
JAKARTA – Lama mengamati proses perubahan dalam dunia perburungan sekarang ini setiap EO mempunyai sistem masing masing inovasinya ada bermain dipentokan ada yang bendera favorite diparkir pokoknya aneh-aneh.
Tapi promo penjurian seperti meyakinkan peserta dengan AJUAN TERBUKA ada lagi AJUAN JURI. Mari kita bahas satu persatu agar sistem yang ABU ABU dalam menilai burung ini bisa dipahami kicaumania.
Pertama, kita bahas apa itu dan fungsi juri dalam lomba burung berkicau? Juri fungsi dan tugasnya adalah memilih burung yang terbaik dengan suatu patokan yang namanya PAKEM.
PAKEM, kita bicara dalam penilaian BnR itu adalah irama lagu, volume, durasi kerja serta fisik yang sempurna ini adalah patokan dalam memilih burung.
Kemudian kita lanjutkan apa yang dimaksud dengan PENTOKAN. Ini agar para peserta lomba memahami dengan jelas dan mengerti. PENTOKAN itu diantara burung yang digantang, juri memilih yang sesuai pakem yang akan mereka pilih kembali setelah mereka banding-banding kembali.
Setelah burung yang mereka pentoki atau biar tidak rancuh yang juri tandai, baru mereka saring kembali untuk mereka ajukan A kenomer berapa dan B kenomer berapa.
Sekarang kicaumania pahami ya. Pentokan itu sama dengan tanda buat Juri mengajukan burung ke tahap menjadi juara.
Sekarang pertanyaannya kalau pentokan yang dijadikan dasar di saat dirumuskan dalam menentukan juara, fungsi juri menentukan A kemana B kemana dimana?.
Kemudian kita bahas sekarang adalah AJUAN TERBUKA, sebenarnya ajuan terbuka itu ajuan juri, A ke mana, B ke mana, itu diberitahukan ke peserta sebelum dikoncer. Ingat! ajuan juri murni.
Sekaramg lagi ramai ajuan juri, kalau kalah pentokan benderanya di parkir alias tidak boleh mengkoncer. Terus pertanyaan kembali apa fungsi juri dan hak mereka memilih burung di mana?. Ini yang dari awal penilaian burung sekarang ini terlihat ABU ABU dan ada kata-kata tidak menggunakan korlap. Tapi, pada saat ajuan,juri diintervensi. Berarti di sini di lapangan yang berkuasa menentukan burung juara buka murni juri.
Bagaimana pendapat Babe Boy seorang inovator dalam dunia perburungan ini. “Kalau aku yang namanya juri, mereka lah yang punya koncer dan menentukan koncer hak penuh ada di tangan Juri. Sekarang kita bicara Juri BnR, aku nggak mau bicara ke EO lain ya, itu sistem mereka sendiri. Juri BnR dari dulu memilih dua burung 72 gantangan aja bisa, apa lagi hanya 24 G atau 36 G. Sebenarnya kalau bicara bendera favorit yang di parkirkan itu salah, yang perlu diparkirkan itu jurinya. Kalau dia ngoncer burung yang tidak layak, dah itu aja,” tegas Babe Boy.
Memang benar apa yang disampaikan orang nomor satu di BnR tadi. 72 gantangan Juri BnR mampu memilih dua burung, artinya yang perlu dibenahi adalah SDM jurinya. Kalau SDM jurinya mumpuni dan patokan pakem, fungsi juri pasti akan terwujud mendapatkan burung juara yang kualitas.
Sampai saat ini memang juri BnR diakui tetap nomor satu di kalangan kicaumania.
Satu pertanyaan buat Babe Boy, apakah ada juri terbaik atau juri nomor satu di BnR? seperti ada kabar angin kalau Juri BnR yang bagus-bagus sudah diambil EO lain?
“Juri BnR itu rata semua, apa karena sering tugas di lomba besar terlihat muka-muka itu aja jadi di bilang mereka yang terbaik. Padahal kan nggak tahu kalau kadang-kadang ajuan mereka juga ngawur ha ha. Juri yang terbaik itu adalah juri yang punya hati nurani itu aja,” kata Babe Boy menutup pembicaraan.


