
MediaBnR,- Garut Bersatu yang di kawal Jajang Guntur BC merebut juara BC di lomba Road to Candi Borobudur Cup I, BnR Copong Garut, Minggu (1/4). Hampir semua juara kicaumania Garut di satukan dalam wadah Garut Bersatu. Hasilnya, kurang lebih 16 juara pertama didapat garut bersatu sehingga berhak atas tropy juara Bird Club Road to Candi Borobudur Cup I. sementara itu, Serba Ada Tasikmalaya yang langsung di kawal Mr. Hendy dinobatkan sebagai Juara umum Single Fighter. Lewat beberapa gaconya, Mr. Hendy Serba Ada Tasikmalaya memboyong piala SF Road to Candi Borobudur ke Tasikmalaya.

Lomba garapan BnR Garut, H. Deny The Kill ini berjalan mulus. Meski sedikit terganggu hujan, namun tidak menyurutkan kicaumania untuk mengantang. Alhasil, kurang lebih 1000 kicaumania melebur di lomba terakhir Road to Candi Borobudur Cup I. “Terima kasih rekan-rekan kicaumania yang telah hadir terutama kicaumania luar kota. Jangan bosa berlomba di BnR Garut. Karena kami akan terus melakukan perbaikan setiap lombanya. Usai lomba kami selalu mengevaluasi sertiap kekuarangan,” ujar ketua BnR Garut, H. Deny The Kill kepada media BnR.

Tiga kelas Muray batu bergengsi disabet kicaumania Garut. Vinales milik Taurus Bisma MBG BF yang bergabung dengan Garut Bersatu langsung tancap gass. Aksi bongkaran lagu kecil dan besar disertai tembakan tajam mampu menghipnotis juri. Vinales naik podium pertama menang satu bendera biru dengan Mick Jegger milik Yadi Eka Jaya Sumedang. Juara ini merupakan juara yang kesekian kalinya di dapat Vinales. “Pekan mendatang kami akan melebur ke Piala Pasundan. Mudah-mudahan biusa tembus,” ujar Taurus Bisma.

BRT alias Bareta milik Anes Ugun, Combat SF kembali memprlihatkan performa terbaiknay di kelas Muray batu Ring. Bertempur dengan 35 gantangan MB-MB Ring tak menyiutkan nyali Bareta. Performa Bareta makin hari makin joss. Aksi fighter dengan lagu yang menekan dan tembakan tembus membuat burung ini layak dan pantas mendapatkan enam bendera koncer merah.

Mick Jagger. Muray batu lawas milik Yadi eka Jaya Sumedang tak mau kedodoran. Tampil di dua kelas. Burung kelas nasional yang baru mabung ini tembus di posisi runner up dua kali. Performa burung ini maskin hari makin menunjukan kembali tajinya sebagai MB berkelas. Sayangnya di salah satu kelas Mick Jegger kalah satu bendera biru.

Sementara itu, Gerhana milik Ramiez Zack, MBG tak mau kalah. Performa apik burung ini makin teruji dengan mengeat juara pertama di kelas bergengsi. Gerhana tampil all out ia mengalahkan kurang lebih 69 rival digantangan. Sebuah prestasi yang layak dibanggakan. Siang itu, dua muray MBG, Vinales dan Gerhana tampil garang. Kedua burung ini pantas mendapatkan juara.

The King, Anis merah milik Jajang Guntung menang nyeri. Boleh dibilang The King salah satu anis merah yang terus menghamparkan prestasi. Rivalnya pun bukan lawan-lawan atah. Namun hampir penggila anis merah bertanding di lapangan Copong. Sultan Kecil milik H. Diky di kelas kenari kecil masih tetap joss. Pekan lalu, Sultan kecil memorong juara. Kali ini di kelas kenari bergengsi Sultan Kecil kembali naik podium.

Serba Ada milik Mr. Hendy Tasikmalaya tampil maju sebagai juara SF. Beberapa jawara yang moncer di lomba ini adalah Comando dikelas LB juara pertama di kelas pertama ditambah dengan Comando Jr dikelas kenari kecil. Ditambah lagi dengan burung-burung milik Mr. One D Bandung Djoeara yang siang itu tampil bringas dengan performa terbaiknya semuanya diberikan untuk Serba Ada Tasikmalaya. Kareannaya tak heran kalau Serba Ada Tasikmalaya menjadi juara umum SF.
Gehger, GG dan Rama Tampil Prima

Yang paling fenomenal adalah Gehger, burung Mr. One D yang langsung dikawal H. Yaya ini hampir menciptakan quatrick. Seolah tidak ada lawan, Gehger berlari sendirian dengan cerecet panjang durasi mantap. Setiap kali berlantang, Gehger langsung mendapatkan merah biru. Nilaipun selau menjulang dengan rival di bawahnya.

Demikian pula dengan Gali Gongli alias GG, burung yang dikawal Dadan Bacip ini tampil prima. Usai menaklukan lapangan Babaton karawang Sabtu, Minggunya GG kembali beraksi. Sayangya di lomba ini, GG harus mengakui lawan satu teamnya Gehger, GG harus puas berada diurutan kedua dari tiga kelas yang diikutinya.

Sementara itu, Rama. Milik H. Eep Saefuloh tak mau kalah. Meski berlomba ditempat dengan kondisi cuaca hujan, Rama masih bisa on fire. Siang itu, memang performa rama kurang greget. Sehingga hanya tembus di juara 1 dan 3. Meski demikian, H. Eep Saefulloh tetap bersyukur Rama masih bisa bersaing dengan burung-buurng berkelas lainnya. (sae Milan/Eka Gumelar)
Baca Juga : Daftar Juara Road To Candi Borobudur Cup 1 – BnR Garut (1/4/2018)






