TEROR MENCEKAM MESIN JAHIT, HAMMER, SENSITIF & JAGUAR DI MAPOLDA JATENG

Anton Tepos BC Jepara-Mesin Jahit sapu kelas utama Kapolda

TEROR MENCEKAM MESIN JAHIT, HAMMER, SENSITIF & JAGUAR DI MAPOLDA JATENG

MEDIABnR.COM – Minggu (16/12). Inspektur Jendral Polisi Drs. Condro Kirono, M.M., M.Hum., selaku Kapolda Jateng memimpin langsung gelaran lomba akbar Piala Kapolda Jateng kawalan Radjawali Indonesia di Halaman Gedung Borobudur Polda Jateng, Jl. Pahlawan No.1 Semarang. Beberapa nama jawara papan atas terlihat mencekam memberikan terornya di Mapolda Jateng ini.

Diantaranya Mesin Jahit  cucak hijau debutan Anton Wijaya  dari Tepos BC Jepara berhasil boyong 1 buah sepeda motor setelah berhasil taklukkan kelas utama cucak hijau Kapolda. Dengan kondisi full gantangan Mesin Jahit mampu taklukkan lawannnya dengan bermodal volume dahsyat serta tembakan beruntun yang sering dikeluarkan sehingga benar-benar mencuri perhatian para juri. “ Yah saya benar-benar sempatkan untuk melihat penampilan Mesin Jahit secara langsung di event spektakuler ini, gak sia-sia pokoknya dan sangat memuaskan hati saya meski belum tampil maksimal menurut saya,”papar Anton Tepos BC yang baru pulang dari Jepang ini.

Posisi runner up ditempati oleh Gareng polesan Mas Wid Oche dari Kudus yang juga tampak hebat mengolah materi-materi pamungkasnya di arena. Alhasil, point membanggakan pun mampu diraih untuk menyempurnakan sederet prestasi yang telah disabet sekaligus membuktikan kualitas sejatinya di ajang papan atas. “ Kestabilan Gareng kian teruji dimana pekan lalu ia juga tembus di Road To Piala Kapolda yang dihelat di kota Kudus. Semoga kedepan semakin membanggakan dan Insyaallah Gareng kami boyong melawat ke kota Gudeng, mohon doanya,” ungkapnya.

Masih dikelas jamtrok mania nama Alpukat juga kembali menghiasi tahta kejuaraan. Gaco sarat prestasi debutan Yudi Istana dari kota Wonosobo ini mampu tampil optimal untuk menyabet podium 1,3 dan 5 mengandalkan durasi aktif kerjanya yang stabil memuntahkan isian-isian dahsyat. Meski telat dipenampilan awal, dengan cekatan ia langsung mengubah strategi untuk meningkatkan performa dilaga berikutnya hingga moncer di podium terbaik. “ Semakin malam semakin kejam aksinya,” cetus Iko sang mekanik.

Partai neraka yang sarat gengsi nasional terpapar dikelas murai batu, dan lagi-lagi gaco andalan H. Rifai Kudus yang memang telah teruji kualitas diatas rata-ratanya di berbagai gelaran prestisius lintas EO ini menjadi inspiratornya lewat balutan sempurna materi yang dipertontonkan. Aksi tarung layaknya sang raja ekor panjang ini begitu menggoda dengan alunan rapat roll lagu isian kasar yang ditopang kuat oleh variasi pukulan panjang diakhir pembawaannya untuk selalu aktif menutup durasi kerjanya. Tak pelak, podium juara dikelas pamungkas Kapolda berhadiah utama 1 unit motor ini dipercayakan kepada Hammer dengan point mutlak. “ Alhamdulillah,” ungkapan penuh arti yang disampaikan H. Rifai.

Tak kalah bergengsi kelas murai batu 36G yang sudah pasti diikuti jagoan-jagoan terbaik kicaumania, Sensitif mengawali langkah prestasinya di ajang nasional lewat keberhasilannya menaklukkan kompetisi ini. Berbekal prestasi sebelumnya, ia terlihat mantab mengeksplore kemampuannya dengan optimal ketika bersanding tarung bersama senior-senior tangguh yang lebih dulu menapaki. Hasilnya pun diluar dugaan, materi unggulannya mampu mendominasi persaingan hingga dinobatkan sebagai yang terbaik disesi 36G A. “ Luar biasa…, rasa senang, bangga, haru campur aduk jadi satulah pokoknya. Sesuatu banget rasanya bisa menjuarai di event sebesar ini. Sebuah motivasi baru bagi kami untuk kedepannya bisa lebih baik dan stabil lagi,” pungkas Om Dewo Mahesa SF Weleri sang empunya selaku salah satu tokoh pilar Weleri All Star siang hari ini.

Sedangkan kelas 36 G sesi B berhasil dikuasai oleh Patimura  murai batu milik Osnan Semarang ini benar-benar kerja full durasi dengan tipikal burung roll speed serta variasi lagu yang dibawakan sangat bervariatif dan menonjol sehingga tidak bias diikuti oleh lawan-lawannya. “ Patimura ini hasil breeding dengan indukan trah Mahameru dan kita kasih ring silver PBI dikaki kiri dan ring Ast dikaki kanannya, saya pikir meleset dari yang saya harapkan karena kurang pantauan juri eh ternyata 4 juri tancapkan koncer A dan Alhamdulillah juara 1,” jelas Astono yang mengawal Patimura dengan semangat.

Tak disangka sangkar harian berwarna coklat itu selalu tertancap bendera koncer A mutlak, kacer kerja full 1 titik dengan speed yang sangat rapat didukung gaya full action serta lagu gereja tarung dan pelatuk sampit dibawakan secara bergantian hingga memedihkan telinga ini, tak hayal begitu turun banyak kicaumania yang ingin meminangnya. Upin nama kacer misteri ini milik WW Angga asal Surabaya yang juga memiliki senjata kapas tembak dan prenjak menjadi idola semua kicaumania yang hadir digelaran ini. “ Banyak sih yang ingin meminangnya tapi sengaja saya tolak karena memang belum ada niatan kami jual dan juga ingin menambah referensi kejuaraan dulu,”ucap Ari KRP asal Jogja sang pemoles Upin.

Podium runner up kelas kacer diposisikan oleh Ankara garapan Foead Alaina dari crew Biasa SF. Track record kestabilan prestasi serta kualitas mumpuninya kembali teruji dikala ia bertarung dengan jago-jago papan atas full gantangan yang memenuhi ajang ini. “ Hoky hari ini di podium runner up sepertinya, gakpapalah apapun hasilnya harus disyukuri, semoga event berikutnya bisa lebih maksimal lagi,” papar Foead yang sebelum hadir ke Piala Kapolda menyambangi lebih dulu latpres terdekat mengikuti ajang Perang Bintang Kacer berbekal podium runner up.

Kelas cendet di ajang ini mutlak dirajai oleh Jaguar besutan Dian SRG sebagai pemenang double winner mengusung bendera Weleri All Star. Persiapan kematangannya mengikuti ajang yang digadang-gadang ini berbuah manis, istirahat yang cukup dengan strategi settingan tepat yang dikelola oleh TriStar Pantura yakni Endro Jip, Sanubari dan Yustiar ini mampu memaksimalkan kinerjanya untuk telak menyisihkan perlawanan rival.

Posisi runner up ditempati Panglima milik Pandu Baskara asal Jogja berbekal senjata jangkrik dan belalang serta tipe roll speed mampu mematahkan lawan-lawannya, cendet yang sebelumnya menjuarai even Pakualam 2018 dan Kambing Hitam 3 ini menonjol dengan  gaya ndengklak  serta volume tembakan yang dahsyat seperti suara pukulan sendok di sebuah mangkuk. “ Yah emang itu suara seperti jual bakso (ting ting ting) yang dapat mencuri perhatian juri karena lain dari lainnya, Alhamdulillah bisa stabil lagi setelah hamper beberapa tahun burung sempat trouble,”aku Pandu yang mengusung Gerobak SF Jogja. Dengan posisi yang sama namun beda kelas Bintang Pantura milik Sandhy dari udin trophy berhasil menempati posisi runner up juga dimana sebelumnya berhasil menjuarai di event Anjasmoro Lamongan.

Wisanggeni love bird milik Herry Dewa asal Wonosobo berhasil boyong 3 kejuaraan di event ini, love bird dengan warna hijau ini memiliki durasi hitungan menit setiap kali melontarkan tembakan. Sedangkan Zeus milik Hokky Karfeed meski datang terlambat namun berhasil menyabet juara kelas-kelas urutan pertengahan hingga 3 kelas yang diikutinya poin semuanya. “ Yah saya hanya bawa Zeus karena jago sebelumnya mati setelah beberapa bulan saya off kan dari gantangan karena sakit, Alhamdulillah penggantinya bisa setara dengan andalan saya sebelumnya,”terang Karfeed kepada media BnR.

Beda halnya dengan Srikandi  love bird milik David Pamudji BA SF Semarang sejak tahun 2015 prestasi gemilangnya hingga saat ini masih bertahan alias stabil prestasinya, di gelaran ini Srikandi hampir masuk 3 besar dikelas Phoeniex  namun sayang terpaut bendera koncer B1 saja. “ Alhamdulillah Srikandi masih stabil meski usianya sudah tua dimana angkatan sejajarnya sudah pada hilang namanya namun Srikandi masih eksis, sayang bendera koncernya terpaut 1 bendera B saja jadi gak bisa masuk 3 besar,” papar David yang masih berlayar di Malaysia.

Keseluruhan gelaran lomba dapat berjalan dengan lancar sejak awal hingga usai sekitar pukul 11 malam tanpa adanya kendala yang berarti. Mengiringi berakhirnya acara, sampailah pada puncak ceremony pengumuman juara umum yang didominasi nama-nama pasukan tangguh Weleri All Star dan Mas Saddam sebagai komando Lurik Pedan SF.

Otomatis untuk tahta juara umum Bird Club sukses diraih oleh Weleri All Star dengan point mutlak yang tak terkejar oleh kandidat lainnya saat itu. “ Alhamdulillah, target kami mengibarkan kota Weleri dan sekitarnya tercapai sudah. Kerja keras rekan-rekan semua terbayar lewat kemenangan ini. Ini bukti kekuatan besar hasil kolaborasi solid kita yang sepatutnya selalu kita jaga untuk seterusnya. Terimakasih kepada Chandra BBF, Dewo Mahesa SF, Mbah Manten Nawangga SF, Pak Camat, Tian Blues, Alas Roban BC, Aris Berlian SF, TSBC, Lhekrec BC, Rian RBF, Sumber Raya SF, Mahin Parijoto, Wahyu Irmaga BC serta seluruh rekan-rekan yang tidak bisa kami sebutkan satu persatu, semoga kebersamaan ini langgeng untuk selamanya dibawah satu bendera Weleri All Star sebagai wadah kekeluargaan kita bersama,” ungkap Dian SRG didampingi Slamet SRG dan seluruh crew Weleri All Star sembari mengangkat tropy juara BC bersama-sama. Podium runner up juara BC ditempati oleh AF Jepara komando Mian.

Demikian juga dengan sabuk juara umum Single Fighter terbaik dengan seksama dinobatkan kepada Mas Saddam-Lurik Pedan SF Kalaten dimana sederet squad amunisi andalan yang diturunkan mampu menorehkan prestasi tertinggi untuk dapat mengumpulkan pundi-pundi point menggunung yang tak dapat dikejar oleh lawan. “ Terimakasih atas kepercayaan dan dukungan teman-teman semua yang dengan solidnya mengibarkan bendera Lurik Pedan SF Klaten, semoga kita bisa mempertahankan prestasi ini di event-event selanjutnya,” ungkap Mas Saddam.

Mengiringi sebagai runner up juara umum SF ditempati oleh Robert punggawa Buldoser SF Semarang yang juga terlihat solid mengondisikan amunisi-amunisi terbaiknya untuk bisa bersaing ketat memperebutkan tahta kejuaraan di event bergengsi ini. “ Luar biasa, menjadi kebanggan tersendiri bagi kami khususnya kicaumania akar rumput kota Semarang untuk bisa bersanding dengan prestasi teman-teman semua,” pungkasnya.

Diakhir acara segenap panitia serta seluruh jajaran yang bertugas di Piala Kapolda Jateng menyampaikan terimakasih kepada seluruh kicaumania dan pihak lainnya atas partisipasi dan dukungan yang sangat luar biasa ini. “ Kami memohon maaf yang sedalam-dalamnya atas segala kekurangan dan kesalahan yang ada, salam Radjawali Terbang Tinggi,” tutup Pay RI mewakili panitia. *team

BACA JUGA : DAFTAR JUARA PIALA KAPOLDA JATENG BERSATU-SEMARANG (16-12-2018)


GALERY FOTO :

AF Jepara raih runner up juara BC
Ajang kumpul berbagai lapisan kicaumania Nusantara
Alpukat milik Yudi Istana Wonosobo, makin malam makin kejam
Ankara besutan Foead Alaina raih runner up
Anton Tepos BC Jepara-Mesin Jahit sapu kelas utama Kapolda
Crew Weleri All Star rayakan kemenangan juara umum BC
Dian SRG andalkan Jaguar cetak double winner
H. Rifai andalkan Hammer sapu kelas utama murai batu Kapolda
Hammer milik H. Rifai Kudus
Herry Dewa Wonosobo banggakan penampilan Wisanggeni nyeri runner up
Jefri VJ siap exis kembali mewarnai dunia kicaumania
Kapolda Jateng-Inspektur Jendral Polisi Drs. Condro Kirono, M.M., M. Hum.
Lurik Pedan SF komando Mas Saddam raih juara Single Fighter
Mas Wid Oche Kudus andalkan kestabilan Gareng
Panglima milik Pandu Baskara Runner up dikelas Wakapolda
Partisipasi Raka BPOP memeriahkan gelaran
Patimura kuasai kelas 36 G kelas B asuhan Astono ring silver PBI
Penghargaan kepada BnR diwakili Titut-Ketua BnR Semarang
Robert Buldoser sabet predikat runner up juara SF
Sawunggaling usung Duta 33 Semarang
Sensitif milik Mr. Dewo terbaik di kelas utama 36G murai batu
Silaturahmi Bambang AB Galeh BF Pekalongan
Srikandi milik David BA SF masih stabil ditangan Pani
Udin Trophy kebagian dikelas cendet Radjawali cuatkan Bintang Pantura
Upin tampil dengan sangkar biasa mampu nyeri milik WW Angga Surabaya
Weleri All Star raih juara umum Bird Club
Zeus nyeri di gelaran ini polesan Hokky Karfed