Mediabnr – Luar biasa peranan seorang Arif Luqman Hakim sebagai pilar gelaran dalam merangkul peserta untuk menghadiri lomba burung berkicau ALH CUP I di Halaman Rumah Dinas Karesidenan, tepatnya di Jl. Jendral Soedirman-Pati pada hari Minggu (3/3). Total 1126 peserta hadir memenuhi arena yang dimeriahkan tokoh-tokoh penting masyarakat sekitar serta para senior perburungan dari berbagai kota ini.
Kata sukses pun diraih panitia bersama Organisasi BnR Indonesia-Pati melihat keseluruhan kemasan dapat terselenggara dengan lancar sejak awal hingga akhir selalu dipenuhi peserta setianya meski sampai petang. “ Luar biasa sekali, terimakasih atas partisipasi dan support dari teman-teman kicaumania semua. Mari kita bersama-sama mewujudkan suasana yang harmonis dalam bermasyarakat khususnya di kota Pati tercinta ini, salah satunya lewat lomba burung seperti ini sebagai wadah mempererat tali silaturahmi serta rasa kekeluargaan. Saya mewakili seluruh jajaran panitia yang bertugas memohon maaf apabila terdapat kekurangan maupun kesalahan dalam menyuguhkan gelaran ALH CUP I hari ini, sampai jumpa di ALH CUP II berikutnya, InsyaAllah,” ungkap Arif Luqman Hakim yang saat ini mencalonkan diri sebagai Caleg DPRD Dapil 4 Prov. Jateng (Kab. Pati & Kab. Rembang) bernomor urut 01 dengan slogannya Bela Rakyat Bela Umat mewakili Partai Amanat Nasional ini.
Sengitnya persaingan menjadi jawara pun tak terelakkan dengan kualitas materi mumpuni dari masing-masing gacoan disetiap kelasnya. Seperti dikelas murai batu, nama-nama di bawah ini harus bekerja ekstra keras untuk menang. Diantaranya adalah L300 besutan Wachid Raja Minyak/Bentow Pantura pengusung Dt. Rembang Award yang akan menggelar event bersama BnR tanggal 23 Juni 2019 mendatang. Pukulan-pukulan sadis yang dimuntahkan sebagai penutup roll lagu isiannya berhasil melumat aksi rival full gantangan untuk menempati podium juara I disesi A BnR dan juara II sesi Rambo. Menurut penuturan sang mekanik kestabilan prestasi L300 ini tak lepas dari settingan voer harian yang dikonsumsinya, yakni Maxxx Power Honey & Egg dengan formulasi tepat untuk memenuhi kebutuhan protein, vitamin dan mineralnya. “ Gak hanya L300 aja, Kerzen juga tambah stabil kok pakai pakan Maxxx Power ini,” tambahnya sembari mengangkat tropy juara II dan III cucak hijau Kerzen.
Kemudian Garuda Star besutan Andromeda SF yang begitu sempurna penampilannya dengan balutan roll rapat, bongkaran variasi pukulan dahsyat, volume tembus ditopang gaya tarung exotis sebagai materi andalannya mampu mendominasi disesi pamungkas murai batu ALH dan finish lagi dipodium juara III sesi A BnR. Mengiringi kemenangan Garuda Star, Music Man gaco kacer andalannya juga tampil membanggakan untuk nyaris menyabet double winner.
Posisi runner up dikelas ini ditempati oleh Sindak milik Yek Umar punggawa ALKF SF yang juga tak kalah hebat mempertontonkan aksi terbaiknya. Gaya nagen satu titik sembari aktif mengibaskan ekornya sebagai sinyal petarung sejati, bongkaran lagu serta volumenya pun memekakkan telinga. Tak pelak, Sindak kerap kali menjadi salah satu favorit juri manapun disetiap laga yang dilakoninya. “ Disesi utama ALH tadi juga masih dapet koncer juara IV,” paparnya.
Dikelas utama cucak hijau ALH bendera koncer A dominan tertuju pada nomor gantangan 01 dimana Sarpon beraksi. Salah satu squad koleksi gaco andalan milik Andy Kudus ini memang begitu mempesona penampilannya baik dalam hal materi lagu, volume, gaya tarung serta durasi kerja. Posisi gantangan pinggir tak mengurangi kualitasnya sedikitpun, bahkan malah semakin terlihat menonjol dimata juri dan penonton.
Demikian juga dengan salah satu koleksi cucak hijau debutan Anton Tepos BC Jepara bernama Bintang yang juga tampak sangar dalam mengolah kualitas materi andalannya untuk nyaris dinobatkan sebagai jawara disesi BnR. “ Cukup bagus penampilan Bintang tadi di lapangan, lagunya bongkar, volumenya juga tembus, gaya jamtroknya juga stabil dari start gantang sampai akhir penilaian. Ya belum hoki saja, kalah tipis banget bendera koncer A dan B nya,” jelas sang mekanik.
Menjadi buah perbincangan kicaumania saat kelas lovebird utama ALH berlangsung dimana mata mereka tertuju pada gantangan nomor 22 yang ditempati oleh Berto kepemilikan H. Opie Kudus. Durasi kerjanya full sejak awal hingga akhir dengan tembakan panjang yang nyaris tanpa jeda untuk kemudian berhasil mengumpulkan point tertinggi. Meski sang mekanik merasa kurang puas dilaga sebelumnya yang hanya menempati podium III & V dengan kinerja yang tak jauh beda, kemenangan mutlak sebagai juara I disesi utama ini bisa menjadi obatnya. “ Burungnya udah kerja maksimal tapi jangan lupa faktor keberuntungan juga sangat berpengaruh, jadi apapun hasilnya kita harus bersyukur,” cetus salah satu crew.
Terlahir sebagai bintang sepertinya cocok disematkan kepada Jono orbitan Alvino Kudus yang selalu stabil mendulang prestasi membanggakan sejak awal meniti karier hingga saat ini diusianya yang baru menginjak 3 bulan jalan. Durasi tembakan dan aktif kinerjanya bak burung dewasa yang mampu membawakan panjang nyaris tak berjeda. Hal ini menjadi point plus Jono atas bakat serta kualitas rata-rata yang dimilikinya untuk terus menorehkan kemenangan diberbagai event akbar. “ Alhamdulillah, Jono menang telak lagi sebagai double winner disesi lovebird paud B Rambo dan A Salimar,” ujar Alvino yang sukses mengibarkan bendera Duta Purwodadi Award 3 ini.
Dikelas cendet sebagai salah satu kelas terpanas di wilayah sekitaran Pantura ini nama Kalagondang sedang naik daun dimana setiap laganya selalu mendulang decak kagum lewat materi unggulan yang selalu stabil ditampilkannya. Gaco besutan Agus Salimar punggawa tim Putra Majapahit ini sukses meniti karier ditengah ketatnya kompetisi cendet papan atas, demikian juga siang ini dimana namanya kembali terpampang di puncak podium sesi cendet Salimar dengan materi unggulan tembakan cililin.
Tak ketinggalan kenari bernama Sintetis yang notabene adalah salah satu ujung tombak amunisi dari Mozza SF Rembang. Berkat kestabilan performanya siang ini, Sintetis nyaris mendulang prestasi sebagai double winner yang diantaranya mutlak menjuarai sesi Rambo sebagai juara I dan sesi Salimar sebagai juara II dengan selisih tipis bendera koncer. “Rahasia kestabilan prestasi Sintetis dan pelapis-pelapisnya yang juga tidak kalah hebat, semuanya memiliki kunci yang sama yaitu konsisten mengkonsumsi pakan Simon DP yang sudah banyak dibuktikan kualitasnya,” jelas salah satu crew Mozza SF.
Membayangi ketat sebagai runner up adalah Garenk salah satu debutan Wahyu 8055 Semarang. Kinerja apik dengan balutan lantunan lagu merdu serta durasinya yang panjang-panjang cukup membanggakan sang empunya dimana tokoh senior ini sedang gencar menggalang dukungan kicaumania untuk memeriahkan gelarannya bertajuk 8055 CUP 2 bersama BnR tanggal 30 Juni 2019 mendatang di kota Semarang. “ Monggo sedulurku kicaumania semua, kita kumpul satu titik di 8055 CUP 2 Semarang,” ungkap santun beliau. Sedangkan disesi kenari Salimar giliran Bang Bokir jebolan markas PKP Pati yang tampil memukau untuk layak dinobatkan sebagai sang jawara.
Lewat terkumpulnya point-point kemenangan squad amunisi di gelaran lomba hari ini, laga silaturahmi yang ditemakan oleh Duta Purwodadi Award 3 komando Octha Rasta berhasil mencapai target, yakni dapat menunggangi podium juara umum Bird Club. “ Terimakasih atas support yang luar biasa dari temen-temen semua atas kemenangan hari ini. Kami mohon doa, dukungan dan partisipasinya di gelaran kami PURWODADI AWARD 3 feat BnR tanggal 28 Juli 2019 mendatang,” ungkap Octha.
Sedangkan predikat terbaik sebagai juara umum Single Fighter lagi-lagi sukses disemat oleh Bosen Waras. Kualitas materi squad amunisi serta solidnya crew Bosen Waras sudah tidak diragukan lagi eksistensinya, seperti pada gelaran terdekat lalu bertajuk Nabil Cup I Semarang dimana namanya juga berhasil menunggangi podium terbaik ini. (kiky)























