Berita Valentine Jogjakarta(14/03/2021)
Valentine Jogja Sukses, Aman,Terkendali,
Oresixeight Paparasi Team, Hendra SGN Juara Umum


-MediaBnR- Tanpa persiapan matang dan hanya satu minggu, Event tahunan Valentine Jogja berjalan sukses dan lancar, seperti tahun-tahun kemaren. Event ini selalu dibanjiri peserta. Tak hanya pemain lokal, luar kota, bahkan luar pulau banyak yang hadir. Walaupun di pertengahan sesi sempat terhenti sebentar karena hujan deras, namun tidak menyurutkan pemain untuk kembali menggantang jagoannya. Tepat pukul 17.10 WIB gelaran selesai.
Pada event kali ini gaco-gaco lawas masih banyak mendominasi Juara diantaranya Murai Batu, Cucak Hijau, Cendet, campuran import, Anis Merah, dsb.

Agus Joker salah tokoh Anis Merah kawakan dari kota Bandung hanya dengan membawa satu gacoan yang diberinama Rajawali. Tampil ngotot dengan mengandalkan irama lagu mewah dan power di atas serta buka ekor, Rajawali berhasil mencetak Double Winner. Ra Umum yang ditargetkan bakal menduduki 10 besar namun masih beruntung di sesi akhir berada di posisi Runner Up di kelas Whamei, Robert masih terobati dengan penampilan Ra Ngeyang yang meraih 3 besar 2 kali.

Koh Yen kolektor Cucak Jenggot dari Muntilan yang membawa bendera Duta Kampung Ulu Cup I masih bisa tersenyum sebab salah satu gacoannya bernama bidadari mampu memberikan penampilannya terbaiknya dengan mengeluarkan tembakan cililin berkali-kali nyaris tanpa jeda hingga finish akhir membukukan kemenangan Juara 1 dan 2.

Beni AP yang mengusung Duta Onesixeight Paparazi Team patut diacungi jempol dalam urusan penampilan Cendet Jawara dengan debutan baru yang lagi topform bernama Wisanggeni mampu menyapu bersih kelas Cendet dengan menyabet kemenangan Hattrick. Rencananya Wisanggeni akan turun kembali. ‘Wisanggeni kalau kondisi topform materi yang dikeluarkan komplit Cucak Cungkok, Siri-siri rambatan serta tembakan handalannya pelatuk dan cililin”ujar perawat yang tak mau disebut namanya.

Sigit KM Kedung Mulyo SF Klaten dengan Murai Batunya syarat prestasi Matahari Sakti Kali ini harus puas dengan keputusan juri. Tampil topform dengan bongkaran irama lagu kasar dan pedas serta tonjolan tembakan dasyat dan panjang, namun harus puas berada diposisi Runner Up. “Apapun keputusan juri harus kita hormati, namun masih beruntung dengan gaco-gaco lovebird hasil breeding sendiri yang mampu meraih prestasi”ujarnya merendah.

Eduard Sianturi pemilik puluhan Branjangan dari kota Jogjakarta ini selalu hadir dan ikut meramaikan event yang membuka kelas Branjangan. Kali ini turun dengan 2 gaco handal syarat prestasi Supernove dan Reborn.
Kedua gaco jenis Javanica tampil maksimal di 2 kelas yang diikutinya. Kedua burung ini dalam membawakan lagu sudah tidak diragukan lagi. Rol tembak, volume tembus serta gaya buka sayap diatas bata sesekali terbang sambi bunyi. Supernova mencetak Juara 1,2 sedang Reborn menduduki Juara 2,3. Kedua burung tersebut berencana akan digeber kembali di Event Kampung Ulu Cup I pada 11 April mendatang.

Sementara Ronald Owen dan crew hadir dengan a munisi AnisMerah, 2 Cucak hijau serta campuran import dikarenakan kendala teknisi ada beberapa amunisi yang kurang kerja maksimal. Namun masih ada yang mampu menduduki tangga Juardi antaranya Anis Merah Marquest yang berhasil menempatkan diri dijajaran podium puncak dan3 besar, sedangkan Cucak Hijau Hebah yang belum lama ditakeover kembali menunjukan performa terbaiknya dengan menyabet gelar Juara 1,2 dan 3 serta campuran import Raja Mas bertengger di Posisi 3 besar.

Kolaborasi Andri SF BjV2 Bekasi dengan Putrojoyo SF Klaten membuahkan hasil 2 Murai Batu yang dihandalkan mampu menembus jajaran Juara. BOB Marley namaMuraiBatu milik Andri BjV2 Bekasi berhasil menghiasi tangga juara.

Rudi Jago Solo kembali menambah koleksi tropy juara lewat Cucak Hijau Temoxz dan campuran import, Judika. Temokz menempatkan diri di urutan 2 besar dan 8 besar. Sementara Judika berhasil merebut Podium Utama. ”Kami hadir hanya membawa pulang tropy kebanggaan”ujar Rudy.

Persaingan dalam meraih supermasi juara Umum Bird Club sangat ketat antara Onesixeight Paparazi Team yang dipimpin langsung oleh Mevan Sanggramawijaya dengan KAW Team. Pada pertengahan sesi terlihat masih imbang dalam perolehan point. Namun di sesi-sesi akhir, Onesixeight paparazi team unggul dan berhak memboyong tropy Juara Umum Bird Club sedangkan KAW Team menempati runner up.

Sedang dalam perebutan Juara Umum Single Fighter Hendra SGN tak terkejar hingga berhasil membawa pulang tropy Juara Umum SF dan Runner Up di tempat Alex Tjio Gresik. (TOBIL/SHAFA)


