Single Fighter sangat besar dan mirip dengan piala Champion. “ Luar biasa antusias kicaumania, sukses buat panitia, selamat buat Andong Pesut SF,” terang Tri Mataram pemain kawakan Kaltim yang melihat langsung jalannya lomba.
Didit dari Kaisar SF menuai predikat burung terbaik lewat andalannya MB Suramadu. “ Alhamdulillah MB Suramadu dan lainnya bisa tampil maksimal dan meraih juara perorangan,” tandas H. Didit sumringah. Walaupun sempat turun hujan pada sesion kelima, akan tetapi itu semua tak menyurutkan animo besar kicaumania untuk menurunkan gaco-gaco terbaik mereka sekaligus meramaikan lomba Pesut Cup 1. MB Keong Racun milik Juna (Gunawan) dari RPD BC juga mencuat dengan meraih hasil sebagai juara pertama ditemani istri tercinta dan buah hatinya.
Harapan kedepan semoga bisa kembali menggelar lomba Pesut Cup 2 dengan kemasan yang lebih mewah, karena saat gelaran perdana untuk meramaikan juga silaturahmi dengan sesama kicaumania dan tak menyangka antusias kicaumania begitu tinggi, juga sangat puas akan kinerja Juri dan panitia yang sigap melayani dengan sepenuh hati kicaumania, tutup Indra Andong juga Andung Harijadi selaku ketua pelaksana Pesut Cup 1.
Eddy Wang.















