Lomba Danlanud Cup 2 Yogyakarta – Pra Gebyar Dasawarsa Posma Sembego Yogyakarta

Gelaran lomba Danlanud Cup 2 Jogja pada hari Minggu (6/8) di JAZ (Jogja Adventure Zone) Aero Argowisata Lanud Adisutjipto Yogyakarta berjalan lancar dan sukses. Even yang digawangi Hen Hen, Kabul, Rudi RKJ dan rekan-rekan Ronggolawe Nusantara Yogyakarta tidak hanya dihadiri pemain dari Kota Jogja saja, pemain dari Solo, Klaten, Wonosobo, Magelang, Pekalongan, Banjarnegara, Cilacap, dan Pemalang juga tampak hadir. Bahkan juara umum diraih oleh pemain luar kota: Pekalongan Team dan Dewa SF Wonosobo.
Pekalongan Team besutan Onie PG yang dikawal Mochamad Bagus sukses merebut gelar juara umum BC lewat poin kemenangan beberapa jagoan handal. Salah satunya adalah lewat aksi kemenangan yang diraih Super Goyang di kelas Kenari Standar Kalitan Sukoi. Prestasi Super Goyang kali ini semakin menegaskan dirinya sebagai gacoan yang stabil di jalur juara, setelah pekan sebelumnya secara berturut-turut menang di Piala Canting II Pekalongan, Purwodadi Award, dan Piala Danlanud Adi Soemarmo Solo.


Selain sukses lewat kemenangan Super Goyang, Pekalongan Team juga sukses mengantarkan Antrax mencetak juara 1 di kelas Kenari Standar Ebod Solutions dan King Arthur mencetak juara 1 di kelas Cucak Hijau Sukoi. “Alhamdulilah, hari ini bisa membawa gelar juara umum dari Kota Jogja yang dikenal gudangnya burung-burung juara. Terima kasih atas dukungan rekan-rekan semua yang turut mendukung kesuksesan Pekalongan Team ini,” cetus Mochamad Bagus yang juga sukses mengawal penampilan Merot milik Onie PG meraih posisi keempat di kelas Love Bird Paud B Ebod Strong.
Raja Ngekek milik Selaksa Jagat SF yang meretas prestasinya dari latber ke latber di seputaran Kota Jogja akhirnya mampu menunjukkan talentanya di tengah gempuran love bird-love bird konslet yang namanya sudah menasional. Ngekek rajin dengan volume tembus membuat Raja Ngekek menjadi pusat perhatian. Maklum saja, saat itu peserta sudah tidak ragu lagi dengan performa jagoan bertitel konslet. Sehingga saat Raja Ngekek terlihat gacor, perhatian peserta pun tertuju padanya. Maka tidak salah, meski hanya meraih posisi runner up, Raja Ngekek tetap jadi idola.


Murai batu Rongsok milik Deki Griya Cipta feat Bayu Kotolo yang mengibarkan bendera Hura-Hura Jogja tampil trengginas sejak awal digantang di kelas utama, Murai Batu Jupiter. Lagu isian rambatan dan celilinan berhasil diumbarnya dengan tembakan panjang dan tembus. Meski akhirnya finish di posisi kedua karena kalah bendera B 1, Deki merasa puas atas kestabilan penampilan Rongsok. Catatan prestasi kali ini menjadi kesekian kalinya bagi Rongsok dalam 1 bulan terakhir pasca mabung.
Sebelumnya, Rongsok juara 1 di Anniversary KNI feat BnR Jogja, Purwodadi Award dan pekan lalu (30/7) cetak juara 1, 1, dan 3 di Monaliza Cup Yogyakarta. “Alhamdulilah, Rongsok tetap jadi idola dan stabil di jalur juara,” ungkap Deki yang beberapa kali menolak tawaran untuk meminang jagoannya. “Sudah banyak tawaran untuk Rongsok. Terakhir 140 jutaan,” imbuh Deki yang mempersiakan sang jagoan ke even besar selanjutnya.


Sang fenomenal Kusumo milik H. Sigit WMP juga masih stabil di jalur juara dengan meraih gelar juara 1 di kelas utama Love Bird Jupiter. 3 People yang digawangi Harry Pamungkas, Poetra Iyud, dan Hendrik Irwanto sukses mengantarkan Kalimasodo cetak double winner di kelas kenari kalitan dan Leopard sukses mencetak 1 kemenangan di kelas kenari besar.
Di akhir lomba, panitia mengucapkan terima kasih dan mohon maaf bila ada kekurangan selama lomba berlangsung. “Terima kasih dan sampai jumpa lagi,” pungkas Hen Hen selaku motor penggerak lomba yang juga diamini rekan-rekannya seperti Kabul, Panji, Eghi, dan H. Ifa.
Setelah even ini, Kota Jogja akan kembali diramaikan dengan lomba Gebyar Dasawarsa Posma Sembego (17/8), Merah Putih Cup 1 Jogja (17/8) dan Pandawa Sakti Cup Yogyakarta (27/8) sebelum akhirnya memuncak di even kolosal Piala Raja, 24 September 2017 di Candi Prambanan Yogyakarta.[Jtyk.Team]
Baca Juga : Daftar Juara Danlanud Cup 2 Jogja (6/8/2017)






