PIALA PASUNDAN II – BANDUNG

Mediabnr – Piala Pasundan II mengajak pesertanya menyusuri pengalaman personal, dari samping halaman Si Jalak Harupat di Soreang, Kabupaten Bandung, Minggu (15/4). Pergelaran lomba burung berkicau tingkat nasional, yang menyediakan empat lapangan itu, berhasil menyajikan lautan penggemar burung tumplek-blek. Mr. Prio sang penggagas lomba, membuka perhelatan acaranya dengan memberikan pernghargaan kepada para tokoh perburungan. Salah satunya diberikan kepada, Yayasan BnR yang diwakili H. Mansur, yang mendapatkan apresiasi dari Mr. Prio, atas eksistensinya dalam penyelenggaran lomba serta program konservasi. Tak lupa apresiasi diberikan kepada jurnalis gaek Ade Makmur, atas pengabdiannya selama 20 tahun menggeluti jurnalistik khusus dunia burung.

Menggunakan babak penyisihan untuk mencapai final, Bandung sebagai tuan rumah, merebut dua kelas utama yang dipertandingkan. Di kelas murai batu, Hitler, andalan Irpan Sukahaji SF berhasil boyong satu unit mobil atas kemenangannya di babak final. Sedangkan di kelas anis merah, Agus Joker, berhak mendapatkan satu unit sepeda motor, atas ganjaran jawara pertama, lewat anis merah yang diberinama, Rajawali.


Beberapa pemain debutan yang juga moncer dari kota kembang, kelas anis merah, Harley, gebetan H. Ate Soreang rebut sekali jawara satu. Selanjutnya di kenari Yudi/Ocan Batosai yang melejitkan amunisinya bernama, Starla, Galaxi, Domba, Dolpin,Mentari, Samba dan Berlian.KMB ( Kacer Mania Bandung) bersinar bersama, Badalungan, yang gaet posisi tiga besar. Sedangkan Asep Pro bersama anis kembang lawasnya, Samurai, rebut juara 1 & 3. Juga lovebird debutan anyar Aris Embatama, Teranova, berhasil duduki posisi tiga, bersaing dengan lovebird mapan kelas nasional.


Kemenangan kicaumania Bandung di kelas utama, menyiratkan bahwa Bandung masih berjaya di tatar priangan. Kicaumania Bandung berhasil mengumandangkan kemenangannya lewat prestasi yang membanggakan. Bakat-bakat terbaik serta banyaknya talenta baru bermunculan, menandakan regenerasi kicaumania kota kembang, begitu hidup dan bergelora. (ricky)



