
Purwakarta (MediaBnR.Com) – Aksi panggung Rengganis, Kacer, milik Mr.Aden Purwakarta memang tak perlu diragukan. Tiga kelas yang diikutinya berhasil membelalakan seluruh mata kicau mania lainnya diluar arena pada kontes yang digelar BPI Kicau Mania bareng Oriq Jaya, dalam acara Grand Launching Oriq Jaya di lapang BPI Kicau Mania, Minggu (6/9), lalu.
Tampilan apik yang juga membuat juri kebingunan, terjadi pada pertarungan Cucak Jenggot. Hampir 15 menit penilaian akhirnya dewan juri yang di komandani Mr.Uus Garut memutuskan si Marinir, milik Rizky Japran KMP 008 CJKJB 0160 juaranya. Ia pun berhak memboyong trofi yang disediakan panitia.
Sementara dikelas Love Bird (LB). Si Mochie, LB kesayangan Yunk Art dari KLI Purwasuka berhasil merajai kelas Oriq Jaya. Namun di sesi 16 gantangan, Mochie harus mengakui kehebatan lawannya, yakni si Gotik, LB milik N’te Jenggot dari KPK Manggis. Di sesi terakhir kontes atau dikelas Pakan Kenari, LB, bernama Joly, milik Arif Felix dari Kanaga TJM Cahaya Utama berhasil memboyong hadiah.
Secara umum jawara pada gelaran kicau mania Oriq Jaya-BPI ini yaitu Mr.Tio GG. Hampir semua kelas yang diikuti, burung-burung kesayangannya berhasil meraja. Hanya di kelas manuk Kaca Mata atau biasa disebut Pleci, burung Mr.Culay yang diberinama Kayla yang menjadi juara.
Sekedar informasi, bulan ini (September) adalah hari jadi BPI Kicau Mania Purwakarta yang pertama. Dalam memperingatinya, pihak BPI berencana menggelar kontes besar-besaran pada 20 September 2015, nanti.
Ketua BPI Kicau Mania, Reza Sunarya mengatakan, pada gelaran nanti pihaknya akan memberikan berbagai hadiah menarik. “Pokoknya akan bertabur hadiah juga bonus,” ujar Reza.
Selama BPI Kicau Mania berdiri, Reza Sunarya mengakui, banyak kelemahan yang dilakukan. Namun hal tersebut tidak lantas membuat BPI Kicau Mania menjadi kecil hati. Sekecil apapun kritikan tetap dijadikan bahan untuk terus berbenar diri guna menciptakan profesionalitas yang pada akhirnya bisa memberikan kepuasan pada kontestan.
Reza pun berkomitmen, pihaknya akan terus melakukan pembinaan terutama pada juri untuk memberikan penilaian secara objektif, jujur dan adil. Selanjutnya, non teriak tetap akan dijadikan patokan yang tidak bisa diganggu gugat. “Karena dengan berteriak akan mengganggu konsentrasi juri. Jadi kalau ingin burung anda juara ikuti aturan kami,” ungkapnya menutup pembicaraan. (red)
Kumpulan Galeri








