
Semarang (MediaBnR.Com) – Latpres rutin bulanan yang diselenggarakan panitia PPBS (Paguyuban Pasar Burung Semarang) pada Rabu, 7 September 2016, tampak semarak diramaikan kicaumania sekitar bahkan luar Kota Semarang yang sengaja hadir meskipun penyelenggaraannya tidak di hari libur seperti pada umumnya gelaran. Ini bukti bahwa lokasi gantangan PPBS di Pasar burung Karimata, Semarang, dengan jajaran panitianya yang selalu inovatif menjadi barometer kicaumania dalam menguji mental jawara gacoannya.
Yang menarik siang itu pada kompetisi kelas burung anis merah yang perdana diadakan panitia tampak cukup banyak pesertanya yakni berjumlah 34 peserta. Jumlah yang melebihi perkiraan melihat peminatnya sangat menurun drastis hingga saat ini bahkan dapat dikatakan langka. Namun dengan sosiali yang dilakukan PPBS dengan menyediakan tiket gratis dengan hadiah Rp 500 ribu berapapun pesertanya tetap keluar, membuat para anis merah mania ini kembali menggeliat semangatnya.


“Melihat antusias peserta anis merah yang luar biasa di gelaran siang ini, kami akan membuka kembali kelasnya di latber Rabu pekan depan dengan tetap tiket gratis dan hadiahnya tetap Rp 500 ribu. Kemudian di latber-latber berikutnya akan terus konsisten ada, tapi dengan tiket Rp 10 ribu dan hadiahnya kami pastikan mewah pokoknya,” ungkap Mr. Sol selaku komando PPBS yang sangat bersemangat mengangkat kembali pamor anis merah ini.
Tak kalah menarik persaingan di kelas-kelas lainnya, seperti di kelas lovebird yang selalu full pesertanya. Kali ini kemenangan diraih oleh Ratu Sawer besutan Herlambang dari crew Bintang Timur SF yang tampak stabil mengucurkan tembakan durai panjangnya sejak awal digantang hingga akhir penjurian. Di kelas cendet, nama Bramastha mencuat sebagai jawara. Gaco handal besutan Jack Santos ini menjadi salah satu gaco andalan dari crew DSP SF yang siap mengancam cendet mania papan atas wilayah blok tengah dengan kualitas materinya yang di atas rata-rata.


Komo, murai batu sarat prestasi milik Adi Beruang SF, kembali mengulang kemenangan di lokasi ini pada latpres sebelumnya. Point mutlak mengungguli kualitas tarung kontestan murai lainnya lewat keunggulan durasi kerja, baik roll variasi lagu dan tembakan, volume serta aksi gaya ngeplaynya yang eksotic. Tak pelak Komo pun menjadi sorotan peserta lain yang berkeinginan untuk meminangnya. (rizcy w)


