
Semarang (MediaBnR.Com) – Even akbar gawe BnR Jateng dalam memperingati hari jadi Jawa Tengah dengan tajuk Gubernur Cup Jateng kali ini (16/8) di gedung Sindoro komplek PRPP Semarang benar-benar memecahkan mitos perihal tiket mahal yang selama ini tidak akan terbeli menjadi keyakinan para kicaumania khususnya di Jawa Tengah, namun dieven ini mitos tersebut tidak berlaku dengan terbukti murai batu kelas Borobudur tiket 1 juta mampu diikuti oleh 68 peserta. Even ini merupakan gebrakan gawe BnR Jawa Tengah di bawah komando bapak Budi SP,Msi sebagai ketua BnR Jateng, yang diharapkan bisa menjadi pemacu cabang-cabang BnR ditiap kota lainnya seluruh Jawa Tengah khususnya.
Arjuna, cucak hijau besutan Herman Mandiri SF membuktikan jati dirinya sebagai burung berkualitas jempolan lewat kinerjanya yang atraktif mampu bersaing dikancah nasional dengan torehan prestasi sempurna. Predikat jawara sukses diraihnya ketika berlaga disesi Prambanan, penawaran untuk meminang dari kontestan lain pun disampaikan dipinggir lapangan hingga diangka 60 juta menurut Angga sang mekanik. “Even ini memang saya manfaatkan sebagai ajang pembuktian bahwa Arjuna juga mampu disandingkan dengan cucak hijau ternama lainnya,” tambah Herman sebagai pemilik Arjuna.
Penampilan New Revo juga begitu mempesona perhatian juri dikelas ini. Setelah sukses berprestasi dilaga sebelumnya seperti pada ajang BnR Award, Pakualam, Royal Cup, & Bupati Banjarnegara pekan lalu, siang ini gaco terbaik Afron Pemalang kembali sukses bertengger dua kali sebagai runner up. “Target kedepan kita persiapkan turun ke Piala Raja,” papar Wahono sang mekanik.
Sama halnya Addira milik Andi Muria Paksi Kudus tampil garang dengan variasi lagu dan tembakan dominan kapas tembak. “Performa Addira hari ini sangat turun drastis mungkin dia kelelahan karena terlalu sering saya mainkan, sebenarnya mau saya istirahatkan karena harus hadir digawe akbar BnR Jateng mau ga mau saya paksa untuk main sebagai partisipasi. Alhamdulillah masih menempati posisi 3 besar,” ungkap Andi yang juga menjadi ketua BnR cabang Kudus.
Dengan peringkat yang sama namun kelas berbeda yakni Kelas Prambanan berhasil ditempati oleh Picollo masuk 3 besar milik Syafii Purwodadi.
Belavista, cendet milik Apank Sidoarjo yang hadir bersama Rudi Pacet hampir saja meraih kemenangan ganda. Menurut Rudi, kemenangannya ini merupakan sebuah hasil karya terbaik dengan keberhasilannya mengorbitkan cendet desa yang mampu bersaing dengan nama besar lainnya, dan kemudian akan difokuskan berlaga ke Kebumen Award pekan depan. Dibawahnya ada Darah nama cendet yang tidak asing lagi di lomba nasional milik Gunawan/Firman Semarang. “Darah terus terang sudah laku namun kembali dengan keadaan yang ngedrop, hanya dalam waktu 2 minggu saya kembalikan staminanya namun sampai saat ini belum 100 % kondisinya, tetap kami syukuri masih bisa masuk juara,”papar Bambang Dolog yang memoles darah saat ini.
Kelas Murai Batu Borobudur berhasil di sapu bersih oleh Babah Cyky Solo dengan andalkan Sultan Taha dengan pola ngeplay didukung besetan kasar setiap membawakan lagu rollnya setelah sebelumnya dikelas prambanan hanya masuk di posisi Runner Up. Dibawahnya ada Super Begong dari Pekalongan milik Arivin yang hanya turun sekali di kelas utama. “Sengaja Super Begong kita mainkan sekali saja karena melihat bulunya yang masih basah karena habis ngurak, masih bisa masuk 2 besar padahal belum tersentuh rawatan khusus sama sekali,” papar Arivin kepada BnR. Pancasila, salah satu murai batu andalan Mimpi dari Kebo Hitam SF Pati ini tampak sakti dihari kemerdekaan RI ini dengan mempertontonkan kinerjanya yang apik serta rapi mengolah lagu isian dengan tonjolan-tonjolan tembakan yang mampu menutup perlawanan rival-rivalnya hingga sukses berdiri kokoh di posisi teratas dan ketiga di penampilan berikutnya.
Di kelas kenari berhasil disapu bersih oleh Parikesit milik mr Deco Samarinda, 2 kelas yang ada tak satupun berhasil yang menggeser posisinya. Dengan penampilan full ngedur serta pembawaan lagu yang selaras ditunjang gaya gela – gelo menjadikan Parikesit layak mendapatkan koncer A mutlak dari para juri. Dibawahnya dikelas mendut ada Bule garapan wawan ABF Pati yang sukses berkat kekompakan team, sedangkan dikelas Gedongsongo posisi 3 besar ditempati oleh Anjasmara milik Amri BASF Pekalongan yang seketika itu dipercayakan untuk di poles kepada Ciu Salatiga. “Setelah ini Anjasmara saya rawat di rumah dan akan meramaikan kelas kenari di lomba-lomba tingkat nasional, semoga kedepan Anjasmara tetap stabil ditangan saya,” ucap Ciu yang memiliki nama asli Andre.
Ada 6 kelas love bird berhasil disapu bersih oleh Kusumo milik H. Sigit WMP Klaten, love bird fenomenal tersebut benar-benar diakui oleh khalayak kicaumania saat ini. Lain halnya dengan M. Adrian Solo yang sedikit kecewa dikelas awal dikarenakan jagonya kalah karena nomor gantangan yang didapatnya gantangan nomer besar. “Siapa yang tidak kesal masa juara saya kalah dengan lovebird yang nembaknya sparonya dari lovebird jagoan saya hanya karena sama-sama dapat nominasi dan kalah karena nomor gantangan saya lebih besar dari lainnya,” ungkap M. Adrian yang akhirnya berhasil menempati posisi 3 besar dengan andalkan Rachel hasil breedingnya sendiri.
Handoko berhasil menempati posisi teratas dikelas pleci A Gedongsongo, pleci besutan Sandu dari Padepokan tiga dewa Gunung pati ini memang sudah berkali-kali menjuarai gelaran di beberapa tempat termasuk setiap gawe khusus komunitas pleci selalu masuk juara di tiga besar, sama halnya Pleci RR & PP milik Kenny Adhisyah SF Purwodadi bersinar di even akbar ini dengan kemenangan sebagai juara pertama & kedua disesi yang berbeda. Sedangkan Krisna dan Sultan garapan Gugum GnE Enterprise Semarang juga sukses membuktikan kualitasnya lewat raihan prestasi sebagai runner up & ketiga di masing-masing sesi yang dilakoninya. “Alhamdulillah, Krisna & Sultan tampil cukup maksimal siang ini hingga dapat juara,” ungkap Gugum yang didukung selalu oleh istri tercintanya.
Juara umum Bird Club berhasil diraih oleh Duta Kebumen Award yang digagas oleh Mr Billy Kebumen sedangkan juara umum Single Fighter berhasil digenggam oleh Fitri BKS Samarinda. (KikY/LamBanK)
Para Jawara




















