PIALA MATARAM YOGYAKARTA

Mediabnr – Even nasional Piala Mataram Yogyakarta yang dilaksanakan pada hari Minggu, 13 Mei 2018, di JEC (Jogja Expo Center), menjadi ajang pertempuran para jawara di kelas lovebird. Seabrek jagoan papan atas lovebird turun untuk menjadi yang terbaik di kelasnya. Beberapa diantaranya adalah Roda Gila, Drupadi, Gendewo, Peterson, Hokky Chan, Dewa Amoy, Marocak, Obama, Arnold, dan lain-lain.

Roda Gila milik Ca Bo Pekanbaru berhasil mencetak hattrick. Prestasi ini semakin melesatkan nama Roda Gila sebagai salah satu burung papan atas yang stabil penampilannya di pentas lomba lintas eo. Demikian juga dengan aksi borong juara yang diraih oleh Dewa Amoy. Pasca menang secara superior di pentas Piala Pakualam pekan lalu (6/5), gacoan baru H. Birly Pekalongan ini lagi-lagi tampil onfire dan meraih juara 1. “Alhamdulilah, masih stabil di jalur juara,” ujar H. Birly Pekalongan yang semakin optimis dengan penampilan sang jagoan baru.

Tidak ingin ketinggalan, aksi Peterson, Gendewo, Drupadi dan Hokky Chan juga patut diacungi jempol. Peterson, orbitan baru H. Sigit WMP, pemilik lovebird legendaris Kusumo, berhasil menaklukkan arena lomba besutan Ronggolawe Nusantara cabang Yogyakarta ini dengan mencetak double winner. Adapun Drupadi dan Gendewo, keduanya milik H. Cahaya Samarinda, sukses merajai kelas utama lovebird, kelas Lovebird Mataram dengan merebut gelar juara 1 dan 2.
Sementara itu, Hoky Karfeed yang menurunkan Hokky Chan, jagoan terbaiknya, masih stabil di jalur juara. Meski belum meraih posisi pertama, namun Hoky Chan yang setiap minggu dimaenkan secara spartan, tetap tampil bagus dan selalu eksis di jalur juara 3 besar. “Puji syukur, maen tiap minggu, masih mau nampil dan masih di nomor kecil,” ucap Hoky Karfeed.

Tidak kalah serunya, kelas kacer dan kenari juga berlangsung ramai dan perebutan juara menjadi ketat. Agus Nasa Salatiga akhirnya sukses merajai kelas kacer yang dihuni salah satu jagoan terbaik tanah air, Adipati. Menurunkan jagoan barunya bernama Juventus, Agus Nasa langsung kebanjiran pujian. Aksi Juventus yang punya lagu dan speed rapat, membuat juri dan penonton berdecak kagum. Tidak terkecuali Iwan Kacer dari Bekasi yang bersama Hendy Bekasi menurunkan jagoan kacernya di even ini.

“Pas maen sesi pertama, saat ngawal jagoan kita ke gantangan dan nonton. Ada satu jagoan yang menarik penampilannya. Maennya asik. Lagunya komplit. Sesi kedua dan ketiga kita pantau lagi dan maennya stabil. Sangat layak sebagai juara 1,” ungkap Iwan Kacer yang diamini juga oleh Hendy Bekasi. “Tanpa basa-basi, kita pun langsung ngejar pemiliknya dan ternyata Mas Agus Nasa dari Salatiga,” imbuh Iwan Kacer.
Dalam hitungan 1 jam, kata sepakat antara Agus Nasa dan Iwan Kacer mewakili Hendi Bekasi pun terjadi. “Jagoan baru. Umurnya sekitar 2 tahunan. Namanya Juventus. Seperti club sepakbola Juventus yang berkaos hitam putih. Kacer yang juga hitam putih ini saya beri nama yang sama. Ternyata hoki. Hari ini juara 1, 1, dan 2. Alhamdulilah, Om Iwan dan Om Hendi bersedia meminangnya dengan mahar 150 juta,” ungkap Agus Nasa yang ditemani sang adik, Poer Nasa.

Ada pun persaingan di kelas kenari berhasil memunculkan bintang-bintang baru. Salah satunya adalah Wisanala milik Faiz MH dari Salatiga. Tampil ngedur dengan durasi 1 menitan dan gaya wiper, Wisanala sukses mencuri perhatian para kenarimania. Tawaran pun sempat diajukan kepada Faiz MH, namun karena belum menemukan kecocokan, Wisanala akan menjadi amunisi Faiz MH dalam menghadapi even berikutnya.
“Sebelumnya sudah juara di beberapa eo dan tadi langsung ada penawaran. Tapi belum cocok,” jelas Faiz MH yang memang dikenal bertangan dingin dalam memoles kenari jawara. “Insya Allah, siap ke Piala Raja,” imbuh Faiz MH yang juga sukses mengawal Sazame juara 5 di kelas cendet.

Ragil ABF yang mengibarkan Serdadu Team Jogja sukses mengawal penampilan Panglima meraih juara 4 di kelas utama cucak hijau dan beberapa jagoan lainnya juara 1 dan 2 di kelas kenari kalitan. Dengan prestasi ini, Serdadu Team yang terbentuk sejak even Soeharto Cup lalu, langsung memantapkan diri menyongsong even berikutnya. “Prestasi hari ini semakin membulatkan tekat kami untuk hadir di Faster Chiki Cup dan Nona Kicau Cup,” cetus Ragil yang dikenal sebagai breeder lovebird.

H. Helmi Samarinda yang dikenal sebagai pemilik lovebird jawara bernama Gombloh, kali ini sukses mengantarkan Hard Rock merajai kelas cucak hijau. Tampil ngentrok jambil dengan tembakan celilinan membuat Hard Rock jadi idola di kelasnya. Prestasi Hard Rock kali ini adalah juara 1, 1, 1, 2, dan 2 alias nyaris Quatrick. Ditambah dengan poin juara di beberapa kelas lainnya, H. Helmi yang mengibarkan Antasari SF pun sukses merebut gelar juara umum single fighter.
Duta Piala Raja yang dinahkodai Samsulhadi dan didukung penuh para tokoh muda seperti Ca Bo, Hoky Karfeed, H. Birly, dan lain-lain berhasil mendominasi gelar juara dan tak terbendung dalam perebutan gelar juara umum bird club. “Terima kepada semuanya yang mendukung Duta Piala Raja berkibar di Piala Mataram Yogyakarta,” ucap Samsulhadi di sela-sela penyerahan trophy juara umum.


“Terima kasih. Mohon maaf bila ada kesalahan selama lomba berlangsung, dan sampai jumpa lagi di even Ronggolawe Nusantara berikutnya,” pungkas Hen-Hen mewakili segenap panitia di sela-sela pengundian doorprice 1 unit sepeda motor.[Jtyk.Team]
Baca Juga : Daftar Juara Piala Mataram Yogyakarta (13/5/2018)


