Latpres Spesial Blado Wulandary BC Pekalongan

MediaBnR-Pekalongan, Buyut Fery Wisnu selaku pengkoordinir beberapa EO penyelenggara lomba burung berkicau di sekitaran wilayah kota Batang- Jawa Tengah mengemas sebuah gelaran pemanasan menuju puncak euphoria acara yang akan dilaksanakan pada tanggal 27 Desember mendatang ini. Latpres Spesial Blado Wulandary BC yang digelar Minggu (6/12) menjadi ajang pematangan panitia menghadapi helatan akbar tersebut.

“ Terimakasih atas support serta partisipasi rekan-rekan kicaumania yang begitu penuh semangat memeriahkan gelaran hari ini meskipun cuacanya tidak bersahabat dan ada beberapa gelaran EO lain yang waktunya juga bersamaan. Kami tunggu kehadirannya kembali di gelaran akbar bertajuk Wulandary Cup I pada tanggal 27 Desember 2020 di lokasi Sebelah Timur Pasar Burung Limpung (Arah Babadan)-Batang dengan tiket 300 ribu rupiah, 100 ribu rupiah, 50 ribu rupiah, 30 ribu rupiah dan 20 ribu rupiah tentunya mencakup semua lini kicaumania dan bertabur hadiah+doorprize. Monggo segerakan saja pesan tiketnya,” ungkap Om Fery.
Meski sejak pagi hari sudah diguyur hujan hingga akhir gelaran, lokasi arena yang berada di Komplek Ruko Rest Area Blado (Belakang Kantor Kecamatan Blado)-Batang ini tetap konsisten ramai dihadiri kicaumania dari berbagai kota sekitar. Tak heran apabila dikelas-kelas pamungkas selalu menyajikan perseteruan para jawara cukup ketat dalam bersaing memperebutkan podium terbaik, bahkan sampai harus rela berbagi gelar.
Diantaranya kelas murai batu dimana puncak podium diketiga sesi yang ada diduduki nama-nama pemenang berbeda. Sesi awal dikelas murai batu Wulandary berhasil ditaklukkan oleh nama besar Yoko milik H. Arief KFM SF Semarang. Gaya tarung happy ngeplay dibalut muntahan materi isian komplit sebagai senjata pamungkasnya mampu membungkam aksi perlawanan rival. “ Sebenarnya saya kondisikan Yoko turun di Road To KAW Team-Jakarta hari ini, karena batal dan sudah di setting lomba ya apa boleh buat kita buang birahinya saja di sini,” jelas beliau.

Berlanjut kesesi kedua kelas utama murai batu Mi Djaya yang berganti pemenang dengan nama Vannesa kepemilikan Oyong mengusung Duta Piala Kalikuto. Aksinya begitu cantik dan rapih dalam mengeksplore seluruh kemampuan wahidnya dalam bertarung, dan hasilnya pun mutlak dinobatkan sebagai yang terbaik. Tak hanya Vannesa, pengusung gelaran lomba yang bakal dihelat 20 Desember 2020 di lokasi Lapangan Sepak Bola Lebo, Gringsing-Batang (Google Maps Balai Desa Lebo) ini juga sukses menghantarkan kacer debutan barunya ke posisi juara runner up dikelas utama, yakni kacer yang diberi nama Suroboyo.
“ Di kelas-kelas tertentu untuk pemesanan tiket sudah sold out sampai-sampai kita harus membuka kelas tambahan lagi melihat antusias temen-temen kicaumania lintas kota lintas blok yang sangat luar biasa menghadiri gelaran Piala Kalikuto ini. Jadi jangan sampai hanya menjadi penonton saja, segerakan booking tiket anda, monggo kami tunggu support dan partisipasinya,” ungkap Hadi ARBC mewakili crew.

Sementara disesi ketiga kelas murai batu Independent giliran salah satu koleksi jawara milik Bambang AB Galeh BF Pekalongan yang sukses tampil sebagai yang terbaik. Meskipun terlambat hadir karena sebelumnya harus mengikuti laga di gelaran Launching 69 BC Batang, Maximus yang telah memenangi latpres tersebut tetap tampil konsisten dengan balutan istimewanya untuk kembali menyabet predikat juara terbaik di ajang ini. “ Main di dua lokasi berbeda dengan jarak tempuh yang juga cukup lumayan, Maximus sukses membuktikan kualitas prestasi sekaligus kestabilan staminanya, dimana hasil akhir hari ini namanya mampu menyabet predikat nyeri 1-1,” pungkas A’i sang mekanik.

Aksi borong juara berhasil disemat oleh Niko punggawa Bunderan SF lewat penampilan dahsyat duet amunisinya, yakni Brutal dan Brajamusti dikelasnya masing-masing. Untuk pertarungan dikelas cucak hijau kicaumania asal kota Semarang ini menurunkan gaco bernama Brutal yang mutlak menyabet predikat double winner dikedua sesi yang ada untuk menyempurnakan kemenangan hattrick Sabtu kemarin di gelaran latpres Irmaga BC Batang. Disusul Brajamusti yang juga nyaris double winner dikelas kacer, dimana diantaranya mutlak finish terbaik disesi utama Mi Djaya dan runner up disesi Wulandary.

Performa yang juga patut diacungi jempol sukses dipertontonkan oleh Angkara, kacer besutan Rian RBF Weleri yang siang ini mampu menaklukkan partai neraka kacer Wulandary. Aksi roll speed rapat dengan bongkaran materi mumpuni serta gaya tarung nagen patah leher menjadi senjata pamungkasnya untuk membendung akselerasi penampilan lawan. “ Alhamdulillah, Angkara tampil bagus hari ini sebagai ajang pemanasan menghadapi lomba Piala Kalikuto besok,” ujar pemilik penangkaran murai batu trah jawara ring Rian RBF ini.

Diakhir gelaran segenap jajaran panitia menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya apabila dalam menjamu kicaumania hari ini masih terdapat kekurangan maupun kesalahan. “ Sampai jumpa di gelaran Wulandary Cup I 27 Desember mendatang,” tutup Om Fery. (kiky)





