King Aloy dan Black Eagle Jawara Kelas Utama Danyon Cup II, HUT Arhanud TNI AD ke-79

Jawara Kelas Murai Batu Danyon

mediabnr.com – Pekanbaru. Murai Batu King Aloy dan Kacer Black Eagle menjadi jawara kelas utama (Kelas Murai Batu Danyon dan Kelas Kacer Danyon) Danyon Cup II dalam rangka HUT Arhanud TNI AD Ke-79, minggu (16/11/2025) di lapangan voli batalyon Arhanud 13/PBY Pekanbaru.

Murai Batu King Aloy milik Mr. Ca Bo, Pekanbaru, mampu tampil cukup dominan menghadapai murai batu-murai batu terbaik yang turun di Kelas Danyon.

Dengan senjata andalan tembakan-tembakan panjang dan cadas ditunjang gaya menekan satu tenggeran atas, King Aloy tampil cukup memukau dan mengundang decak kagum penonton di tepi lapangan.

Terlebih suasana lomba yang cukup kondusif dan tanpa teriak menjadikan setiap meteri lagu yang dibawakan King Aloy jelas terdengar.

Jawara Kelas Murai Batu Danyon

King Aloy aktif merespon setiap tekanan lawan. Kestabilan durasi kerja, didukung gaya serta volume yang dimiliki semakin melengkapi kesempurnaaan penampilan King Aloy.

Diakhir penilaian, seluruh juri satu suara memberikan koncer A ke King Aloy. Koncer A mutlak yang diperoleh King Aloy membuktikan dominasi King aloy menghadapi lawan-lawan berat di Kelas Utama.

Tidak kalah seru dengan kelas murai batu, rivalitas sengit juga terjadi di kelas kacer. Peserta maupun penonton yang hadir sangat antusias menyaksikan kelas Kacer Danyon yang merupakan Kelas Utama dan bergengsi di jenis burung kacer.

Tampil perdana pasca mabung, Kacer Black Eagle, milik Gus Doni Pekanbaru, membuat kejutan dan berhasil meraih podium pertama. Terlebih kacer-kacer yang menjadi lawan Black Eagle pun dapat dikatakan merupakan kacer-kacer terbaik.

Tidak adanya kenadala saat Black Eagle main digantangan selepas menjalani masa mabung membuat Gus Doni merasa tenang. Terlebih kemenangan Black Eagle di Kelas Utama juga di raih dengan nilai sempurna full koncer A.

Jawara Kelas Kacer Danyon

Black Eagle masih tampil dengan karakter khas nya main full power serta dukungan variasi rol tembak dengan speed mumpuni.

Gaya buka ekor disertai liukan leher sambil mendongak ke atas sambil melagukan irama isian membuat penampilan Black Eagle terlihat sangat eksotis. Penonton yang menyaksikan dari tepi gantangan pun dibuat kagum menyaksikan penampilan Black Eagle.

Lebih membanggakan, hasil maksimal yang diperoleh Murai batu King Aloy dan Kacer Black Eagle dengan meraih juara pertama di kelas utama mendapat Piala Khusus Selongsong Peluru persembahan Batalyon Arhanud 13/PBY.

Sebuah piala kenangan sekaligus cindera mata yang menjadi simbol kebanggaan yang tak ternilai. (WP)