
Candi Borobudur – Magelang, Minggu (26/3). Sebanyak 3432 peserta memeriahkan salah satu ajang paling bergengsi BnR bertajuk In Memorial Soeharto Cup IV. Dari kesekian banyaknya jumlah tersebut beberapa peserta berhasil menyematkan nama gaco andalannya di tahta tangga jawara terbaik dan bahkan sukses meraih double winner.

Diantaranya adalah Mr. Kim Tepos BC Jepara mengandalkan performa apik Simone yang berhasil finish dikedua kelas cucak hijau Ibu Tien dan Cendana. Bongkaran variasi lagu bervolume keras yang dikombain sempurna dengan gaya ngentrok jambul fasih terlihat diatas nomor gantangannya meski dalam kondisi jatuh bulu 10 helai sayap dan ekor. “ Sebelum berangkat memang sudah bolong 8 helai ditambah lagi 2 helai saat perjalanan malam menuju ke lokasi,” papar Mr. Kim.

Masih dikelas executive jago jamtrox nasional, Buldoser besutan Yudie Hos juga kembali terbukti keampuhannya dalam berkompetisi. Tonjolan tembakan cililin, tengkek, dan prenjak betina dengan volume pedas terus terlontar dari paruhnya, hingga dinobatkan sebagai raja dikelas cucak hijau A Kemusuk dan Argomulyo mengibarkan bendera DT. BENTOW CUP yang akan digelar pada 14 Mei 2017 di Halaman SMP 2 Rembang. “ Kami tunggu kehadiran rekan-rekan kicaumania digelaran BnR Rembang feat BnR Tuban 14 Mei mendatang,” pungkas Yudie Hos selaku Ketua Pelaksananya. Disusul prestasi stabil Raja Tembak besutan H. Noor Baja Karya Kudus yang pada kesempatan kali ini dipercaya menempati posisi ketiga kelas Cendana.

Ratu Jagat cucak jenggot fenomenal sepanjang masa milik mr. Yayang Pangkalan Bun Kalteng ini kembali guncang Borobudur dengan suara khas belalang kecek terlihat menonjol di bandingkan puluhan lawannya. Hadir juga Raja Odeng milik Mr. Ozi Be74wi SF juga tak mau ketinggalan bahkan nyaris meraih hattrick dikelas pleci. Tancep full dari awal hingga akhir penilaian dengan gaya nagen dipadu apik materi dan volumenya yang diatas rata-rata, Raja Odeng menjadi bintang lapangan. “ Alhamdulillah, ini merupakan sebuah kebanggaan untuk Be74wi SF menjadi salah satu bintang lapangan di event BnR sebesar ini,” ungkap Mr. Ozi. Dari blok Timur masih kebagian jawara turunnya Rajo Langit polesan mr. Budi Robot Surabaya diperingkat 3 besar menambah koleksi membanggakan dieven kolosal Soeharto Cup IV ini.


Dicky ZR punggawa Sinar Bangun-Gubug SF berhasil memposisikan gaco anyar andalannya mendominasi kelas kenari besar Kemusuk. Sebut saja Golden, salah satu kuda hitam wilayah blok tengah yang memang sedang naik daun lewat aksi tangguhnya dibeberapa event nasional sebelum melangkah ke event ini. Tak hanya itu, pemuda low profile yang selalu hadir bersama Ganang Cahya rekan setimnya ini juga sukses mengorbitkan lovebird baby debutannya moncer diposisi IV LB Baby D Community.

Dari kota Semarang, beberapa peserta juga turut andil lewat gaco polesannya. Seperti halnya Bang Adjie Bengkel SF kawalan Mr. Gundul yang sukses menyabet posisi runner up dan juara ketiga dikelas murai batu lewat aksi handal Red Devil. “ Pasca mabung Red Devil langsung menggebrak dibeberapa event sebelumnya, dan disinilah puncaknya dengan ekor yg sudah sempurna,” jelas Bang Adjie. Juga datang dari Sukorejo benar-benar membawa kejutan yang membanggakan dengan moncernya Anak lanang besutan Agus Sukorejo dikelas Ibu Tien menambah koleksi sejarah taklukkan kemenangan di kancah jawara nasional. Hal membanggakan benar-benar tak disangka terjadi dieven akbar seperti ini gaco milik sang pemula asal kota Solo ini mampu memimpin dikelas Murai batu Kemusuk dengan andalkan Ziklaus, dirasa seperti mimpi oleh Windo sang pemilik Ziklaus karena baru diturunkan 3 kali mampu bersanding dengan jawara papan atas.


Agung SQ-23 SF yang menurunkan Pioner dikelas kenari kalitan, gaco sarat prestasi andalannya ini berhasil finish dengan cantik diposisi runner up. “ Istirahat total Pioner selama dua pekan ini membuahkan hasil yang cukup memuaskan,” cetusnya. Ada pula Dirga, mengusung nama besar Cakra Khan dan Petir Pantura milik Doni Sardi DSP SF yang juga mantab bertengger diposisi kedua Cendana dan keempat Argomulyo yang akhirnya Cakra Khan lepas ketangan Brian Wijaya dengan mahar fantastis yakni mencapai 30 jeti. Masih dikelas yang sama ada Paimex Ok yang dieven sebelumnya juga pernah mengukir sejarah kemenangan dengan tunjukkan Hitler dan kini kembali dibuktikannya kembali dengan moncernya Hitler membuktikan kedahsyatan Hitler patut diperhitungkan. *team Jateng







