ANNIVERSARY IPEY JBI – BnR GARUT
Lomba Regional Rasa Nasional

Lomba bertajuk Anniversary Ipey JBI yang berlokasi di kaki Gunung Guntur, Padepokan Jaba, Garut Timur, Minggu [14/02], berlangsung ramai dan sukses. Mengikuti aturan protokol kesehatan, peserta yang masuk wajib memakai masker, tidak lupa panitia menyediakan tempat cuci tangan dan masker gratis. Ajang kali ini persaingannya sangat ketat, pasalnya burung yang bertanding notabene punya pengalaman segudang dan berlabel burung nasional. Duet H. Mungin Dojo ketua panitia dan Cahyadi Ramadhan ketua pelaksana berhasil mengetengahkan lomba regional rasa nasional, dengan dihadiri kicaumania dari berbagai daerah dan diramaikan burung-burung hebat yang tampil.


Di kelas murai batu, sesi utama pertama dimenangkan, Silet, murai gacoan Azmi Puncak Darajat. Murai jawara lawas yang kembali turun gunung langsung puncaki kelas utama dengan kemenangan manis. Tampil sebagai kuda hitam, Silet, berhasil tunjukan pesonanya. Posisi dua ditorehkan, Setan Kredit, murai gacoan Uqi Lucky dari Romeo Team Bandung. Juga tampil sebagai kuda hitam, Setan Kredit, main apik dengan perfomra kekinian. Pasca menjawarai gelaran BnR Pusdiktop dua pekan sebelumnya, makin mapan saja aksinya saat berlaga.


Di kelas murai batu utama Anniversary – B, yang naik podium juara satu, Bareta, murai lawas milik Ganes dari Combat SF. Performa mengkilat dipertontonkan, Bareta, dengan durasi kerja apik. Posisi runner up disodok, RJ, murai debutan Beng-beng dari Cianjur. Berlaga di gantangan 27, RJ, tunjukan pesonanya lewat kinerja andal dan roll nembak sepanjang laganya. Posisi tiga ditorehkan, Djarum, murai koleksinya H. Iik dari Kuningan. Meski tidak dalam kondisi top formnya, Djarum, masih saja tunjukan kelasnya dengan baik. Dikawal duet Nandi SR dan Komir, Djarum, tetap stabil dalam setiap laga yang diikutinya.


Di kelas Murai Batu BnR Garut, Tompel, murai gacoan H. Hasan Sanjaya SF Lembang yang memenangi pertarungannya. Seperti biasa, durasi kerja tuntas, dengan olahan vocal ngerol diselingi tembakan tajam, mendaulatnya untuk memenangi pertempurannya. Siang itu, Tompel torehkan juara 1 dan 3. Stabil dalam setiap pekannya, membuatnya selalu mengukir kemenangan manis.

Di kelas Murai Batu Pastol, Bocah Ajaib, milik H. Agus sukses cetak double winner. Dukungan materi komplet, ditunjang kinerja hebat, menjadikannya bintang lapang di kelas Pastol. Kedepannya, Bocah Ajaib, akan berbicara banyak, mengingat materi dan kinerjanya terbilang istimewa.

Slebor, kenari kelas nasional gebetan Yayan Polino SF, masih bersinar terang dengan torehan juara 1 & 2. Selalu masuk ranking jawara menandakan, Slebor, memang selalu tampil all out dalam setiap laganya. Hadirnya, Slebor, pasca mabung pada debut keduanya membuat kelas kenari menjadi begitu berwarna dalam persaingannya.

Azzaki Bird shop Bandung berikan doorprize di kelas Yorkshire berupa kenari import. Jebolan Azzaki memang sudah tidak diragukan lagi. Beberapa pemain kenari yang meminang dari Azzaki banyak yang moncer, bahkan ada yang dalam dua bulan, kenarinya terjual tiga kali lipat dari harga belinya. Kepedulian, Azzaki di dunia perkenarian memberingan semangat baru dan maki nmeriah saja kelasnya. Di kelas kacer, Gempar, gacoan H. Apip dari Gema Parahyangan BF, sodok posisi jawara di kelas BnR Indonesia – A. Roll nembak dengan durasi tuntas menjadi senjatanya dalam merebut kemenangan, maka tak ayal lagi, Gempar, pun layak merengkuh juara satu.[dim/tim]



