mediabnr.com – Pekanbaru. Bencana banjir dan longsor yang terjadi di wilayah Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat (26/11/25) menggugah kesadaran serta kepedulian kicaumania Riau untuk melaksanakan kegiatan Doa Bersama.
Terlebih, salah satu kicaumania Riau yaitu Ipda Angga Mufajar menjadi salah satu korban bencana banjir longsor yang terjadi di Sumbar.
Hingga hari ke-8 Angga mufajar belum ditemukan dan belum dapat kepastiannya, apakah ada mukjizat masih selamat atau sudah meninggal.
Acara Doa Bersama dilaksanakan di Riau Garden, Jl. Soebrantas, Panam Pekanbaru, Kamis (4/12) Ba’da Isya bersama Ustadz Kaswandi, S.E, Sy., S.Pd.I

Mengawali tausiahnya, Ustadz Kaswandi menyampaikan pentingnya kalimat innalillahi wa inna ilaihi roji’un saat kita mengalami sebuah musibah.
Sementara dalam menyikapi suatu musibah kita hendaknya semakin meningkatkan keimanan dan ketaqwaan, salah satu yang paling utama adalah ibadah sholat.
Selain meningkatkan keimanan dan ketaqwaan, Ustadz Kaswandi mengingatkan pentingnya untuk senantiasa menjaga dan melestarikan alam. Dapat dimulai dari lingkungan terdekat disekitar tempat tinggal kita.
Terkhusus acara doa untuk saudara Ipda angga Muhajar, Ustadz Kaswandi memberikan apresiasi atas solidaritas, simpati serta persaudaraan kicaumania.
Kepediulian dan solidaritas kicaumania merupakan kegiatan yang sangat dianjurkan oleh Allah SWT sebagaimana dalam QS. Al-Ma ‘idah ayat 2, wa ta‘awanu ‘alal-birri wat-taqwa wa la ta‘awanu ‘alal-itsmi wal-‘udwani wattaqullah (Tolong menolonglah kamu dalam kebajikan dan taqwa, dan jangan tolong menolong dalam perbuatan dosa dan permusuhan)
Setelah penyampaian tausiah, acara dilanjutkan dengan doa bersama untuk saudara-saudara kita yang terdampak bencana di Aceh, Sumut dan Sumbar, wabil khusus untuk Ipda Angga Mufajar. Doa dipimpin langsung oleh Ustadz Kaswandi.
Acara doa bersama juga dihadiri oleh Wadirkrimum Polda Riau AKBP Sunhot P Silalahi, kebetulan beliau juga merupakan kicaumania.
Sedangkan di Polda Riau, beliau ruang kerjanya bersebelahan dengan ruang kerja Ipda Angga Mufajar.

Saat menyampaikan sambutannya, AKBP Sunhot terlihat berkaca-kaca menahan kesedihan. Beliau menceritakan bagaimana kedekatan dengan Angga Mufajar.
AKBP Sunhot menceritakan bahwa Angga Mufajar berangkat menuju Sumatera Barat, Kota Padang tepatnya, dalam rangka melaksanakan tugas.
Sehari sebelum keberangkatan, Angga datang ke ruangan AKBP Sunhot, sekira jam 18.00 wib, sebelum magrib. “Ijin Komandan, kami mau berangkat. ke Padang memeriksa saksi” kisah AKBP Sunhot. “Oh iya, hati-hati” jawab AKBP Sunhot.
Setelah ijin akan berangkat tugas luar kota, Angga masih menyempatkan ngobrol bercerita seputar burung Kacer. Saat itu terasa sangat akrab sekali, tidak seperti biasa.
Bahkan Angga masih menyempatkan diri datang ke rumah AKPB Sunhot sekedar mengantarkan kue molen untuk dinikmati AKBP Sunhot. “Datang naik sepeda motor ninja, kasih kue molen, gitu aja, trus pulang” kenang AKBP Sunhot.
Itulah kenangan terakhir AKBP Sunhot saat berinteraksi dengan Angga Mufajar. Tepatnya sehari sebelum Angga berangkat tugas ke Sumbar.
Begitu terpukulnya AKBP Sunhot atas peristiwa yang menimpa Angga Mufajar. Terlebih sebagai atasan, beliau turut bertanggung jawab atas apa yang menimpa Angga.
Dari Polda Riau segala upaya semaksimal mungkin dikerahkan untuk memastikan keberadaan Angga Mufajar, apapun kondisinya. Satu tim telah ditugaskan untuk membantu mencari Angga Mufajar.
Di akhir sambutannya, AKBP Sunhot memohon ketulusan doa dan keikhlasan rekan-rekan kicaumania untuk Angga Mufajar. Kepada seluruh kicaumania yang hadir melaksanakan acara doa bersama, AKBP Sunhot mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya.
Meskipun dilaksanakan secara sederhana, acara doa bersama berlangsung dengan lancar dan khidmat. (WP)


