ANNIVERSARY CAPTAIN PUSDIKJAS
PERTEMUAN PARA JAWARA MURAI BATU BANDUNG

Mediabnr – Gelaran Anniversary Captain Pusdikjas, yang sempat mundur, akhirnya terlaksana dengan lancar di Cimahi, Mingu [14/03]. Ketatnya aturan protokol kesehatan yang dilakukan, menjadi keharusan, seperti wajib masker dan jaga jarak. Dengan juri dari HPBI, gelaran sukses tergelar sampai usai. Capt. Purnama sang komandan acara mengatakan, “Meski lokasi jauh dari rumah warga, tepat di taman kota. Tetapi prokes wajib dilaksanakan. Tak lupa saya secara pribadi mengucapkan terima kasih atas atensi kicau mania dalam menghadiri gelaran ini,” ucapnya. “Dengan kerendahan hati bilamana ada yang tidak berkenan dari pelayanan kami, saya mewakili segenap panitia menghaturkan permohonan maaf.” Lanjutnya.

Tumplek murai-murai hebat Bandung, menjadikan gelaran ini ketat persaingannya. Panitia menyediakan 15 kelas Murai Batu, termasuk 2 kelas ekor hitam dan 3 kelas Paud. Di partai utama, Casper, gacoan H. Eje Jaya yang memenangi pertarungannya. Pekan sebelumnyha di lomba Piala Pandan Wangi Cianjur [07/03], Casper, juga cetak juara di kelas utama. Tampilannya yang sedang dalam kondisi top form, menjadikannya selalu merebut prestasi.

Salah satu yang menonjol aksinya, Derix, murai gacoan H. Miming yang juga berhasil sodok posisi juara pertama. Durasi kerja tuntas, dengan materi hebat, membuatnya tak terbendung mendulang kemenangan. Pesona, Derix, yang makin meningkat, menandakan kestabilannya dalam setiap laga, menyiratkan kinerjanya memang diatas rata-rata.

Tompel, murai H. Hasan Sanjaya SF juga curi perhatian. Meski duduki posisi runner up, kinerja andal dengan durasi kerja mantap, cukup baginya untuk mendulang kemenangan. Pasca menggebrak gelaran BnR Garut dan Bekasi, Tompel, makin mempesona saja kinerjanya. Nama H. Hasan pun ikut mencuat, seiring aksi murai jagoannya yang selalu masuk podium kemenangan.

Satu lagi yang bersinar, Panglima, murai gacoan H. Sudarwan sukses rebut juara 1, 1, 2 & 6. Empat sesi dilahapnya lewat kinerja prima. Sukses yang dicapai berkat kepiawaian H. Sudarwan dalam merawat sang gacoannya untuk tetap bugar.

Hanzo, pasca mabung langsung turun dua kelas. Murai andalan Ivan Dylen ini memang mempunyai talenta berkelas. Meski belum dalam kondisi top form, Hanzo, sukses menyajikan tontonan berkelas. Gaya ngeplay dengan roll nembaknya, tak ayal lagi, Hanzo, berhasil menyuguhkan kinerja apik.

Ivan Syam Royal Sakura SF bersama skuad murai batunya sukses menggemparkan gelaran ini, dua gaconya Kuda Jingkrak dan Hulubalang, raih podium kemenangan, Kuda Jingkrak juara 1 & 2 sedangkan Hulubalang juara 1 & 4. Aksi ke duanya terbilang yahud. Kuda Jingkrak, mampu tunjukan skill terbaiknya. Gaya fighter dengan durasi kerja tuntas, menghantarkannya jadi sang pemenang. Hulubalang, masih dengan roll tajam dan tembakan kasar panjangnya, cukup menjadikan sang, Hulubalang, untuk meraih kemenangan.


Dua murai batu yang mendapat sorotan akan kinerja andalnya di lapangan. RD, murai besutan H. anto CL 46, sukses menjadi kuda hitam. Tak diunggulkan di gelaran ini, RD, mampu memberikan jawabannya. Kinerja apik sepanjang laga, membuatnya tak terbendung untuk naik podim juara. Satu lagi yang mencuri perhatian, Jaya Raksa, murai muda milik Apaw/Imam dari Rajawali SF Bandung, sodok posisi jawara 1 di kelas Ring utama. Meski muda, Jaya Raksa, mempunyai talenta luar biasa. Lagu hebat didukung gaya fighter, membuatnya jadi tontonan murai mania. Kedepannya, Jaya Raksa, akan berbicara banyak, mengingat materinya terbilang mewah.

Three Brother dari Kawalu Tasikmalaya bersinar bersama murai batu hasil ternakan sendiri bernama, SG Jr. Meski berusia muda, materi dan kinerjanya, terbilang dashyat. Talenta hebat, SG Jr, yang sebelumnya menghebohkan gelaran BnR Garut, kembali pasang aksi hebat, dan kali ini pun sukses menghebohkan gelaran Captain Pusdikjas.

BBTC bersama sang komandan H. Subarli hadir meramaikan dengan pasukan murai ekor hitamnya. Tiga murai skuad BBTC sukses masuk klasemen juara. Balakosa, Black Mortal dan Rawing. Kehadiran BBTC memberikan warna tersendiri. Dengan skuad ekor hitam dibalut dengan solidaritas tinggi, menjadikan BBTC sebagai salah satu wadah Blacktail yang solid dan berprestasi.

Cimahi Team pimpinan Tri Boges masih bertengger di klasemen juara lewat dua murai jagoannya, Cobra dan Combong. Murai gebetan H. Yaya, Cobra, sikat juara 2 di kelas utama, dua sesi Cobra, bertengger jadi runner up. Sedangkan, Combong, gacoan H. Encu gaet posisi 3 di kelas bergengsi. Cimahi Team sukses menjaga kekompakan dengan baiknya. Ini tak lepas dari komando Tri Boges sengan semangat kebersamaannya, mampu mewadahi timnya untuk tetap solid dan bersahaja.[Ricky]


