Mediabnr – AKP Sutowo, SH. terjun langsung membuka gelaran Kapolsek Tahunan Cup I yang terselenggara di lokasi Gantangan Pasar Ngabul-Jepara pada hari Minggu (25/11). “ Jajaran kepolisian dalam hal ini Polsek Tahunan sangat mendukung kegiatan-kegiatan positif masyarakat seperti lomba burung berkicau yang sedang kita laksanakan hari ini, terlebih berkaitan dengan konteks kepedulian terhadap sesama dimana semua hasil dari lomba ini akan didonasikan kepada saudara-saudara kita korban bencana gempa di Palu, Sigi dan juga Donggala. Semoga bermanfaat,” kutiban sambutan Kapolsek Tahunan-Jepara ini.
Lomba yang diarsiteki Kaky RJS beserta tim solidnya ini menuai sukses lewat kemeriahan gelaran yang nampak baik sebelum, selama maupun sesudah acara dimana setiap moment kegiatan selalu diiringi euphoria kicaumania yang sangat luar biasa. “ Di event ini kami mewadahi teman-teman komunitas untuk dapat menghidupkan geliat serta semangatnya kembali menghiasi kancah papan atas dunia kicaumania,” jelasnya merangkul berbagai komunitas kicauan yang sedikit meredup seperti anis merah, anis kembang, konin, c. jenggot, branjangan serta tledekan.
Hadiah tanpa potongan, boom doorprice, kelas Best Of the Best, tropy, juara umum SF BC, serta masih banyak lagi point unggulan yang dikemas event ini menjadi beberapa faktor alasan utama kicaumania untuk berbondong-bondong hadir menjadi saksi kunci gelaran mengusung sederet amunisi andalannya. Tak pelak setiap sesi yang dibuka panitia nyaris full gantangan hingga menyuguhkan ketatnya kompetisi memperebutkan posisi terbaik.
Kicaumania Weleri turut memeriahkan gelaran ini dimana aksi silaturahminya membuahkan hasil optimal, Dian SRG punggawa Sumber Raya SF yang pada akhir pengumuman juara umum dinobatkan sebagai Single Fighter terbaik. Aksi dominannya kembali diakui setelah squad amunisi andalannya melewati perjuangan cukup berat saat bertarung dengan gaco papan atas lain yang turun untuk merajai disetiap kelasnya. Point demi point pun terkumpul dengan sendirinya yang tanpa disengaja meraup total point tertinggi.
“ Jujur, gak ada niatan sama sekali untuk naik juara umum karena awalnya memang murni silaturahmi sama temen-temen kicaumania Pantura sekalian pesta duren di sini, dan di brosur kan juga gak ada keterangan itu. Ya enjoy aja sih main sama kumpul-kumpul, Alhamdulillah Jaguar double winner dan Srikandi juga nyaris quattrick, endingnya dikasih surprise tropy juara SF pula sama Om Kaky Fatma. Rejeki silaturahmi ini namanya,” jelas Dian SRG setelah pose bersama dengan crew Sumber Raya SF dan panitia di paddoct jawara.
Sementara prestasi puncak sebagai juara umum Bird Club sukses diraih oleh Brigade Semarang komando Baedi yang memang terkenal tangguh dengan sederet amunisi andalannya. Lewat penampilan menawan Sulle, Ambut, Rhembez juga lainnya pundi-pundi point menggunung pun berhasil dikumpulkan. Alhasil, kualitas tangan dingin Baedi kembali terbuktikan untuk dapat mempertahankan prestasi terbaik disetiap lawatan laganya.
Tak mau ketinggalan mendulang prestasi, nama-nama gaco andalan kicaumania lainnya juga turut meramaikan kancah bergengsi ini. Diantaranya Raja Tikung besutan anyar Ipung Dima MU SF yang diolah tangan dingin Sikin Jepara, kemampuannya dalam berolah materi cukup membuat bulu kuduk merinding lewat bongkaran isian lagu serta volume tandes yang dilontarkan. Hasil uji laga lapangan perdananya pun membuahkan hasil mengejutkan, namanya dua kali dipercaya menempati podium juara yakni juara I dikelas cucak hijau Bintang dan juara III dikelas VIP. “ Semoga bisa lebih dahsyat lagi di event berikutnya, karena saya yakin akan potensi jawara Raja Tikung,” ujar Sikin.
Petarung baru calon jawara sejati dikelas jamtrok ini juga terlahir disesi Favorit, yaitu Matic besutan Gus Sholeh Jepara. Pukulan bervariasi menonjolkan volume tembus serta gaya tarung ekstrem dipertontonkan fasih oleh Matic untuk kemudian dapat mendominasi pertarungan dengan durasi kerjanya yang stabil. “ Basicnya saya pecinta lovebird, dan kebetulan pada mabung nih gacoannya. Iseng-iseng take over si Matic buat selingan, eh gak nyangka bisa ngoncerin juga,” jelas pemilik lovebird stabil juara bernama Anis ini.
Demikian juga dengan Kick, salah satu amunisi terbaru Saprul Jaza dikelas kacer yang belum lama ini ditake over. Meski masih dalam taraf penyesuaian camestri dengan joki barunya, penampilan Kick cukup membanggakan dengan hasil raihan finish juara II dan III. H. Juhari sang Ayahanda yang mengawal langsung penampilan Kick cukup terpesona dan mantab membawanya ke event-event bergengsi selanjutnya.
Beberapa kelas dibuka sesi Best Of the Best dimana para kandidat jawara yang telah berhasil menorehkan kemenangan dikelas-kelas sebelumnya diwajibkan naik disesi ini. Seperti halnya kelas BOB kenari yang melahirkan jawaranya para jawara di event ini, yakni Tambora polesan tangan Lukman dari Tirta Bening SF Jepara. Selalu stabil menempati podium terbaik 3 besar dikelas-kelas sebelumnya menjadi modal penting Tambora untuk lebih matang lagi beraksi dikelas pamungkas ini, dan hasilnya pun tidak meleset, kualitasnya kembali diunggulkan untuk menempati puncak podium.
Membayangi ketat sebagai runner up dengan selisih point total bendera sangat tipis mencuat nama Sompret 007 jebolan kandang Gubug Arowana dari Gang IV SF Pati. Berduet solid dengan Troy-A polesan In The Pe, aksi keduanya cukup diperhitungkan untuk juga stabil mewarnai persaingan dikelas ini. Seperti pada penampilan sebelumnya, aksi Sompret 007 masih konsisten dengan balutan lagu panjang dan durasi kerja aktif yang diandalkan untuk mematahkan aksi rival-rivalnya. “ Tipis sekali, tapi harus diakui. Semoga di event selanjutnya lebih hoky lagi,” cetus Jokek sang punggawa.
Sedangkan dikelas cendet BOB giliran Insentif besutan Febri MU SF yang keluar sebagai pemimpin. Tampilan sempurna dengan balutan materi lagu isian komplit berspeed rapat, volume kasar, gaya nagen serta durasi kerja nutup awal akhir menjadi penentu kemenangannya. Ternyata tak hanya Insentif saja, polesan Febri juga menghantarkan debutan barunya bernama Bledek untuk menghiasi tahta kejuaraan sebagai juara III dikelas Favorit. “ Jepara juga masih banyak menyimpan potensi materi cendet papan atas yang siap diorbitkan dengan kualitas yang pastinya istimewa,” paparnya.
Dipenghujung gelaran Kaky RJS mengucapkan terimakasih kepada seluruh kicaumania yang telah berpartisipasi dan menggalang dukungan, kemudian juga memohon maaf atas segala kekurangan maupun kesalahan yang terjadi. “ Gebrakan event kami selanjutnya, nantikan RJS CUP. Sampai jumpa,” tutupnya mewakili seluruh jajaran panitia yang bertugas. (kiky)
Daftar Juara Kapolsek Tahunan Cup 1 – Jepara (25/11/2018)
























