
MediaBnR.Com – Banyak peserta lomba saat burung yang telah dirawat keseharian sudah benar. Tapi saat digantangkan, burung sama sekali tidak bekerja. Sebenarnya banyak kicaumania yang tidak paham bagaimana caranya menempatkan burung di lapangan lomba.
Kadang kalau kita lihat burung burung tempur saling berdekatan saat di lapangan lomba, seperti kacer, murai dan cucak ijo saat menunggu untuk digantangkan, burung tersebut saling mendengarkan suaranya. Peserta akan beranggapan bahwa burung yang masih dikrodong bunyi berarti burung sudah siap untuk dilombakan.

Kami mewawancarai sang maestro perburungan kita yaitu Bang Boy tentang bagaimana tanggapannya agar burung pada saat digantangkan di lomba, burung bisa bekerja. “Kalau kita amati di lapangan lomba, para peserta kadang banyak yang tidak menyadari. Burung tempur saling berdekatan sebelum dilombakn. Sebenarnya walapun burung tersebut tidak membalas suara burung lain, bukan berarti burung tersebut siap akan kita gantangkan. Burung kalau kita amati dengan benar ketika dia mendengarkan suara burung lain, bisa jadi diam dan mentalnya juga akan terganggu karena pamor dari burung yang bunyi tersebut,” Kata Bang Boy mejelaskan
“Kalau aku memberikan saran, sebaiknya burung – burung tempur harus jauh jangan sampai berdekatan dengan jenis burung tempur lainnya. Kalau bisa, setelah berada di tempat jauh, buka krodongnya untuk dia adaptasi dengan lingkungan lapang lomba. Kurang dua season sebelum digantang, kita krodong kemudian kita bawa ke gantangan,” lanjutnya.

“Hal ini selalu aku lakukan disaat burung tersebut digantangkan tidak mau bekerja. Termasuk burung kenari wajib dibuka krodongnya saat di lapang lomba sebelum digantangkan. Cucak ijo pun demikian yang seharusnya krodongnya dibuka saat di lapang lomba sebelum digantangkan. Pengaruh keadaan sekitar lapang lomba besar pengaruhnya untuk burung mau kerja saat digantangkan,” tambah Bang Boy memberikan masukan agar burung bisa kerja saat digantangkan.
Memang kalau kita amati banyak kicaumania atau peserta lomba menempatkan burungnya berdekatan dengan burung tempur lainya. Kalau kita cerna masukan dari Bang Boy bahwa memang satu kewajiban burung sampai di lapangan harus dibuka krodongnya. Seperti cucak ijo ysng akan berpengaruh sekali kalau mendengarkan cucak jenggot di lapangan atau kapas tembak. Jadi kita memang pertama harus memperhatikan penempatan yang benar untuk burung – burung kita di lapangan lomba.
“Sebaiknya burung Murai, Kacer dan Cucak ijo disendirikan di lapangan lomba. Jangan sampai saling mendengarkan suara masing – masing. Kalau kenari sebaiknya mandikan saat sampai di lapangan lomba dan jemur. Kira – kira tinggal satu season sebelum diadu, baru dikrodong dan kita gantangakan,” pesan dari Bang Boy.
Masukan dari BnR Satoe ini memang berdasarkan pengalaman dan amatan dari dia sendiri. Karena itu tidak ada salahnya kita untuk mencoba cara Bang Boy disaat berlomba burung. Karena sosok Bang Boy akan selalu berbagi ilmu yang ia dapatkan sendiri. Dia adalah sosok yang paham akan burung dan selalu mengamati tingkah laku burung. Pengalamannya dalam hal permasalahan pada burung tidak dipungkiri lagi. Banyak burung kicaumania yang bermasalah dapat disembuhkan melalui sarannya. Seperti pepatahnya kepada seluruh kicaumania yaitu Ilmu itu akan sangat berguna bilamana ilmu kita dapat dimanfaatkan oleh orang banyak.
Mari kita mencoba apa yang telah disampaikan Bapak Perburungan kita ini. Karena kalah menang dalam lomba hal adalah yang biasa. Hati akan puas kalau burung yang kita rawat sehari – hari bekerja saat dilombakan. (mc)


