Media BnR, Pekanbaru. Mengunjungi penangkaran burung murai batu milik Mas Adis, saya disuguhkan suasana yang “berbeda” dibanding penangkaran murai batu ditempat lain yang pernah saya kunjungi. Penangkaran Murai batu Mas Adis sangat terbuka, menghadap jalan lalu lalang aktivitas keluarga, bahkan dapat dikatakan berada di tepi jalan besar. Namun keistimewaannya, dengan kondisi terbuka dan lokasi yang ramai berbagai aktivitas, justru membuat penangkaran Mas Adis sangat produktif.
Dirintis sejak tahun 1997, awalnya cuma sepasang murai batu dengan satu petak kandang penangkaran di belakang rumah. Namun berkat ketekunan, kesabaran serta keuletan dan tanpa lelah terus belajar. Saat ini Gubuk Rampok Jr. Sudah berkembang menjadi 7 kamar penangkaran dengan 7 pasangan Murai Batu.
Sedangkan nama Gubuk Rampok Junior dipilih karena pertama kali murai batu yang ditangkar bernama Murai Batu Rampok, murai jagoan yang cukup punya prestasi.

Bermula dari perasaan “Sakit Hati”, akhirnya mampu memiliki penangkaran murai batu dengan konsep terbuka sebagaimana diimpikan Mas Adis, atau nama populernya Adis Khentoes. “Saat itu saya sangat ingin punya peliharaan murai batu untuk lomba, termotivasi dari rekan kerja seorang kicaumania dan burungnya sering Juara. Biar sekalian untuk belajar perawatan dari nol, saya berniat beli murai batu anakan atau trotolan. Singkat cerita, dapatlah rekomendasi di salah satu penangkar yg ada di Pekanbaru. Namun saat proses bertransaksi itulah saya merasakan ketidaknyamanan dan ketidakpuasan atau saya sebut sakit hati” Kisah Mas Adis mengawali perbincangan.
“Sebagai pembeli, minimal saya harus tau silsilah trotolan yang saya beli, dan untuk lebih meyakinkan saya ingin melihat langsung induknya yang ada di penangkarannya. Namun pemilik penangkaran seakan tertutup dengan berbagai alasan, tidak memberikan ijin melihat kandang tangkaran. Dari situlah saya bertekad untuk breeding murai batu sendiri dengan konsep terbuka. Baik terbuka kandang penangkaran, maupun terbuka dokumen lengkap seluruh indukan serta anakan. Intinya Jujur dan Terbuka” Jelas Mas Adis tentang motivasinya menangkar burung murai batu.
Dengan konsep yang dijalankan, penangkaran Gubuk Rampok Jr. mulai dikenal di kalangan kicaumania, khususnya pecinta murai batu. Kandang penangkaran terbuka, tanpa kain penutup. Setiap tamu yang datang dapat sepuasnya melihat setiap kandang yang ada. Kalau ada pertanyaan, akan dijawab sejelas-jelasnya. Semua dijalankan Mas Adis dalam keseharian mengurus penangkaran.

Berkat kepercayaan kicaumania, pemasaran hasil tangkaran murai batu gubuk rampok Junior berhasil hingga ke pulau jawa. “Yang lumayan konsisten mengambil tangkaran saya, terjauh dari Surabaya. Hingga saat ini masih rutin. Ada juga dari Semarang, Jawa Barat dan Jakarta. Kalau wilayah Sumatera, masih seputar Riau yg sudah pernah mengambil anakan dari saya.” Terang mas Adis saat dikonfirmasi tentang masalah pemasaran hasil tangkaran Gubuk Rampok Jr.
Buat Murai batu Mania yang ingin meminang hasil penangkaran Gubuk Rampok Jr. maupun berniat diskusi atau bertanya seputar penangkaran burung Murai Batu, dapat langsung berkunjung ke Gubuk rampok Jr. ataupun via ponsel/whatsApp (WP)

Gg. Damai II (Arah Radar Bandara), RT.04 RW.02 Kelurahan Maharatu, Kecamatan Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. HP. 0852 7147 3606


