
Pekanbaru (MediaBnR.COM) – Lomba burung berkicau yang di taja oleh E.O. Jari dan Mbah BJO yang merupakan penangkaran tersukses di Pekanbaru, seakan menjadi milik murai batu Gatrix dan love bird Rosidin, Minggu (29/01/2017). Murai batu Gatrix dan love bird Rosidin kuasai semua kelas yang disediakan panitia lomba di setiap kategorinya. Gatrix milik Eko Bertuah BC meraih hattrick di tiga kelas yang disediakan panitia dan love bird Rossidin milik Isan Fadjrian meraih double winner.
Lomba awal tahun sekaligus konsep pertama di Pekanbaru dengan menaikkan kelas murai batu ring seakan menjadi buruan kicaumania Pekanbaru dan sekitar Riau. Untuk pertama kalinya kelas murai batu ring menjadi kelas utama di sebuah event lomba burung berkicau di Tanah Lancang Kuning. Sontak lomba tersebut menjadi angin segar bagi penangkar-penangkar di Propinsi Riau yang akhirnya ikut berpartisipasi di lomba tersebut.

“Lomba ini sengaja kita taja untuk menghargai jerih payah para penangkar yang membuat habitat murai batu ini masih tetap ada karena kita ketahui di alam bebas sana mungkin sudah sangat berkurang,” kata Mbah BJO di sela pembukaan lomba.
Kelas Murai Batu ring yang hanya dihargai tiket Rp. 50.000, diberikan hadiah yang sangat menggiurkan yakni Rp 2 juta dan menjadi daya tarik tersendiri lomba tersebut. “Hadiah ini merupakan sumbangan dari seluruh penangkar yang ada di Riau dan alhamdulillah mereka mengapresiasi lomba yang kita taja ini,” ungkap Wandy selaku ketua panitia.

Panasnya cuaca lapangan batrei P Panam Pekanbaru ini tidak menyurutkan niat kicaumania meramaikan lomba yang digawangi oleh perkumpulan juri-juri pilihan lintas E.O. se-Pekanbaru. Sepertinya paitia sengaja membuat konsep baru dengan menggabungkan juri lintas E.O. untuk kembali mempererat hubungan antar E.O. lomba se-Provinsi Riau. “Ini baru pertama kali terjadi. Semua korlap berkumpul dalam satu lomba,” ungkap Sigit Srikandi dibarengi Mas Jep dengan tawa sumringah.
Widodo Bird Farm berhasil mengantarkan murai batu hasil tangkarannya meraih podium pertama. Disusul oleh murai batu Den Bagus, hasil penangkaran Zidane Bird Farm, di tempat kedua. Serta murai batu dari ring lis PKU menjadi terbaik ketiga. Disamping itu, juga muncul penangkaran lainnya seperti Ima Ssi dengan murai batu Bima yang ikut masuk kedalam 7 nominasi burung murai batu terbaik Riau saat ini.



Sementara untuk kategori bird club (BC) terbaik, Bertuah BC berhasil menempatkan dirinya menjadi yang terbaik dengan 58 poin setelah mendapatkan persaingan yang lumayan ketat dari Kawanku BC. Bertuah BC berhasil menguasai kelas murai batu dan beberap kelas kacer dan kenari. Sementara Kawanku BC harus puas di podium kedua bird club dengan 24 poin. “Alhamdulillah dengan semangat kebersamaan akhirnya kita raih juara BC ini. Kita bersyukur semua jagoan tim Bertuah BC bekerja dengan maksimal,” ucap Eko selaku ketua Bertuah BC.
Sementara untuk kategori single fighter (SF), CBR SF menjadi yang terbaik dengan 44 poin. CBR SF yang digawangi love bird Rosidin, kenari Maridan dan kacer milik Mas Yuli, mampu kuasai beberapa kelas yang diperlombakan. (boeya)
BACA JUGA: Daftar Juara Ring BJO PBR CUP (29/1/2017)


















