
Mediabnr – Kota Batik kembali menggeliat oleh antusias kicaumania lewat gelaran akbar IBC CUP I hasil gawe tim kondang akar rumput dengan bendera Devil Team komando Hendri yang berkolaborasi dengan OBI (Organisasi BnR Indonesia) – Pekalongan di area parkir IBC (International Batik Center) Wiradesa-Pekalongan pada hari Minggu (16/9) pekan ini.

Tak lepas dari solidnya crew serta panitia yang saling mensupport satu sama lain, gelaran yang dimandatkan kepada Azam sebagai Ketua Panitia dan Andy Setiawan selaku Sekertarisnya ini berhasil menggetarkan minat hadir kicaumania dari berbagai penjuru kota. Terlihat di lokasi yang luas dan nyaman ini kicaumania dengan variable benderanya masing-masing memenuhi setiap sudut area dimana berbagai fasilitas penting seperti paddock, lahan parkir, toilet, mushola serta pujasera telah tersedia.

“ Luar biasa, kicaumania bisa kumpul satu titik di sini meskipun ada beberapa gelaran bersamaan di kota-kota terdekat, ini bukti BnR selalu memberikan yang terbaik untuk kicaumania, terimakasih atas kepercayaannya,” pungkas Azam yang juga memegang mandat sebagai Korlap Madya di JBI-Jateng ini. Berselang beberapa saat ketika ditemui media, Andy Setiawan juga menyampaikan sepatah dua patah kata,” Saat ini bukan soal wahnya hadiah, banjir doorprize, ataupun embel-embel lainnya, tapi kicaumania membutuhkan lomba yang benar-benar fairplay, bukan janji-janji saja. IBC CUP I bersama BnR hadir di kota Pekalongan, dari kicaumania dan untuk kicaumania. Setelah ini kita persiapkan launching perdana yang kemudian berlanjut ke latber rutin di lokasi yang keren ini, tunggu tanggal mainnya ”.

Gelegar suara MC Abenk dalam memandu jalannya lomba membuat gelaran siang hari ini terasa semakin meriah bersama support pakan burung jawara MAXXX POWER dengan variant pruduknya yang terbukti berkualitas. Diawali dengan penyerahan plakat penghargaan kepada rekan-rekan EO lain dan tamu kehormatan yang dalam hal ini diharapkan dapat bersama-sama membangun keharmonisan kicaumania khususnya di kota Pekalongan. Kemudian disusul kompetisi di kelas burung komunitas seperti trucukan, kolibri, pleci dan ciblek yang pesertanya juga tak mau kalah ramai dengan kelas-kelas bergengsi lainnya, seperti halnya trucukan yang mencapai 55 kontestan.


Berlanjut ke kelas cucak hijau dimana duet amunisi andalan RYP Uswa Fashion-Batang finish mulus menduduki puncak tahta. Disesi pamungkas cucak hijau Jaya, nama Jabrik polesan Toyek sukses mengawali kemenangan mutlaknya lewat tampilan yang memukau. Bongkaran isian variasi lagu tembakannya begitu menonjol dengan pembawaan volume keras yang ditopang gaya serem jambul ngentrok andalannya. Kemudian disempurnakan oleh penampilan Bahurekso besutan Teguh yang juga tak kalah serunya saat memperebutkan posisi juara disesi IBC, meskipun pada akhirnya harus legowo menempati posisi runner up dengan selisih tipis bendera koncer.


Dikelas kacer dua nama besar sekitaran Pantura mendominasi di ajang dag dig dug der ini, diantaranya yaitu Panglima milik H. Doel Baset selaku putra daerah sendiri yang kembali sukses menghantarkan nama gacoannya dua kali menempati podium terbaik sebagai double winner. Track recordnya cukup booming ditelinga kacer mania lewat kestabilan prestasi yang terus tanpa henti ditorehkan, dan untuk kedepannya sang empunya akan mencoba peruntungan melawat ke event-event nasional seperti di Ibukota pada laga Presiden Cup V bulan depan.

Posisi runner up juga dua kali dihuni pemilik nama besar Remang-Remang yang notabene masih tangguh disisa-sisa tenaganya menjelang mabung, seperti pada laga silaturahminya Selasa kemarin di gelaran PBI Jogja Road to Piala Raja 2018 namanya masih bertengger di podium 5 besar. “ InsyaAllah, minggu depan kita hadir di Piala Raja dan semoga RR ada hokky di sana,” ujar sang empunya.


Kelas kenari menjadi salah satu kelas paling meriah di ajang ini dimana telah dimanjakan oleh panitia sebanyak 4 kelas seru yang dipertandingkan ditambah lagi tantangan penghargaan sebagai kenari terbaik. Salah satu sesi pamungkasnya yaitu kenari standart bebas Spesial dimenangkan oleh Godzilla besutan Kevin dari Jendsoed Team Pekalongan yang kali ini juga diikuti partner lainnya Tayo dan Fiolin menusuk di tahta juara. Performa ngedur dengan materi lagu cantik yang ditampilkan Godzilla telah berhasil memikat perhatian juri untuk memihak kepadanya, dimana rival-rival tangguh juga sudah ngantri di belakangnya. Untuk predikat kenari kecil terbaik dinobatkan kepada Estillo-AF Jepara dan kenari bebas terbaik oleh Tracak-Dien Canary Semarang.

Tak mau ketinggalan Bintang Timur besutan H. Birly yang juga kembali mapan di tahta juara setelah berhasil melibas aksi rival-rivalnya disesi kenari standart bebas BnR. Point kemenangan Bintang Timur disempurnakan oleh nama lovebird nasional miliknya yakni Dewa Amoy yang nyaris menyapu bersih puncak podium lewat aksi handalnya yang masih terlihat perkasa. “ Nafas tua masih tangguh, nyaris aja dapet hattrick. Kita lanjut Piala Raja besok ya preeen,” cetus H. Birly yang pada gelaran ini juga kembali sukses membuktikan kokohnya tembok pertahanan Gonzo BC Pekalongan dalam memperebutkan tahta juara umum.

Sedangkan predikat juara umum Single Fighter kembali disabet oleh Chandra-BBF SF Weleri yang selalu solid bersama squad amunisi mumpuninya untuk meraih prestasi membanggakan tersebut. Point penentu kemenangan kali ini diantaranya disumbangkan oleh kualitas murai batu hasil produk tangkarannya sendiri dengan Ring BBF bernama Lexus yang berbagi bendera koncer A disesi IBC untuk legowo menempati podium runner up.

Materi yang tidak perlu dipertanyakan lagi dengan darah indukan jawara yang jelas mengalir di tubuhnya membuat ringan langkahnya untuk menatap masa depan yang cerah di kancah nasional. “ BBF SF tetap andap asor tanpa menjatuhkan pihak-pihak lain, karena memang sudah seharusnya kita wajib saling bergandengan sesama kicaumania dengan satu tujuan yaitu kekeluargaan. Semoga selalu terjaga amanah ini dengan baik untuk dapat kembali berprestasi dikemudian hari,” papar punggawa BBF ini sembari mengangkat tropy exclusive juara SF.

Dipenghujung gelaran segenap panitia menyampaikan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh kicaumania atas partisipasi serta dukungan yang sangat luar biasa di ajang IBC CUP I ini. “ Semoga gelaran ini selanjutnya dapat diagendakan sebagai event tahunannya kota Pekalongan, Amin. Kami memohon maaf atas segala kekurangan maupun kesalahan yang sengaja maupun yang tidak disengaja dalam menyuguhkan kemasan lomba kali ini. Sampai jumpa di gelaran kami selanjutnya, salam satu hati satu hobi,” tutup Hendri Devil Team selaku salah satu pilar utama kepanitiaan IBC. (kiky)











