Mental Juara

Foto; ist

[vc_row][vc_column width=”1/1″][bf_advertisement_image show_title=”0″ image=”https://mediabnr.com/data/uploads/2015/04/juara.jpg” caption=”Foto: ist” target=”_blank”][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column width=”1/1″][vc_column_text]MediaBnR.Com – Kicaumania, sudah bukan hal aneh atau sudah sering terjadi kalau dalam lomba-lomba BnR  ada kicaumania pemula atau kicaumania akar rumput yang memenangi lomba dan menjadi juara.  Intinya, dalam suatu sistem penjurian yang fair play,  semua orang memiliki kesempatan yang sama untuk burungnya bisa menjuarai suatu lomba,  baik itu burung milik bos atau burung milik kicaumania akar rumput belaka.

Jadi pembedanya tergantung pada kualitas burungnya, bukan siapa pemiliknya. Pembedanya juga terletak pada bagaimana cara perawatan burung lomba. Kalau kicaumania akar rumput mau terus belajar bagaimana memilih dan mencari kualitas burung standar lomba dan mengejar pengetahuan yang mumpuni dalam rawatan burung, bukan tidak mungkin mampu mengimbangi kelebihan para bos burung yang dengan kekuatan finansial  yang dimilikinya bisa lebih leluasa dalam memilih dan memiliki burung berkualitas.

Karena kesempatan dan peluangnya sama, maka bagi kicaumania akar rumput yang memiliki burung berkualitas harus memiliki mental juara, lewat kalimat yang sering terlontar sendiri di kalangan kicaumania akar rumput “akh mana mungkin mengalahkan burung bos-bos.” Atau ketika memiliki kualitas burung lomba yang bagus untuk bertarung di lomba nasional justru mentalnya ciut dan langsung bilang “akh burung saya hanya kelas latberan”.

Artinya mental juara juga punya peran penting, berani bertarung tanpa merasa keder terlebih dahulu begitu melihat siapa pemilik burung lawannya. Tetapi mental juara juga berarti berani menerima kekalahan dan mengakui kalau ada burung yang lebih bagus dari burung milik sendiri. Jayalah kicaumania Indonesia.[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row]

TAGGED: