Tetap Ramai Meski Sepi, Jagoan Kelas Kicau Menguasai Arena Road To Kacer Vaganza

Road To Kacer Vaganza

Konin Mania Kompak

MediaBnR.com, Surabaya – BnR Brawijaya bekerja sama dengan Mr.Narko menggelar Lomba dan Pameran burung berkicau bertajuk Road to Kacer Vaganza, dimana gelaran Utamanya yakni Kacer Vaganza akan di gelar sekitar bulan Agustus mendatang di arena BnR Brawijaya yang dimotori langsung oleh Budi Robot (Ketua BnR Jatim), Minggu (31/03).

Gelaran Road to Kacer Vaganza tersebut telah sukses mengajak Kicau Mania untuk nimbrung meramaikan gelaran, meski di kelas burung lovebird terbilang sangat low, namun para pecinta kicau mania berhasil menguasai suasana ramainya acara dengan berbagai amunisi burung kicauannya. Bahkan banyak kelas kicauan yang berhasil dipadati oleh jagoan jagoan para kontestan hingga akhir gelaran. Lebih tepatnya setiap kelas burung Murai Batu, Cucak ijo, Cendet, Kacer, bahkan kelas Konin pun sukses dipenuhi burung burung andalan para kontestan.

Dan di kelas Konin yang dihadiri oleh komunitas dari berbagai daerah di Jatim ini, seperti menjadikan gelaran Road to Kacer Vaganza ini sebagai ajang kumpul bareng para pecinta burung Kolibri ninja, sebab keseruan keseruan dari punggawa Konin mampu membuat suasana lomba jadi semakin rame. Meski beberapa dari mereka tak sempat meraih kemenangan di beberapa sesi, namun dengan pemberian hadiah doorprize di kelas konin kali ini menjadi pengobat keberuntungan para konin mania.

Dikelas andalan gelaran Road to kacer vagansa, yaitu kelas burung Kacer, Jagoan dari tim Malang berhasil keluar sebagai pemenang juara pertama. Hingga kelas berikutnya di tiga kelas yang diikuti Dewa Cinta milik Irul yang sudah piawai berkicau ala kobra itu, telah sukses dinobatkan sebagai burung Kacer terbaik oleh panitia, setelah meraih tiga kali juara pertama, alias Hatrick.
Sedangkan Kacer Andalan tuan rumah, yakni Kacer Putra Dayak milik Berry Ardiles yang selalu dikawal Mr.Agus juga tak sia sia mengandalkannya, meski sempat diakui Mr.Agus di sesi kelas Utama ia merasa belum beruntung, namun semangatnya untuk kembali mengantang Putra Dayak terbilang sukses membuahkan hasil. Sebab sebelumnya diakui oleh Mr.Agus, Putra Dayak ini selain memang sudah cukup umur, pada kondisi tersebut Putra Dayak sebenarnya memang belum cukup stabil untuk naik gantangan. Kata Mr.Agus, Putra Dayak sempat jatuh bulu besarnya sebanyak 5 helai beberapa hari sebelum main di event kali ini. “Makanya dia akhir akhir ini dia memang menurun performanya” ujar Mr.Agus yang selalu murah senyum. Akan tetapi, meski demikian kondisinya, Putra Dayak masih saja mampu tampilkan gaya khas gejer gejer di satu pangkringannya, hingga pada akhirnya iapun berhasil raih dua kali kemenangan posisi runer up.
Begitupun dengan Kacer milik Pentolan RI Jatim yakni W2 yang pada tanggal 14 April Mendatang akan menggelar Kapolda Jatim Cup di lapangan Mapolda Jatim, juga turut berhasil berhasil menempati podium juara di kelas Kacer. Meski di sesi awal, Jan OK miliknya berada di podium ke tiga, namun W2 tetap optimis jika Jan OK yang biasa torehkan prestasi itu nanti pasti mampu tampil lebih istimewa di lain event.

Berbeda dengan Jan OK. Wort It, burung Murai Batu Hasil dari tangkaran W2 sendiri itu, juga sempat mendapatkan bebrapa kali juara, usai bertarung sengit dengan jagoan Murai Batu yang lain di kelas Murai Batu A. Di kelas tersebut Wort It cukup puas meraih posisi ke empatnya dengan konceran bendera B2. Namun setelah kembali naik dikelas berikutnya, Wort It akhirnya sukses meningkatkan prestasinya. Dengan tampilan Wort It yang jauh lebih apik dari penampilan sebelumnya akhirnya berhasil menempatkan dirinya sebagai juara. Sebab di saat kelas kedua burung Murai Batu, burung burung lawannya juga tampil lebih istimewa dibandingkan kelas sebelumnya. Alhasil, ketika itu Wort It masih sempat kebagian bendera koncer A1 dan B1 untuk menandakan dirinya keluar sebagai juara Runer up di kelas Murai Batu B.

Sedangkan King Yama jagoan milik Guo You yang tampil lebih gila juga sukses diganjar bendera A4 dan B1 sebagai pemenang pertama.

Burung Murai Batu King Yama asal Kota Lumajang tersebut memang patut jika saja dinobatkan sebagai Murai Batu terbaik, sebab penampilannya di setiap sesi memang selalu mampu tampil stabil, Bahkan cenderung meningkat. Tonjolan suara elang laut, Kenari, dan Kapas tembaknya juga selalu rutin ia muntahkan.

Kemenangannya tersebut, sebenarnya bisa dibilang bukan hanya kebetulan saja. Sebab kemenangannya ini juga tak lepas dari hasil rawatan Mr.Sulkan, sang pengawalnya yang selalu inten mendampinginya.

Mulai dari H – 1 ato 2 ia siapkan makan jangkrik putih, hingga mandi malam sehabis magrib dengan penjemuran setiap hari 1 jam ia lakoni. Kemudian memberi pakan kroto juga full setiap hari.
Selain itu, kunci kestabilan King Yama yang sempat menolak tawaran 120 juta itu juga tak lepas dari hasil terapi full krodong setiap hari yang dilakoninya. Maka tak heran jika pada akhirnya ia pun sukses meraih dua kali kemenangan di gelaran Road To Kacer Vaganza ini.

Selain King Yama, Mr.Sulkan yang bersama rekannya itu juga berhasil mendapatkan juara di kelas burung Punglor Merah, dimana burung teler bernama Mercy amunisi baru tim SMM SF yang turun perdana setelah diboyong dari kota Bandung itu sempat mendapat juara kedua usai naik di kelas pertama kelas Punglor Merah A.

Disisi lain, di kelas burung Cendet, jagoan milik Abah Chamto yang juga berhasil menghantar Murai Batu Gajah Mada raih juara kedua itu, berhasil juga menempatkan Cendet Kalijogo di podium kedua. Sebenarnya jika dilihat dari gaya main Kalijogo memang tak seperti biasanya yang selalu bermain di satu pangkringan. Di sesi awal kelas Cendet A, Kalijogo sering skali melakukan salto.

Hal tersebut ternyata ditengarai oleh Abah Chamto karena penempatan Sangkar Kalijogo saat istirahat di pedok tim Menteng Group, terlalu dekat dengan spiker pembantu. Dan kondisi tersebut ia sadari setelah mencari tau penyebab Kalijogo bertingkah tak seperti biasanya. Namun setelah turun dari sesi awal, Kalijogopun ditempatkan di tempat yang jauh lebih tenang, pada akhirnya Abah Chamto pun sukses mengembalikan kondisi Kalijogo meskipun diakui Abah Chamto kondisi Kalijogo belum maksimal hingga meraih posisi kedua kelas Cendet B.

Dan usai memainkan sesi terakhir di arena BnR Brawijaya ini, Budi Robot selaku Panitia mengaku bangga kepada semua kontestan yang telah hadir. Sebab harapannya mengangkat kembali kelas kicauan di Surabaya cukup bisa dibilang berhasil pada gelaran kali ini. Hingga ucapan terima kasihpun sempat terlontar langsung kepada beberapa kicau mania yang hadir dan ia sapa.
Harapannya kedepan di gelaran puncak, yakni di event yang bertajuk Kacer Vaganza nanti, ia bersama Mr.Narko bisa jauh lebih meningkatkan lagi dari gelaran pembuka kali ini. (Den!)

Dewa Cinta milik tim Black Jack raih Hatrick hingga raih tropi kacer terbaik
W2 (baju merah) dan tim Duta Kapolda Jatim Cup andalkan Kacer Jan OK dan Murai Batu Wort It untuk bawa pulang tropi
Suasana kelas Kacer
Sakau milik Bagus Jagir menangi kelas Murai Batu A
Murai Batu Marvel dan Cendet Bandar Togel milik Abah Rossi berhasil bawa pulang tropi juara
Murai Batu King Yama milik Guo You rajai kelas Murai Batu
Mr.Ipan (kaos hijau) pengawal Cendet Kalijogo milik Abah Chamto, kembali raih juara
Mr. Agus yang selalu setia mengawal Putra Dayak tetap mampu hasilkan tropi di kelas Kacer
Metallica milik Erwin Malang menangi kelas Hwamei B
Konin Virgo milik Koyyum asal KNI Pasuruan keluar sebagai pemenang pertama sesi Konin A