
Mediabnr – Sabtu (17/3). Panitia WnE Enterprise nahkoda Wisnu dan Echa sebagai salah satu arena BnR di kota Pekalongan sukses menggelar event Road To Walikota Cup 2 Pekalongan di lokasi gantangannya, yakni di Jl. Dr. Soetomo no.1-2 (belakang areal grosir batik Setono) guna mensupport puncak gelaran WALIKOTA CUP 2 PEKALONGAN yang akan diselenggarakan oleh OBI Pekalongan komando Makmur Rozaki (TJ Batik) pada tanggal 29 April 2018 mendatang.

Meski diguyur hujan gelaran siang hari mendapat cukup banyak perhatian para kicaumania, baik akar rumput kota Batik sendiri maupun yang menyempatkan hadir dari luar kota sekitar untuk memeriahkan dan menjadi saksi sengitnya pertarungan gaco-gaco handalnya meraih prestasi bergengsi di ajang special kawalan Juri BnR Indonesia ini.

Seperti halnya Mr. Bambang Galeh selaku punggawa AB Galeh BF Kedungwuni-Pekalongan yang turun langsung mengawal beberapa koleksi squad amunisi yang diusung untuk membuktikan kualitas terbaiknya. Diantaranya adalah 7 Bintang, murai batu lawas besutannya yang saat ini baru saja tuntas mabung. Meski belum top perform seperti sebelumnya, kondisi 7 Bintang sudah mulai membaik untuk menyesuaikan settingan dengan jubah barunya ini. “ Durasi kerjanya sudah mau ngedur, roll lagunya juga keluar disambung beberapa tembakan panjang, tinggal ngeringin bulunya saja untuk lebih memaksimalkan power dan gaya ngeplaynya biar lebih neken lagi. Over all sudah lumayanlah, ngelot perdana dapet juara 2. Semoga sebentar lagi bisa kembali sempurna dan onfire lagi,” papar pencetak murai batu dan lovebird prestasi yang namanya sudah melanglang buana hingga berbagai kota ini.

Semakin terbukti kepiawaian tangannya yang juga dingin memoles paruh bengkok baik dikelas baby/paud maupun dewasa lewat prestasi Gela-Gelo, Sintren dan Dakota yang mampu meramaikan tahta kejuaraan. Gela-Gelo adalah lovebird muda besutan terbarunya yang langsung tancap gas untuk finish diposisi runner up. Disusul Sintren dan Dakota yang telah lulus uji dengan prestasi memukau dipersaingan lovebird muda Blok Tengah, siang ini mulai diturunkan dikelas dewasa dan hasilnya pun cukup membanggakan untuk menghiasi tangga juara lima besar meskipun rival-rival yang turun adalah para senior dengan nama besar dipundaknya. “ Lepas usia 5 bulan Dakota bisa mengimbangi kualitas rival-rivalnya yang jam terbang dan prestasinya sudah jauh lebih senior. Semoga saja kedepan dikelas dewasa ini bisa lebih baik lagi untuk meneruskan segudang kemenangannya yang lalu dikelas Balibu,” tambahnya.

Nama papan atas lainnya yang juga meraih prestasi membanggakan diantaranya adalah Bom-Bom milik H. Birly-Gonzo BC. Siapa yang tidak tau atau mendengar namanya yang telah mewabah hingga kancah nasional ini dengan kualitasnya yang begitu istimewa. Performanya kembali diakui untuk menjadi jawara disesi Batik siang ini dikelas lovebird non bursa. “ Teman sekota kita punya hajat dan sudah semestinya kita menghormati untuk ikut memeriahkan,” pungkas Irwan sang mekanik.

Setelah cukup lama vakum di arena, Bu Guru besutan Pepeng 168 SF kembali memberi warna di kompetisi lovebird. Terhitung mundur dari hari ini, Bu Guru sudah menghiasi ranah kejuaraan di wilayah Kuningan, Tegal, Brebes dan Pemalang lewat kualitas kinerjanya yang memang diakui khalayak. Turun satu sesi untuk pemanasan, beberapa kali tembakannya saja sudah nyaris menutup kuota point untuk menjadi juara karena memang durasinya begitu panjang. Meski hanya menempati posisi runner up sang empunya merasa cukup untuk laga buang birahi menghadapi pertarungan esok hari di kota Semarang. “ Sekalian jalan ke Semarang kita mampir ke sini untuk silaturahmi,” jelas Pepeng 168 yang langsung tancap gas ke event Piala Ketua DPRD Semarang.

Ada pula Cinta yang nyaris sempurna meraih kemenangan ganda. Gaco paud jebolan breeding sendiri Teguh A.W feat Irul KIZ dengan Ring Gardans-Kiz 20 di alamat Gagatan, Subah-Batang ini sudah memiliki track record menggunung untuk prestasinya sejak tampil perdana dulu hingga saat ini diusianya yang menginjak 4 bulan. “ Alhamdulillah prestasi Cinta selalu bisa diandalkan untuk membanggakan penangkaran kami, dan semoga kedepan mampu disusul junior-juniornya lagi untuk memperkokoh kualitas Ring Gardans-Kiz,” pungkas Teguh.

Sedangkan dikelas cucak hijau, New Revo kawalan Mr. Frenky-Randudongkal mutlak mendominasi dikelas utama Walikota. Perform sempurna dengan balutan durasi kerja stabil memuntahkan derasnya bongkaran lagu isiannya yang bervariasi, volume keras serta gaya jamtrox andalannya yang tampak sangar untuk mematahkan mental rival menjadi senjata pamungkas New Revo untuk selalu tampil di puncak tahta. Disusul prestasi Cakra, murai batu besutannya yang juga sukses dua kali menempati posisi keempat meskipun terhitung baru ditangannya. “ Silaturahmi yang utama untuk mempererat persaudaraan dengan teman-teman kicaumania lain. Semoga saja New Revo dan Cakra bisa selalu menemani sembari hunting amunisi lainnya lagi,” jelas Mr. Frenky new comer asal Randudongkal yang siap meramaikan kompetisi kicauan ini.

Giliran Qi Demang milik Fauzi-BP SF yang berhasil menguasai jalannya pertarungan disesi cucak hijau Sekda. Kualitas materi serta kestabilan aksi tarungnya kembali diakui oleh tim juri dan penonton untuk tampil menjadi yang terbaik dikelas ini dan masih bertengger aman diposisi empat saat laga track basah berikutnya disesi utama Walikota. “ Untuk wilayah sekitaran Pantura, Qi Demang sudah lulus uji lewat begitu banyak torehan prestasinya hingga saat ini, semoga saja bisa terus stabil untuk kedepannya,” ucap Fauzi yang siang ini ditemani Sugiyanto rekannya.

Dikelas kenari nama Jabrik Jr debutan Kely/Ikhsan dari crew KFC feat NSR-Pemalang kembali mencuat sebagai pemenang. Warna gelap yang dimilikinya semakin menambah garang penampilannya dengan lantunan ngedur lagu panjang-panjang berpower tembus untuk memikat perhatian tim juri. Tak pelak sabuk jawara dengan mudah diraih lewat aksi dasyatnya ini untuk kembali membuktikan kestabilan prestasi juaranya. “ Sudah banyak yang ingin meminang Jabrik Jr tapi belum ketemu deal mahar yang cocok, lagian saya nya juga masih sayang dengan kualitasnya yang diatas rata-rata ini,” jelas Kely.


Dipenghujung gelaran, Wisnu selaku Ketua Panitia menyampaikan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh kicaumania atas partisipasi dan dukungannya untuk rela basah-basahan di gelaran ini, serta memohon maaf yang sebesar-besarnya apabila terdapat kekurangan dan kesalahan dalam suguhannya. Sampai jumpa di gelaran Road to Piala Walikota Pekalongan 2018 berikutnya pada tanggal 1 April mendatang di Jl. Raya Simbang Wetan no.3 (sebelah Selatan SMPN 14) dan kemudian event puncaknya WALIKOTA CUP 2 PEKALONGAN bersama OBI Pekalongan pada tanggal 29 April 2018. Salam satu hati satu hobi,” tutup Wisnu diamini Echa sang istri dan seluruh crew yang bertugas. (kiky)
Baca Juga : Daftar Juara Road To Walikota Cup 2 – Pekalongan (17/3/2018)









