Latpres 9 BC Batang

MedaiBnR-Batang, Minggu (25/04/21). Abdul Fatah selaku owner gantangan 9 BC yang berlokasi di bilangan wilayah Pasekaran-Batang ini berkolaborasi dengan Egi Sugiharja mewakili NZR Indonesia dalam menggelar lomba burung berkicau dengan tajuk Angling Dharmo Cup yang sekaligus dikemas sebagai salah satuhajat Road To Piala Canting VI Pekalongan yang pada puncaknya nanti bakal diagendakan bulan Juni mendatang.

Ramai dan meriah diikuti sederet kicaumania akar rumput dan lintas kota sekitar yang ber peran mensukses kan gelaran lewat segudang aksi amunisi andalannya. “ Penggagas gelaran ini tentunya datang dari tim Angling Dharmo SF yang ingin menyuguhkan gelaran special kepada sahabat kicaumania, kemudian saya ditunjuk sebagai Pelaksana yang dibantu oleh Om Egi NZR selaku Penanggung Jawab di lapangan. Kami selaku panitia menyampaikan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh kicaumania, terlebih yang hadir dari luar kota yang di bulan puasa ini tetap semangat mensupport dan berpartisipasi memeriahkan gelaran hari ini,” ungkap Abdul Fatah diawal gelaran.
Sengitnya kompetisi tersaji disemua sesi yang ada, diantaranya kelas cucak hijau dimana gaco stabil juara milik Cimuex Rambo SF berlaga untuk menyabet podium. Terutama saat mengikuti sesi pamungkas 36 G Angling Dharmo, CR 7 yang sebelumnya telah sukses menakluk kan gelaran Road To Cahaya Fiesta-Weleri dan Launching Sikadu BC Bumijawa-Tegal ini kembali menghentak untuk membuktikan kestabilan performanya. Muntahan roll tembak dibarengi gaya tarung jamtrok dominan, CR 7 lagi-lagi diganjar bendera koncer A yang terpecah, namun harus legowo bergeserke podium runner up karena kalah tos nomor gantangan.

“ Akhir-akhir ini memang fokus duluke CR 7 karena amunisi cucak hijau lainnya seperti Kapten, Bejo & Sujiwo baru rekondisi pasca mabung. Sama halnya dengan sederet amunisi andalan kami dikelas murai batu yang juga dalam masa pemulihan, semoga dalam waktu dekat ini sudah bisa kembali onfire semuanya. Sementara untuk breeding, kebetulan juga baru pindah kandang kelokasi berbeda jadi harus penyesuaian kembali. Dari 10 kandang yang tersedia sudah 7 pasang indukan mulai mapan dan mulai produk lagi, kemudian yang dulu kita pasang ring Rambo SF kita ganti dengan ring RR BF,” jelas Cimuex punggawa Rambo SF bermarkas di Jl. Petukangan, Gang SMP 2 Wiradesa-Pekalongan yang melelang produk pastol indukan trah jawaranya ini dengan Ring Premium seharga 2-3jt, Ring Gold 5-10jt, dan Ring Platinum kisaran 15jt.
Shiva kembali tampil membanggakan majikannya untuk dapat memboyong pulang tropy juara double winner. H. Wawan Passhop yang saat itu juga ikut hadir mengawal penampilan Shiva terlihat cukup puas melihat aksinya meskipun sebenarnya kondisinya belum Top Perform, dimana volume tembus dan bongkaran materi lagu tembaknya yang memang di atas rata-rata ini masih mampu mencuri perhatian tim juri disesi cucak hijau 9 BC. “ Materinya tetap terexplore dengan baik karena memang itu ciri khas Shiva, tapi menurut saya pribadi ini belum sejatinya Shiva dimana dia seharusnya bisa lebih optimal lagi,” jelas M. Naseh sang mekanik.
Membayangi ketat di podium runner up sesi cucak hijau 9 BC ini tercantum nama Elen milik Lana-Pusaka SF yang aksi jamtrok bongkar materi lagu isiannya juga tak kalah hebat. Terbukti dari hasil pecah bendera koncer saat itu point keduanya sama dan Elen harus rela menepi karena kalah tos nomor gantangan. “ Rejekinya baru segitu Om, tetap harus disyukuri,” cetus Lana legowo.

Den Bima yang Sabtu sore kemarin tampil sebagai yang terbaik dari 45 kontestan di Latpres KLI Pekalongan, siang ini nekat diturunkan main dikelas murai batu 9 BC dan mampu membuktikan kualitas serta kestabilan prestasinya untuk kembali finish di podium juara 3.Bukan tanpa alasan sang empunya melakukan ini karena ternyata hari ini Den Bima dalam pantauan calon buyer. “ Sedikit flashback kebelakang, Den Bima sebenarnya adalah salah satu indukan sarat prestasi di penangkaran kami yang sudah terbukti mencetak produk anakan berkualitas. Tapi karena saat ini sedang ada kebutuhan yang lebih mendesak dengan sangat terpaksa harus dilelang dulu. Tidak mahal kok untuk track record prestasi yang dalam 2 tahun ini selalu stabil, terakhir penawaran 15jt dan langsung saya nettkan di angka 25jt saja, monggo siapa cepat dia dapat,”papar Bhery Prima-Sak Tetahe SF sang empunya.

Kestabilan prestasi Kanjeng Mami, tledekan milik Anton-Tempe (Tledekan Mania Pekalongan) yang sudah cukup matang mencicipi asam garam kompetisi hingga level Nasional di berbagai gelaran lintas kota bahkan lintas blok seperti Piala Raja dan lomba-lomba akbar lain di kota Purwokerto, Depok, Tangerang ini kembali terbukti untuk nyaris menyabet predikat double winner siang ini. Perihal rawatannya, Anton pun dengan gamblang memaparkan kepada mediabnr.com, “ Cukup simple Mas, rutin setiap pagi embun dari Subuh sampai jam 7, kroto satu sendok, jangkrik 2 pagi-sore, diablak alias tanpa krodong kesehariannya di dalam rumah, dan rutin mandi malam setiap jam 8. Tidak ada persiapan khusus untuk lombanya, tetap sama saja dengan rawatan harian. Tinggal lihat kondisi di lapangan, seumpama kurang ON bisa dicolok ulet hongkong secukupnya “. Selanjutnya Kanjeng Mami bakal dipersiapkan melawat laga Piala Canting VI Juni mendatang.

Kacer debutan anyar tim Pandanwangi komando H. Oyong ikut memeriahkan gelaran. Jacky Chan polesan Hadi yang bakal diunggulkan untuk melapisi Paku Mas ini memberikan tontonan menarik lewat gaya tarung khas geter sayap dan buka ekor sembari aktif memuntahkan roll kasar materi lagu isiannya.Alhasil, meskipun masih terhitung sebagai pendatang baru Jacky Chan sukses membuktikan kualitas sejatinya untuk mampu bersaing dengan sederet nama besar lainnya dan bahkan mampu memimpin sebagai yang terbaik disesi kacer Seduluran BC. Tak hanya Jacky Chan, H. Oyong juga menurunkan gaco dikelas murai batu lewat aksi Vanessa yang finish di podium juara 3 hanya dikarenakan kalah tos nomor gantangan. “ Sebenernya bisa juara 1 tapi apalah daya aturannya memang seperti itu,” ujar Hadi.

Berbagi gelar disesi kacer NZR terlahir nama Pesona, gaco dengan segudang prestasi milik Budiman dari KMP (Kacer Mania Pekalongan) Team yang memang terlihat mutlak memimpin disesi ini. Roll tancep dengan bongkaran materi lagu dahsyat, ditopang volume keras, gaya tarung exotic, dan durasi kerja konsisten awal-akhir.

Dikelas lovebird nama Helium besutan Firman-Dumon’s SF kembali meramaikan podium kejuaraan lewat raihan nyaris menang gandanya. Dikenal sebagai salah satu lovebird terbaik di Blok Tengah, Helium yang baru saja melalui masa ganti pasangan ini tetap tampil stabil, dimana durasi tembakan serta durasi kerjanya tetap terexplore sempurna.

“ Kami selaku panitia pastinya ingin dan berupaya semaksimal mungkin untuk memberikan penilaian fair play dan suguhan gelaran yang terbaik kepada kicaumania. Untuk itu apabila masih terdapat kekurangan maupun kesalahan, kami segenap jajaran panitia dan tim juri NZR yang bertugas menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya. Selamat untuk para pemenang dan jangan berkecil hati bagi yang belum beruntung, poles lagi gacoannya sampai jumpa di latber rutin 9 BC hari Rabu dan Jumat sore,” tutup Abdul Fatah dipenghujung gelaran. (kiky)



