Mediabnr – Saat ini kerap terjadi, miras dulu gantang kemudian. Perbuatan ini baik skala kecil dan pribadi maupun luas, lebih menampakan potret buramnya saja. Mungkin hal itu sudah menjadi bagian yang biasa bagi segelintir orang, tetapi saat ini perkembangannya justru makin membuka ruang dan orang baru.
Memang lebih terasa instrumental di sini, tapi bisa dibayangkan menjadi kebiasaan yang lebih dalam lagi kepada kehidupan perkembangan dunia kicau mania, khususnya di lapangan lomba. Mulanya dari kebiasaan, lalu berlanjut menjadi ritual. Padahal tradisi menegak minuman keras disaat mengikuti lomba, bisa membias, menyimpang, lalu permanen menjadi budaya akut, juga beresiko salah kaprah.
Istilahnya bensinnya sudah ada, tinggal dicari apinya. Entah atas nama percaya diri, entah ketakutan terhadap konsekuensi yang mengikutinya. Mungkin saja ritual tersebut, hanya sebatas silaturahmi atau juga bertujuan untuk mendongkrak keberanian, atau juga untuk menambah tenaga. Yang pasti lebih banyak negatifnya dibanding positifnya.
Tema dan jalan cerita ini sebetulnya sama sekali tidak baru. Sudah ada sejak zaman baheula, tetapi saat ini perkembangannya lebih show up. Memang tidak ada larangan hukum ataupun aturan moral yang sudah dirumuskan, tetapi efeknya bagi dunia burung seperti menonton film horor, penuh kecemasan dan tiba-tiba nongol hantunya.
Pertandingan adu kicauan pada hakikatnya adalah pertandingan kita bersama. Lalu kenapa kita tidak sama-sama menjaganya, memang tak mungkin kita menghidari gejala yang berbeda-beda, dan persentase dalam menyimak bobot gejala sosial. Tetapi yang lebih utama mencoba belajar untuk sesantun mungkin memelihara bahtera benama kicau mania atau bernama hobi burung kicauan. Mari bersama jadikan dunia burung lebih indah dan bermakna. Salam kicau mania.


