
Purwakarta – Exclusive BnR Purwakarta (24/08), terus diramaikan Kicaumania Purwakarta, Subang, Karawang, Majalengka dan wilayah lainnya. Dihadiri langsung oleh Ketua BnR Purwakarta H. Agung SP, lebih dari 500 Peserta hadir untuk menjajal gacoannya.
Dikelas Murai Batu, persaingan ketat terjadi disetiap kelasnya. Bintang milik Bapak Oding dari The Big Family Purwakarta mengawali lomba dengan sempurna di kelas utama BnR Purwakarta. Sementara Murai Batu besutan B2K SF Plered tidak kalah memukau, di kawal langsung oleh Zaenal, Gorowok stabil dari awal sampai akhir penilaian.
Di Kelas Kacer, Om Dod sang pemilik Lexus langsung mengawal gacoannya itu dan tidak heran Lexus langsung tancap gas di dua kelas utama dan meraih Double Winner.
Tidah kalah dengan kelas lainnya, di kelas Kenari pertarungan seru terjadi antara Abimanyu dari Sthira SF dan Good Day dari CLP Purwakarta. Saling Bergantian menduduki podium pertama di tiap kelas, Abimanyu akhirnya meraih Best Of The Best di penghujung lomba.
Sementara itu, Coper Cucak Ijo milik Adi Cikal BC tak terbendung di kelas utama dengan meraih double winner.
Lovebird Emon dari markas Kacau Team Purwakarta juga tampil mengesankan dengan durasi panjang andalannya berhasil meraih podium pertama di salah satu kelas bergengsi. Dan Uno si Lovebird Baby Kuning milik Komarudin CBL SF tampil stabil di tiap kelasnya.
Amunisi baru sang Dewan Pembina JSP Hendrawan yaitu Robot tampil luar biasa dengan memborong juara di semua kelas Jalak Suren.
Dan Di penghujung lomba Pentet AK-93 keluar sebagai yang terbaik di kelas Best Of The Best.
Dari keseluruhan lomba, dapat dikatakan antusias kicau mania Purwakarta dan wilayah lainnya, Exclusive BnR Purwakarta berjalan dengan Sukses. H. Agung SP selaku Ketua BnR Purwakarta Mengucapkan Banyak Terima Kasih kepada seluruh kicau mania yang hadir.
“Terima kasih banyak kepada seluruh kicau mania khususnya Purwakarta yang senantiasa hadir dan meramaikan setiap gelaran BnR Purwakarta, ini membuktikan bahwa di kota kecil terdapat antusiasme besar, dan mudah-mudahan menjadi tolak ukur kicau mania Nusantara,” demikian kata beliau.
(Denny Irawan)













