BnR Gajah Mada
MediaBnR.com, Surabaya – Amunisi Murai Batu milik tim pimpinan Rois Akya asal Madura yang pertama kali mendapat tropi burung terbaik itu bisa dibilang sangat beruntung. Kemenngan juara satunya sempat ia dapatkan saat bermain di kelas Murai Batu sesi ketiga. Sedangkan kejuaraan yang lain juga ia dapat saat naik di kelas A dan B. Meski ketika itu ia tak sempat raih posisi pertama, namun posisi bontotnya berhasil menghantarnya untuk mendapat predikat terbaik dari panitia BnR Gajah Mada.
Selain itu ada pula Cucak Ijo Tituler milik tim BAR yang pada tanggal 16 Desember mendatang akan menggelar launching gantangan Bumi Alas Rejo. Keberhasilannya mendapatkan predikat burung terbaiknya itu, setelah berhasil melalui pertarungan ngentrok jambulnya di tiga kelas yang disajikan.
Kelas Cucak Ijo A ia menang di posisi ke tiga, B juara 2, dan C juara 2 lagi. Alhasil setelah di akumulasikan kemenangannya, hanya Tituler yang sempat mengulang kemenangannya. Maka tak heran, meski hanya posisi kedua dan ketiga ia layak untuk mendapat gelar Cucak Ijo terbaik. Sebab penyabet gelar juara satunya dimiliki oleh nama nama burung yang berbeda.
Salah satunya yang penyabet juara satu ada, amunisi Cucak ijo Putra Semeru milik Andrie Sie 139 team. Kemenangannya ia raih saat naik di kelas Cucak Ijo B. Ketika itu ia tergantang di nomor 32, tampilannya pun tak bisa diabaikan dengan show nggeder disertai rool tembak dari Cililin dan greja tarung yang lebih nampak dominan di muntahkannya. Maka tak heran jika pada akhirnya ia diganjar dengan 4 buah bendera koncer A sebagai juara 1.
Selain itu adapula Cucak Ijo Leha milik H.Rusman Dt.Lavender asal Bangkalan Madura yang berhasil cetak juara. Naik di kelas Cucak Ijo C Leha lebih baik penampilannya hingga mendapatkan bendera koncer A 4 dan B1 sebagai bekal untuk menempati posisi podium pertamanya. Dan tak hanya burung cucak ijo yang berhasil moncer di tangan H.Rusman. Cendet Raja Timur miliknya juga berhasil menang di dua kelas. Cendet A juara 1, Cendet B juga juara 1.
Kemudian di kelas paruh bengkok yang berhasil mendapat gelar lovebird paud terbaik adalah Tirta milik Yuti SF. Sedangkan di kelas Lovebird Dewasa muncul dua nama burung yang meraihnya. Yaitu lovebird Bledek milik H.Dinsa dan Ronggeng milik Fajar.
Hal tersebut disebabkan keduanya memang berhasil meraih dua kali juara pertama di empat kelas yang disajikan panitia. Akhirnya panitia harus menobatkan keduanya sebagai burung lovebird terbaik di grade dewasa. “Ya karena ada dua burung yang mendapat dua kali juara pertama dan ga ada tambahan juara lagi, demi membangkitkan rasa kebanggaan keduanya, ya saya putuskan keduanya sebagai burung terbaik, selamat buat Ronggeng dan Bledek yang keluar sebagai burung lovebird terbaik” ujar Budi Robot.
Di kelas Lovebird dewasa tersebut ada nama yang sempat membayangi posisi pertamanya. Yaitu lovebird Mesin Jahit milik Fani BAT BC Sampang. Salah satunya saat naik di kelas lovebird D, Mesin Jahit berhasil menempati posisi runer up nya.
Heri Sugiono yang hadir bersama beberapa timnya yang tetap eksis dan fokus di kelas burung Punglor Merah, dan Punglor Kembang kembali sukses hasilkan kemenangan.
Punglor kembang Piano ketika itu nampak lebih bisa tampil apik di atas pengadil BnR dan berhasil mendapat bendera koncer A5 dan B1 sebagai juara pertama.
Sedangkan Punglor Merah Anak Pasar yang main di kelas A harus puas berada di posisi runer up. Namun saat kembali naik di kelas B, Anak pasar kembali full teler dan lebih apik tampilannya, hingga berhasil menyabet posisi pertamanya dengan baik.
Penyabet juara pertama di kelas Punglor Merah A ketika itu, berhasil diraih oleh amunisi milik Koko Triple A. Permainan cantiknya dengan full teler dari awal hingga akhir permainan sukses mempesona para juri BnR untuk menobatkannya sebagai juara pertama. (Den!)
GALERY FOTO :














