Surabaya (MediaBnR.Com) – Terealisasi sudah latihan prestasi gantangan BnR Surabaya, Sabtu (3/1). Meski usia gantangan masih seumur jagung, panitia langsung menggebrak sebagai pamacu semangat menggelar even-even selanjutnya di tahun 2015. Sempat diguyur hujan ditengah gelaran. Bahkan situasi tersebut membuat kondisi tanah dilokasi becek dan licin. Tak ayal beberapa dari peserta sempat mengalami insiden jatuh akibat tanah yang licin. Namun hal itu tak menyurutkan peserta yang hadir. Alhasil tak kurang dari 750 peserta tumplek blek di Rolak Outbound Kids Surabaya (ROKS).

Ramainya gelaran lalu tak ayal membuat persaingan sengit di 16 kelas yang dibuka. Tak hanya kicaumania Surabaya, Gresik, Sidoarjo pun Nampak menurunkan gaconya. Bahkan dari sekian peserta yang hadir, ada pemandu bakat yang sukses mengawal gaco milik kicaumania pulau Borneo.
Adalah Sunari, bersama dua putranya turun dilatpres BnR Surabaya. Ia mengawal Cucak Hijau Laskar milik Iwan Sadewa, Samarinda. Dengan materi yang dimiliki Laskar, tak pelak juri mengganjar koncer A disesi pertama Cucak Hijau. Torehan manis tersebut membuktikan Laskar mampu menggoyang perebutan juara di bumi Surabaya. Bahkan ditangan Sunari dan Eko sang putra. Laskar siap menebar terror diberbagai gelaran tanah air.
Sedangkan di Cendet, nama Vegas merangsek ke puncak podium di sesi kedua. Ditangan dingin Aris 86, burung yang mengandalkan lagu Love Bird, Cililin, Greja dan Tengkek dengan gaya nancep satu titik. Siap menjadi andalan Willy, Dinoyo yang saat ini mempercayakan padanya. Bahkan beberapa waktu lalu Vegas berhasil mengukir prestasi saat tampil di Dandim Cup Bojonegoro.

Masih dari lapangan, ada sedikit pemandangan unik di kelas Love Bird pekan kemarin. Salah satu dari peserta menggunakan sangkar kotak layaknya yang digunakan burung Cendet, Kacer dan lainnya. Namun yang membuat berbeda adalah bahan dari sangkar tersebut, yaitu dari aluminium. “Kalau dari kayu ya sudah pasti nggak bertahan lama, pasti habis digigit oleh Love Birdnya,” kata Andre sang pemilik.

Dari sekian kelas yang dijadwalkan panitia, kelas Kenari pada latpres lalu menjadi daya tarik bagi para peserta yang hadir. Pasalnya panitia menyediakan bonus bagi juara satu. Bonus tersebut diberikan panitia karena adanya bentuk dukungan dari pengelola gantangan Sabtu Ceria THR Surabaya. Alhasil jumlah peserta meningkat dari latber biasanya.
Membludaknya peserta yang hadir dilatpres BnR Surabaya lalu, tak diprediksi panitia. Saking ramainya, hingga berimbas pada lokasi parkir di ROKS. Petugas parkir harus kewalahan mengatur peserta yang hendak keluar masuk lokasi gantangan. Pasalnya, lokasi gantangan merupakan tempat pertemuan arus lalin dari beberapa kawasan sekitar Gunung Sari, Karah, Ketintang dan Jambangan, Surabaya. (Stefanus)


