
Kudus (MediaBnR.Com) – Lomba burung berkicau dengan tema “Menanti Ramadhan Bersama Kepala Desa Gribig, Provotex Group, dan Kalifa Group” (29/5) bertempat di lapangan Gribig, Kudus, mendapat apresiasi yang luar biasa baik dari kicaumania juga dari warga sekitar. “Ini merupakan kali pertama desa kami ada lomba burung berkicau dengan animo peserta yang sangat luar biasa, dimana dari warga juga sangat terhibur dan diuntungkan mereka dapat mengais rejeki dari berjualan, parkir, dan lainnya. Rencana acara ini kedepannya akan kita jadwalkan menjadi agenda rutin tahunan di schedule desa kami,” ungkap Abdulah Raiz yang bau menjabat 2 tahun sebagai kepala desa Gribig.
Kelas murai batu masih menjadi kelas bergengsi dimana kelas utama berhasil disabet oleh bapak Irawan Kudus dengan andalkan Jaguar, gaco lawasnya yang selama ini bertapa begitu diturunkan tidak tanggung-tanggung langsung tempati posisi teratas dikelas utama dengan selalu muntahkan cililin panjang sehingga mampu melumpuhkan lawan-lawannya. Hal yang sama terjadi oleh haji Achmad Kudus yang berhasil menguasai dikelas provotex dengan andalkan carlos, dengan kondisi bulu baru langsung perdana diturunkan di gelaran lomba baru kali ini tak tanggung –tanggung langsung menmpati juara pertama.
“Saya belum berani memforsir Carlos karena melihat bulunya masih basah, kelebihannya gaya satu titik full ngeplay dan tipe roll tembak ada didirinya serta jika keluarkan tembakan cililin mampu menutup lapangan, untuk rollnya membawakan lagu-lagu burung kecil yang kasar,” jelas Arick yang selalu mengawal dilapangan saat Carlos dibawa ke lomba.

Sama halnya dikelas kacer 4 kelas diikuti semua oleh Kerinduan Jr debutan bapak Suwardi Tayu berhasil nyeri juara 3 dan juara 1, berkat olahan tangan dinginnya Suwardi sudah beberapa kali orbitkan kacer ke kancah nasional dengan rawatan sederhana karena keterbatasan waktu terbentur oleh jam kerja. Meski kerja Kerinduan Jr naik turun plangkringan namun volume yang dihasilkannnya sangat tembus dan variasi lagu serta tonjolan love bird dan jalak urennya jika keluar benar-benar mengundang perhatian juri. “Saya sudah beberapa kali orbitkan kacer jawara dan selalu dilirik oleh pemain papan atas hingga saat inipun burungnya masih stabil juara karena perawatan saya tidak neko-neko cukup subuh saya jemur hingga jam 8 pagi saya masukkan karena saya harus berangkat kerja, hanya saya beri jangkrik 2/2. Untuk persiapan lomba Cuma ditambah ulat hongkong 5 H-1 dan dihari H nya akan main kembali seperti harian biasa dan Cuma itu, untuk mandi sesi pertama tidak perlu mandi. Dan untuk sesi berikutnya harus mandi sebelum digantang. Gaya getar dan menjulurnya leher Kerinduan Jr ditambah buka ekor full menjadi point plus saat dilapangan,” jelas pak Suwardi yang dikawal putranya saat di lapangan.

Di kelas ini juga hadir Arief DH yang sengaja tidak menurunkan cendetnya karena persiapan menuju Road To Presiden Cup di Jatidiri Semarang minggu depan, kesempatan ini hanya menurunkan Wage kacer barnya alhasil hamper nyeri digenggamnya. “Kacer Wage merupakan kacer indukan yang sudah beberapa kali produk milik temen, entah kenapa beberapa hari lalu sibetina dan anaknya dihajar oleh Wage hingga tewas karena putus asa akhirnya dijual ke saya. Iseng saya mainkan kok istimewa kerjanya sampai sekarang ini saya bawa belum pernah mis,” ungkap Arief DH kepada wartawan BnR.
John Meyer cendet milik Gerry All In SF Pati is back, pasca mabung langsung nyeri juara 2 digelaran ini, dengan andalkan roll speed nagenditunjang lagu lagu tembakan ting-ting tembus hingga ketelinga penonton dengan variasi lagu seperti gereja tarung, kenari, cililin, ciblek, love bird, sogok ontong, srindit, dan kapas tembak. “John Meyer ini menjadi ancaman cendet mania kedepannya, selain gaya menatap langit cendet saya ini sudah terbukti telah menjuarai lintas antar blok dan telah melalang buana,” ucap Gerry yang diiyakan oleh beberapa rekannya. (LamBanK)
BACA JUGA: Daftar Juara Menanti Ramadhan Desa Gribig (29/5/2016)








