
Karanggede (MediaBnR.Com) – Launching Pamor BC dengan menggandeng JBI terlihat sangat luar biasa gelarannya, Sabtu (13/8). Hampir semua kelas terpenuhi oleh peserta dari awal hingga akhir acara. Ternyata benar-benar kehadiran Juri BnR Indonesia (JBI) sangat dirindukan oleh kicau mania Karanggede dan sekitarnya. Grup yang bermula dari media social /FaceBook yakni Pamor (Pasar Manuk On Line Karanggede) akhirnya bisa menjadi karya nyata oleh Eko Firliyanto yang saat ini menjadi ketua dari Pamor BC. Bermula dari permintaan para kicaumania di medsos juga memang belum ada gantangan di Karanggede ini, akhirnya team bergerak mencari donator dan dalam waktu 2 bulan akhirnya gantangan berdiri di atas tanah pasar dengan menghabiskan dana kisaran Rp. 30,000,000.
Hadir dari Babadan, ada Bregenjez BC di gelaran ini dengan membawa beberapa gaconya yakni Banaspati dan Master Bregenjez berhasil memimpin kelas burung ekor panjang ini. Tampil dengan durasi full dan gaya ngeplay ditunjang senjata panjang dengan suara dahsyat selalu dimuntahkannya menjadikan Banaspati mampu memimpin di kelas utama. “Kami bertiga bawa motor sendiri-sendiri, bawa 2 murai dan 1 kenari Cempluk milik Ariya semuanya mampu membanggakan prestasinya. Pokoknya kalau jurinya BnR dimanapun pasti kita datangi,” ucap Nura Funkey yang memoles gaco milik Bregenjez BC.
Juga ada Cemburu di bawahnya milik Warsino Karanggede dan ditempel ketat oleh Percil Manis milik pak Yono Untul Mukti Salatiga yang berhasil melesat memimpin di Kelas Murai Batu Sejati dengan dikawal oleh Nanang Sentaun yang juga moncer di Kelas Love bird VIP cuatkan Rondo Royal di tiga besar. Di kelas Lovebird Bintang A berhasil disapu oleh team Kembar BC dengan jagonya Tukiman milik Oplet. Selain itu juga biasa menghiasi kelas kacer namun kali ini hanya bawa pelapisnya yang lama tidak dikeluarkan karena memang hari ini ada yang ingin meminangnya. Maestro milik Ajeed Kembar BC akhirnya lepas juga ke tangan salah satu kicaumania di Salatiga yang enggan disebutkan namanya. Di bawahnya masih di kelas love bird ada Km Diana milik Fadhil Manahadap juga tak mau ketinggalan meramaikan ajang ini.

Kujang, kenari milik Anton Sulistia, juga berhasil melesat ke posisi pertama di Kelas Sejati meski sebelumnya hanya di posisi 3 besar. Meski baru dipegang oleh perawat barunya, Kujang tetap stabil di kelas kalitan maupun bebas. “Kestabilan birahi dan durasi kerjanya sudah tidak diragukan lagi karena seringnya juara di seputaran Salatiga. Di launching ini kita jadikan sebagai ajang pemanasan menuju Bupati Cup 2 Boyolali , 21 agustus 2016 mendatang,” papar Eko SWK pemoles baru gaco milik E& Gantang BC.
Kekompakan kebersamaan rasa kekeluargaan ditunjukkan oleh team S3 Bird family. Dengan bersama-sama sangat kompak meramaikan acara ini dari awal hingga akhir tanpa protes sedikitpun berhasil mewarnai setiap kelas yang disuguhkan oleh panitia. Salah satunya di kelas cucak hijau berhasil menang nyeri milik Triyono dengan andalannya Beruang Hijau. Gelaran ini juga diramaikan oleh kicaumania Suruh dengan hadirkan cendet baru yang dibeli beberapa hari lalu langsung membuktikan talentanya hingga berhasil masuk di peringkat runner up dengan cuatkan Leman’s milik Harun.
“Kami selaku panitia mengucapkan terimakasih kepada para donator sehingga gantangan Pamor BC ini bias berdiri. Pengurus Pamor di media sosial yang sangat mendorong kami untuk terus maju. Pengurus Pamor BC yang sudah mencurahkan jerih payahnya dan seluruh kicaumania yang telah meramaikan gelaran kita ini sehingga sukses dapat teraih. Jangan lupa kita buka latber mingguan tiap hari Sabtu sore,” ungkap Suwarto sebagai ketua pelaksana yang beken dipanggil Harjo Sakir. (LAmBANK)
BACA JUGA: Daftar Juara Launching Pamor BC (13/8/2016)
GALERI:










