
Purwakarta (MediaBnR.Com) – Lomba memperingati Kemerdekaan Republik Indonesia, Rabu (17/8), di Citalang Enterprise garapan Heri Kopral dan Apud Kumis, sukses tergelar. Sekitar 750 peserta bersaing ketat. Lomba ini boleh dibilang sebagai momen kebangkitan kembali anis merah. Empat kelas yang digantangkan semua full terisi.
Jago-jago anis merah Purwakarta dan Bandung bersaing. Dua anis merah jempolan beradu taji. Keduanya nyeri. Zam-zam milik Mr. Ajat Purwakarta menjadi bintang di anis merah. Ia memboyong Supremasi juara AN Exsklusif. Burung yang dikawal Deon ini, sejak kick off langsung tancap gas. Aksi Fantastis super doyong dengan buangan kanan kiri mewah menjadikannya layak dapat koncer merah di dua kelas berbeda. Demikian pula Renault milik Anggie AMZT juga menang nyeri. Dua kali juara pertama dan satu kali runner up disandingkan burung ini. Semi doyong dengan irama lagu komplit ditunjang dengan volume tembus selalu diperagakan burung yang gantang langsung teler ini. Balantak Team tak mau kalah. Lewat aksi Kilat dan Kusuma, team ini mampu bersaing di panasnya persaingan anis merah. Bahkan di Kelas Ekslusife, Balantak menjadi runner up.
Di kelas lovebird, Kenken milik David Silaban dari After Ego SF, kembali manggung. Kualitas jempolan dengan rajin bunyi dengan durasi tuntas menjadikan Kenken hampir nyeri. Di Kelas Love Bird Bintang A, enam koncer merah berada di nomor gantangannya. Sayangnya di Kelas Ekslusive, Kenken berada di posisi runner up. Di kelas ini, Kenken hanya kalah satu koncer.
Tak sia-sia Anto Jerokaso 33 SF tandang makalang ke Purwakarta. Love bird Lestari dan Cantika dan Kenichi sukses ngorbit. Di empat keas berbeda, tembus juara. Klimaksnya, di Kelas Favorite, Lestari dan Cantika juara 1 dan 2. Amunisi love bird milik Anto Jerokaso 33 SF ini patus diwaspadai.
Domiasi Kemuning di murai batu milik Ayah Trijaya SF. Tak ada lawan yang sanggup menandingi kemewahan burung ini. Bongkaran lagu kecil dan besar dibawakan dengan sempurna. Tembakan dengan volume dahyat menjadikan Kemuning tak ada tanding. Kulaitas burung kota ini layak untuk tanding di event besar. Karenanya, mulai pekan mendatang Ayah akan membawa Kemuning ke lomba besar.
Mahesa, kacer milik H. Sajolna, kembali ngorbit. Burung langganan juara ini di satu kelas mendapat enam koncer merah. Full fighter dengan irama lagu isian menjadikan burung milik H. Sajolna ini naik podium. Hal yang sama di kelas jenggot, Ratu yang beberepa waktu lalu juara di Lomba Pangandaran, juga kembali menjadi yang terbaik.
Wates 01 menjadi yang terbaik di Kelas BOB Ciblek. Ciblek milik Aep Wates SF ini prestasinya terus terbang tinggi. Setiap event selalu mendapatkan yang terbaik. Kali ini yang rivalnya merupakan semua komunitas Ciblek, Wates 01 tak bergeming. Ia mendapatkan predikat sebagai ciblek terbaik di venet ini.
Selain itu, Pleci C RT juga kembali meraih prestasi manis. Saru kali juara pertama dan satu kali ketiga. Aep Wates SF merupakan salah satu kicaumania Purwakarta yang selalu menghampatkan prestasi lewat burung-burungnya. (sea milan)
BACA JUGA: Daftar Juara Kemerdekaan RI Kicaumania Bersatu Citalang Enterprise (17/8/2016)
GALERI:











