
Semarang (MediaBnR.Com) – Gelaran garapan Gedang Anak Berkicau (GAB) meski dibilang masih kemarin sore berdirinya namun antusias pesertanya sungguh sangat luar biasa, terbukti dikelas love bird meski sudah dibuka 3 session tetap saja banyak yang tidak kebagian tiketnya, Sabtu (26/9). “Kami panitia senang saja menambah kelas untuk love bird agar semua kicaumania bisa memperoleh kesempatan tampil di tempat latihan GAB, namun waktu yang tidak bisa dinego dengan 3 kelas saja kita selesainya sudah terlalu gelap,” papar Novan yang menjabat sebagai Korlap di GAB.
Safir kacer andalan Agus Putlez dalam kondisi sudah larut petang tetap saja kerja dengan maksimal, dengan gaya erotis serta pembawaan lagu yang selaras menjadikan Safir memperoleh koncer A mutlak dari para juri. Meski di sesi bintang Safir hanya berada di posisi runner up bersaing ketat dengan Fuady milik pak Roni Latanza Beji. “Safir memang burung yang luar biasa, dengan keadaan apapun tetap kerja meskipun kondisi gelap asal dengar suara lawan pasti kerja dengan maksimal,” ucap Putlez kepada BnR.


Musdalifah nama kenari milik Abenk Bolomanuk yang terinspirasi dari nama penjual es degan di lokasi gantangan GAB ini meski kecil namun suaranya sangat nyaring, kenari kuning jenis kalitan miliknya ini mempunyai durasi kerja yang sangat luar biasa. Kerja dari awal digantang hingga akhir burung tetap ngedur. “Musdalifah poin di durasi kerjanya, ada jeda sich paling hitungan 2-3 detik saja. Ini penampilan perdana jika sudah ketemu settingan pasnya akan saya bawa ke lomba yang lebih tinggi tingkatannya,” ucap Abenk yang berprofesi sebagai MC lomba burung saat ini.
“Gelaran Gedang Anak Berkicau dalam 1 minggu kita buka 2x yakni hari Senin dan Sabtu, kita mulai tepat pukul 15.30 Wib. Silahkan datang ketempat kami dengan harga tiket sesuai kemampuan karena kita buka termurah Rp. 5.000,- hingga Rp. 20,000,-. Tujuan kami membuka tiket murah agar pemail pemula bisa berbaur di ajang GAB ini,” terang Chorix sebagai punggawa di GAB. (LAmbanK)


