REMBANG AWARD 2019

Mediabnr – Jajaran OBI Rembang dan crew panitia yang tergabung telah sukses menggelar lomba burung berkicau dengan tajuk Rembang Award di lokasi Taman Rekreasi Pantai Kartini, Rembang-Jawa Tengah pada hari Minggu (23/6). Sebuah gelaran akbar yang kedepan bakal menjadi ajang tahunan kota Rembang dimana kemasannya memang benar-benar dispesialkan untuk memanjakan tamu kicaumania yang hadir.
“ Melihat antusias kicaumania khususnya kota Rembang yang sangat kangen akan gelaran BnR, maka kami selaku Jajaran Organisasi BnR Indonesia-Rembang bekerja sama dengan rekan-rekan panitia berupaya untuk mewujudkannya lewat gelaran perdana ini, Rembang Award yang agenda ke depan akan menjadi event prestisius kota Rembang setiap tahunnya. Semoga dapat diterima oleh kicaumania dengan baik, kami mohon doa dan dukungannya dari sahabat kicaumania semua,” jelas Fafan Ardiansyah selaku Ketua OBI Rembang sekaligus Ketua Panitia di gelaran ini.
All out adalah kalimat yang tepat ditujukan kepada seluruh Jajaran OBI Rembang diantaranya Jefri K48eL, Yudi Hos, Wawan Kragan, Narko, Angga CRV, Anjar Law, dll yang terjun langsung ke arena untuk saling bahu-membahu dalam mensukseskan gelaran ini. Tak hanya kicaumania yang nyaris mencapai jumlah 1000 peserta hadir dari berbagai kota lintas Blok ikut memeriahkan, support dari rekan-rekan OBI maupun EO lain dari kota sekitar pun begitu kental terlihat di lokasi. Ini tanda keharmonisan keluarga BnR dengan kicaumania tetap terjaga erat, dan untuk lebih menguatkan lagi pihak panitia telah menyiapkan sebuah kenang-kenangan berbentuk plakat tropy untuk masing-masing perwakilannya.
Duet MC Bangkit Satrio dan Adelia semakin memeriahkan gelaran yang menjadi saksi kemenangan Parasurama milik Wawan Shaamson SF yang tampil terbaik dikelas utama murai batu Rembang ini. Meski bisa dibilang sebagai pendatang baru, tangan dingin Aan Dipokerti sang mekanik mampu merubah keberuntungannya di lapangan. Kemampuan berolah vocal serta powernya terlihat lebih lepas ditambah lagi gaya petarung sejatinya yang tereksplore tanpa beban untuk menyempurnakan durasi kerja aktifnya. Faktor inilah yang membulatkan penilaian tim juri untuk menancapkan bendera koncer A di bawah nomor gantangannya.
Tanpa pengawasan langsung Wawan sang empunya yang memang sedang sangat sibuk dengan pekerjaannya, crew asal kota Pati ini tetap solid dan terbukti tajam dalam beradu kualitas gacoan. “ Alhamdulillah, disaat sebagian besar amunisi seperti Jhon Key, Terminator, Vampire, dan Dollar istirahat mabung, Parasurama masih bisa diajak jalan-jalan. Aksinya mampu mengimbangi bahkan lebih unggul meskipun bertarung dengan rival senior berbagai kota,” papar sang punggawa dihubungi media BnR via ponsel.
Adu kualitas termasyur tak terelakkan dikelas cucak hijau dimana sederet gaco papan atas ikut turun memeriahkan, dan hasilnya pun merata diantara nama-nama besar tersebut harus berbagi gelar juara di masing-masing kelas yang ada. Seperti halnya MJ alias Mesin Jahit milik Anton Tepos Jepara yang tak kenal lelah menorehkan pundi-pundi prestasi membanggakan. Setelah sukses mencetak kemenangan hattrick di event akbar Piala Canting IV Pekalongan pekan lalu, sisa-sisa tenaganya masih berbahaya dan tetap diakui kualitasnya untuk layak menempati podium juara I sesi cucak hijau BnR dan juara II sesi utama cucak hijau Rembang dengan hasil akhir nyaris double winner.
Kemampuan serta kualitas Gambang Suling besutan Nunu 1945 SF Pati juga kembali terbukti di partai neraka ini. Turun perdana pasca mabung tak lalu membuatnya lupa cara bertarung, tapi malah semakin memotivasinya untuk lebih kejam dalam mengeksplore seluruh potensinya. Hasilnya pun tidak mengecewakan, ketika turun disesi cucak hijau BnR namanya harus legowo menempati podium IV dengan perolehan 1 koncer bendera A, tapi tak begitu untuk selanjutnya disesi kedua cucak hijau Kartini dimana bendera koncer A mutlak berkumpul di bawah nomor gantangannya untuk menduduki puncak podium juara I. “ Bulu baru sudah lumayan lah,” cetus Atenk sang mekanik.
Sedangkan dikelas utama cucak hijau Rembang giliran Alpukan besutan Yudi Istana-Wonosobo SF lah yang mutlak merajai. Derasnya pukulan variasi tembakan yang dimuntahkan aktif sejak awal hingga akhir penjurian, ditambah gaya jamtrok yang mencolok menjadi senjata pamungkas Alpukat untuk dapat menyisihkan perform rival full gantangan di event ini. Aksi hebatnya kembali teruji disesi cucak hijau BOB untuk finish sebagai runner up.
Sumbangsih point Alpukat ini mampu disempurnakan oleh sederet nama-nama gacoan Yudi Istana lainnya untuk mengumpulkan pundi-pundi point menggunung. Alhasil, diakhir penghitungan total point untuk kategori juara umum Single Fighter namanya mencuat sebagai pemenang. “ Terimakasih atas kepercayaan dan support yang sangat luar biasa ini, semoga di event selanjutnya kami bisa mempertahankan dan lebih baik lagi dalam mengukir prestasi,” ungkapnya.
Demikian juga dengan Sniper, cucak hijau debutan Galuh 33 yang lewat point raihannya beserta squad amunisi lainnya nyaris menghantarkan bendera yang didukung kali ini yaitu Dt. Bosen Waras ke puncak podium juara umum Bird Club. Setelah berhasil finish di podium juara II sesi Kartini, Sniper kembali menorehkan prestasi di podium juara III sesi BOB. Disusul aksi ciamik gaco anyar Galuh 33 bernama Inex yang menjadi bintang lapangan event Rembang Award, Inex nyaris menyapu bersih podium terbaik lewat raihan hattrick menyisakan 1 kelas saja. Tak ketinggalan cendet Paradise jebolan tim Bosen Waras yang juga sukses merajai disesi Kartini.
Eksistensi Sinar Mandiri cucak hijau polesan Johan dari tim Gang IV SF semakin diakui dan terbukti disesi BnR ketika namanya ikut mewarnai tahta juara III. Tak hanya Sinar Mandiri, ikon gaco-gaco kenari jebolan tim spesialis asal kota Pati ini juga sukses menorehkan tinta emas lewat nama besar Kang Pipit milik Jokek yang nyaris mencetak double winner. “ Semoga bisa terus stabil membanggakan,” cetus singkat Jokek usai menceritakan kemenangan Kang Pipit sebelumnya di event lomba Pati Bersatu Cup lalu.
Peran serta Shincan besutan Zaura SF Semarang cukup penting dalam pengumpulan pundi-pundi point Dt. Purwodadi Award III. Meski belum beruntung menempati podium puncak diketiga kelas yang dilakoninya, Shincan cukup legowo dengan raihan nyaris hattrick runner up. Sedangkan aktor penentunya adalah lewat kegigihan Octha sang arsitek dalam memadu racikan dahsyat amunisi-amunisi yang diturunkan hari ini hingga kembali berhasil mengibarkan duta yang akan menggelar event akbar tahunan ketiganya kota Purwodadi bertajuk Purwodadi Award III pada tanggal 28 Juli 2019 mendatang ini meraih juara umum Bird Club. “ Alhamdulillah sudah 70 % lebih pesanan tiket Purwodadi Award, untuk teman-teman kicaumania yang belum memesan monggo disegerakan, jangan sampai kehabisan seperti dikedua event Purwodadi Award sebelumnya. Kami tunggu dukungan dan partisipasinya di Stadion Krida Bhakti, Simpang Lima-Purwodadi bulan depan,” ujar Octha.
Dipenghujung gelaran, segenap panitia mengucapkan terimakasih kepada seluruh kicaumania yang telah mensupport dan memeriahkan gelaran Rembang Award I ini. “ Tak lupa kami menghaturkan permohonan maaf yang sebesar-besarnya apabila terdapat kekurangan maupun kesalahan, semoga di Rembang Award II tahun depan kami bisa lebih baik lagi. Salam satu hati satu hobi,” tutup Jefri K48El diamini Yudi Hos selaku Ketua Pelaksana.
https://mediabnr.com/2019/06/25/daftar-juara-rembang-award-23-6-2019/



























